Pagi ini Chris dan Caleb tidak ada di kamar mereka ketika Laverna datang untuk meminta masing-masing dari mereka turun ke ruang makan.
Sarapan bersama tidak wajib, tetapi Laverna tetap mendatangi mereka meski hasilnya putra sulung dan putra keduanya tidak ada di tempat.
Alhasil hanya dirinya bersama Charles, Alizeh, dan Nael yang sarapan bersama pagi ini.
"Salah satu diantara kalian melihat Chris atau Caleb?" Tanya Laverna memecah keheningan sambil menyajikan beberapa sendok lauk berupa daging tumis ke dalam mangkuk-mangkuk kecil.
"Caleb mungkin merajuk." Jawab Charles masuk akal. "Dia tidak ingin kembali ke asrama sebenarnya, kan? Bisa jadi dia pergi lebih awal diantar Chris."
"Tetapi, keretanya tetap tiba pukul sepuluh pagi." Laverna merotasikan bola matanya. "Ada-ada saja, kau yang ajari, ya?"
"Tidaaaak!" Charles berkilah, tetapi benar. "Aku tak pernah ajari mereka pergi tanpa pamit, tapi kita tidak perlu khawatir karena mereka terlalu berat untuk digendong oleh para penculik."
Alizeh dan Nael hanya menyimak, keduanya sibuk mengaduk-aduk mangkuk masing-masing lalu memasukan beberapa helai daging ke roti sebelum memakannya.
Daripada memikirkan Chris sinting, Alizeh lebih keblingsatan memikirkan harus bekerja apa sementara dirinya bilang mulai hari ini sudah bekerja dan itu bohong.
Setelah sarapan Alizeh akan pergi, jadi ia cepat-cepat menghabiskan rotinya lalu pamit pada Charles dan Laverna akan pergi bekerja.
"Hati-hati sayang~!" Laverna berseru, tangannya melambai seiring menjauhnya Alizeh dari ruang makan.
"Dia sudah besar sekarang." Gumam wanita itu.
Melihat Alizeh pergi, Nael tidak punya kegiatan lain selain bermain dengan Tuan Alexander mungkin?
Membayangkannya jadi tidak seseru biasanya lagi. Ada apa?
"Nael, kau tak habiskan rotimu?"
"Um..." Ditegur Laverna, Nael nampak kaget sesaat lalu mengangguk. "Aku akan menghabiskanmu, Bu."
"Bagus." Angguk Laverna mengukir senyum lebih lebar. "Kalau mau tambah beritahu aku, ya?"
Nael tersenyum tipis lantas menghabiskan sisa roti di piring dengan cepat lalu pamit ingin mencari kucing tersayangnya di taman bagian depan padahal aslinya Nael diam-diam pergi melalui pintu belakang akibat tak sanggup merealisasikan betapa bosannya jika ia hanya bermain dengan kucing melulu.
Sementara di sisi lain, Alizeh mendatangi sebuah rumah makan yang berada tak jauh dari pasar. Tempat itu ramai makanya Alizeh memberanikan diri, tidak. Memaksakan dirinya sendiri untuk masuk dan bertemu langsung dengan pemilik.
"Paman, terserah kau mau bayar aku berapa. Aku hanya butuh pekerjaan bukan uang." Katanya pada pria bernama Walles selaku pemilik rumah makan tersebut.
"Kau tidak memberi gaji juga aku tidak peduli." Tambah Alizeh mempromosikan alasan mengapa Walles sebaiknya mempekerjakan dirinya mulai detik ini.
"Cukup pekerjakan aku di tempatmu ini, Paman." Desak Alizeh.
Walles bingung, pada sisi lain para pekerja di tempatnya sudah terisi mulai dari pekerja dapur sampai para pelayan. Tetapi, gadis yang berdiri dihadapannya juga bukan gadis biasa.
Dia putri dari Duke wilayah mereka, dan bagaimana pula Walles menolak mempekerjakan seseorang yang tidak butuh uang bayaran?
"Baiklah." Walles mengangguk, lalu mengalungkan tali apron berwarna cokelat ke leher Alizeh. "Kau bisa mulai mendatangi pelanggan yang baru datang dan menanyai mereka ingin memesan apa."
KAMU SEDANG MEMBACA
A Little Sister Guide
Fantasía⚠️Ada tiga peraturan di keluarga Phineas; yang pertama tidak boleh ada pertengkaran antar sesama anggota keluarga, yang kedua tidak boleh melewatkan makan malam keluarga, yang ketiga dan paling penting tidak boleh bercinta antara kakak laki-laki dan...
