"Pela...yan," nada suara Asael memelan, baru ingat kalau di ruangan ini hanya ada dirinya saja sesuai dengan permintaannya yang tidak ingin diganggu oleh perkara apapun saat sedang berendam malam.
Alhasil mau tidak mau dirinya turun tangan untuk memindahkan gadis itu, setidaknya ke tempat yang lebih terbuka daripada membiarkan tergeletak lama di tempat favoritnya.
Usai memastikan lilitan kain di pinggangnya kencang, Asael membungkukkan badan sambil mengulurkan tangannya hendak meraih tubuh Alizeh dan mengangkatnya namun sebuah tangan lebih dulu menahan pergelangan tangan Asael sesaat sebelum menyentuh permukaan kulit Alizeh.
"Dia adikku, gangguan kecemasannya kambuh." Ujar Chris memberitahu.
"Kau... oh... kau putra Duke Charles, kan?" Asael segera mundur selangkah saat Chris menggantikan dirinya untuk menggendong Alizeh.
"Masalah keluarga kalian sudah selesai?" Celetuk Asael bertanya, mencoba basa-basi.
Namun Chris tidak menjawab, dia hanya menatap Asael sekilas sebelum memutuskan melangkah pergi.
Baru dua langkah diambilnya, Alizeh terbangun dan langsung memberontak brutal sampai jatuh dari atas gendongan Chris.
"Jangan sentuh aku!" Serunya tepat sebelum tangan Chris meraihnya.
"Ada apa ini?" Tanya Asael memasang raut bingung, pandangannya ia lempar ke arah Chris sampai menemukan bekas gigitan di tangan pria itu. "Tanganmu..."
Merasa ada yang aneh mengingat gadis tersebut turun dari atas pohon, Asael mendekat untuk sekedar melihat ke atas dan mendapati balkon dari sebuah kamar sejajar dengan pohon tempat dimana Alizeh muncul tadi.
"Nona, kau jatuh dari atas?" Asael bertanya menyelidik.
Baru ingat ia tak sendiri dibawah sini, Alizeh tak langsung menjawab. Ia menatap balas Asael dalam keheningan. Menciptakan situasi yang membuat pria itu jadi semakin penasaran tentang apa yang baru sadar terjadi, beberapa menit lalu.
"Gangguan kecemasan--"
"Aku tahu berbohong, Putra Duke." Potong Asael menunjuk ke bekas gigitan di tangan pria itu. "Terjadi perseteruan diantara kalian dan gadis ini menggigitmu untuk melepaskan dirinya, tetapi lalu... kau mungkin saja melemparnya dari atas sana ke bawah sini."
Alizeh menoleh pada Chris. Pria itu menatapnya seakan berbicara 'jika kau ingin membalasku maka ini waktu yang tepat untuk mengiyakan segala dugaan Pangeran itu' melalui sorot mata dinginnya.
"Itu kejahatan." Asael masih berbicara disana. "Nona katakan padaku bahwa semua itu benar, kan?"
"Kami saudara--" Chris yang mencoba meluruskan kembali disela oleh Asael.
"Pembunuhan antar saudara kian marak terjadi belakangan ini."
Pada situasi ini Chris kembali diingatkan tentang masalalunya, dimana ia sudah pernah berada dal posisi ini. Bedanya Chris terjebak bersama kakaknya dalam sebuah tuduhan.
"Jeremiah, siapa yang pecahkan cermin di kamar ibu?"
Jeremiah--kakak Chris, menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menjawab atau sekedar mengeluarkan sepatah kata apapun, kepalanya tertunduk sudah sejak setengah jam lalu.
Di sampingnya terdapat Chris yang masih kecil, berdiri dengan wajah polos nan lugu. Waktu itu Chris masih sangat menggemaskan sekali.
"Christian," pertanyaan kini mengarah pada Chris. "Apa kau masuk ke kamar ibu?"
"Aku--"
"Christian masuk!" Jeremiah berseru cepat. "Aku melihatnya!" Mendeklarasikan kebohongan dengan bangga daripada mengakui kesalahannya pada Ibu.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Little Sister Guide
Fantasy⚠️Ada tiga peraturan di keluarga Phineas; yang pertama tidak boleh ada pertengkaran antar sesama anggota keluarga, yang kedua tidak boleh melewatkan makan malam keluarga, yang ketiga dan paling penting tidak boleh bercinta antara kakak laki-laki dan...
