Tangan Alizeh terulur meraih gelas tinggi berisi minuman yang tidak terlalu ia tahu apa itu dari atas nampan yang dibawa berkeliling oleh pelayan kemudian ia dekatkan ke hidung untuk menebak minuman tersebut berdasarkan aroma.
"Anggur hitam."
Dari arah belakang terdengar suara familiar seorang lelaki yang Alizeh kenali sebagai Chris, kakak pertamanya.
"Kau berhasil masuk?"
"Kelihatannya?" Sedikit nada sombong menghiasi kata yang meluncur keluar dari belah bibir tipis pria itu.
Cengkraman Alizeh pada gelas kaca berisi anggur menguat saat menyadari sesuatu. Dengan mata menyipit ia memindai wajah Chris seksama.
"Itu kau, wow." Ucapnya pura-pura kaget dengan wajah biasa saja.
Seringai kecil tersungging di bibir Eros. "Kupikir kau sudah lupa," tangan kanannya melingkar di sekitar pergelangan tangan Alizeh yang bebas, memberi tekanan yang menyakitkan disana.
"Kau bisa teriak," bisik Eros di samping telinga Alizeh dengan bibir yang nyaris menyentuh bagian cuping gadis itu. "Tentu jika kau mau jadi pusat perhatian."
"SEMUANYA HARAP BERSIAP! KAPAL AKAN BERLAYAR!" seruan berasal dari seorang pria yang tadi membantu Alizeh mendaki tangga kapal, bersamaan dengan itu satu layar besar kapal diturunkan.
Terlihat juga dayung-dayung manual keluar dari jendela-jendela kecil yang ada di bagian bawah kapal, digerakan langsung oleh tenaga manusia. Kapal mulai bergerak dari tepian.
"Tempat ini lumayan menakjubkan, pantas kau ingin menikmatinya sendiri secara egois." Sindir Eros mengingat Alizeh telah memilih untuk menyingkirkan dirinya dari dalam tubuh Chris, mengkhianati kesepakatan awal. "Kalau aku jadi kau aku pasti akan lupa diri, persis."
"Kau tidak cocok disini." Alizeh membantah kalimat akhir pria itu.
"Itukah balasanmu setelah beberapa tahun belakangan hidupmu kubuat indah?"
"Indah?" Ringis Alizeh geli. "Kau memanfaatkanku dengan baik jadi seharusnya tidak ada hutang budi."
"Kau semakin pintar bermain kata-kata." Puji Eros menyanjung, namun tekanan pada dua kata terakhir dari kalimatnya jelas menyimpan makna kebencian tersendiri.
"Aku bicara sesuai kenyataan," Alizeh mencengkram erat gelas miliknya sebelum meneguk anggur yang ada di dalamnya. Tanpa melepas tatapan dari Eros, ia berkata. "Diawal kau menangkapku pun untuk dijadikan sandera agar polisi tidak melepas tembakan sembarangan."
"Ya, ya." Kepala Eros mengangguk-angguk. Ada banyak sekali ekspresi yang ia munculkan di wajah.
"Kau membuatnya kotor." Decih Alizeh.
"Wajah ini terlihat sangat cocok untukku." Eros mengitari wajah Chris dengan tangannya yang bebas.
"Aku masih tidak menyangka kau seegois ini."
"Aku harus apa?" Alizeh melempar gelasnya ke laut lalu sepenuhnya menghadap pada Eros, posisi mereka yang berada dipojok tidak memungkinkan bagi orang lain menyimak percakapan mereka.
"Kalau kau muncul di tubuh lain, aku akan biarkan tapi tidak di tubuh ini."
"Mengapa, hm?" Tangan bebas Eros mencengkram kasar dagu Alizeh dan mendongakkan kepala gadis itu.
"Apa bedanya tubuh ini dan tubuh yang lain?"
"Dia kakakku."
"Oh... jadi, ada hubungan terlarang antara kakak dan adik--"
"Tutup mulutmu, Eros!" Bantah Alizeh tegas.
Lelaki itu tertawa hambar selama tiga detik sebelum kembali ke ekspresi wajah serius dan mendekatkan wajahnya pada Alizeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Little Sister Guide
Fantasi⚠️Ada tiga peraturan di keluarga Phineas; yang pertama tidak boleh ada pertengkaran antar sesama anggota keluarga, yang kedua tidak boleh melewatkan makan malam keluarga, yang ketiga dan paling penting tidak boleh bercinta antara kakak laki-laki dan...
