27 | Way back home

6.4K 832 236
                                        

"Selamat datang kembali di rumah!"

Charles berseru saat Caleb turun dari kereta kuda dan menapakkan langkahnya di teras depan rumah yang sudah beberapa hari mereka tinggalkan.

Saat pintu besar kediaman Phineas terbuka, muncul Nael dan beberapa pelayan yang langsung membungkuk pada majikan mereka seraya tersenyum karir.

"Nael, maaf kami meninggalkanmu cukup lama." Ucap Laverna memecah hening lantas mengulurkan tangannya mengusap lembut puncak kepala Nael yang membalas dengan senyuman.

"Semuanya baik-baik saja?" Tatapan Nael beralih melewati Laverna, Charles, Chris, Alizeh, dan berhenti tepat pada Caleb. "Kak?"

Caleb mengangguk. "Kami pulang artinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Pinggang ayah rasanya mau patah." Keluh Charles sembari berkacak pinggang lalu mengangkat tinggi kedua tangannya. "Ada banyak sekali drama yang lebih baik tidak usah diceritakan, kalau kau penasaran tanya pada adikmu."

Giliran Nael yang tersenyum karir karena bertanya pada Alizeh sama saja seperti bertanya pada batu, gadis itu hanya katakan yang ingin dia katakan bukan yang ingin orang dengar.

"Aku akan mematuhi Ayah saja." Sahut Nael menyengir.

"Kalau begitu ayo masuk anak-anak, kita semua lelah dan perlu istirahat terutama Caleb." Ajak Laverna merangkul lengan suaminya lantas keduanya lebih dulu masuk ke dalam disusul oleh anak-anak mereka secara berurutan.

Langkah Nael melambat, ia sengaja menunggu Alizeh yang berjalan paling belakang lalu menghentikan gadis itu dengan sebuah pertanyaan.

"Bagaimana kabarmu?"

"Seperti yang terlihat."

"Kau agak pucat."

"Aku selalu terlihat seperti itu?" Kening Alizeh berkerut. "Kau mau apa dariku?"

"Aku hanya tanya." Suara Nael mengecil, nampak kecewa dengan respon ketus Alizeh walau pada dasarnya gadis itu selalu begitu.

"Mengapa kau terdengar marah?"

"Aku selalu seperti ini?" Alizeh mengerutkan dahi heran, dia memang begini sejak awal. Nael yang kenapa karena tiba-tiba mempertanyakan dirinya. 

"Berhentilah bersikap aneh, aku lelah. Terlalu banyak orang aneh belakangan ini dan sebaiknya cukup, kau jangan ikut-ikutan." Peringkatnya pada Nael sebelum pemuda itu angkat suara lagi membalas ucapannya.

"Aku khawatir, mengapa kau sangat kesal ketika aku bertanya seolah aku melakukan kesalahan padamu?" Desak Nael meminta jawaban pasti dari Alizeh padahal gadis itu sudah memintanya untuk berhenti bertanya karena terlalu lelah menanggapi orang.

Tanpa sadar perilaku itu malah membuat Nael terlihat tambah aneh di mata Alizeh.

Nael yang murni hanya ingin mendapat jawaban dari Alizeh yang ia tanyai kabarnya berubah menjadi seseorang yang menuntut diperhatikan balik secara tak langsung.

"Kau tidak masuk akal." Kepala Alizeh menggeleng samar. "Jangan ganggu aku." Tegasnya pada Nael.

"Mengapa kau sangat kejam padaku, Alizeh!?"

"Ha? Apa yang kulakukan padamu?"

Dada bidang Nael kembang kempis, ia pikir Alizeh sepeduli itu pada hidupnya tetapi ternyata tidak. Bisa jadi Alizeh hanya memanfaatkannya saja untuk mendapat pekerjaan yang sebenarnya tidak Alizeh dapat ( Nael tidak tahu kalau Alizeh ditolak oleh Panglima Leopold).

"Seperti itu kah kau? Dirimu yang asli?"

Semakin bingung, Alizeh memutuskan berbalik. Hendak pergi, tetapi Nael menangkap tangannya kasar dan menjejalinya dengan lebih banyak pertanyaan sampai Alizeh kelepasan bicara kasar.

A Little Sister Guide Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang