40 | Sweet Punishment

6K 642 301
                                        

Bukan ketukan melainkan gedoran brutal Caleb lakukan secara bertubi-tubi pada pintu kamar Alizeh di pagi buta. Saat gadis itu masih asyik  berkubang di pulau bantal buatannya sendiri.

"Adik, cepat buka pintunya! Ada sesuatu yang--" Caleb mengerem mulutnya sendiri saat pintu dihadapannya terbuka dan Alizeh muncul dalam balutan gaun tidur dengan rambut acak-acakan.

"Sepagi--"

"Kak Chris dan Nael dihukum." Ucap Caleb memberitahu alasan mengapa ia sangat rusuh di pagi hari.

"Lalu? Itu wajar karena mereka melanggar aturan keluarga." Sahut Alizeh gemas sendiri. "Apa menariknya?"

Caleb menggeleng saat mendengar sahutan remeh dari Alizeh terdengar biasa saja. "Kau tidak akan menduga hukumannya."

"Apapun itu sudah menjadi resiko yang harus ditanggung--"

"Ikut aku!" Ajak Caleb langsung menarik Alizeh berlari mengikutinya.

"Caleb, aku belum mandi. Aku tidak bisa keluar seperti..." Ucapan Alizeh terhenti saat sampai di depan anak tangga dan dari atas ia bisa melihat beberapa pelayan mengintip dari balik gorden jendela ke arah luar.

"Apa yang kalian lakukan?" Saat teguran Alizeh mengejutkan semua orang, mereka langsung membubarkan diri dengan salah tingkah.

"Kau tidak akan percaya ini." Ujar Caleb kembali menarik Alizeh agar cepat menuruni anak tangga lalu keduanya sampai di teras.

Disana terlihat Odesa sedang membujuk Laverna untuk tidak melakukan sesuatu yang berbahaya sebagai hukuman, tetapi di sisi lain Asael menghentikan perempuan itu agar tidak ikut campur dalam urusan keluarga orang lain.

Lalu dilihatnya dua pekerja pria datang dengan ember tanah lain berisikan bara api panas dan seorang pekerja lainnya terlihat sedang berlatih memecut angin menggunakan cambuk.

"Ibu..." Alizeh memanggil Laverna sambil mendatangi wanita itu dan bertanya. "Ada apa ini? Bara dan cambuk itu?"

"Sayang~" suara lembut wanita itu menyapa telinga Alizeh bersama dengan sentuhan hangat di pipinya.

"Kembalilah ke kamarmu, ya?"

"Odesa juga." Pintanya. "Pangeran, tolong bawa Odesa ke dalam. Seperti halnya kau menghormati aturan di keluargaku, aku ingin Odesa melakukan yang sama."

Asael segera merangkul Odesa dan membawa gadis itu ke dalam. "Kita tidak boleh ikut campur, ini aturan keluarga mereka."

"Tapi--"

"Ssst, kita ke dalam." Ajaknya mendesak perempuan itu masuk ke dalam rumah.

"Alizeh sayang," Laverna berucap sambil membelai rambut panjang sang anak gadis. "Kau juga pergilah ke kamarmu, masih terlalu pagi untuk bangun. Ya? Caleb pasti mengatakan sesuatu yang berlebihan. Sekarang aku ingin kalian berdua masuk ke dalam rumah."

Sebelum menjawab, Alizeh melirik Caleb dan memandang kembali ke arah para pekerja rumah yang nampak pasrah dan tidak memiliki pilihan selain melaksanakan perintah sang majikan.

"Ini hanya hukuman bagi mereka yang telah melanggar aturan keluarga, bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan."

Pada akhirnya Alizeh mengangguk, seperti yang ia katakan pada Caleb tadi. Sudah resiko bagi Chris dan Nael untuk menanggung hukuman separah apapun itu. Mereka melanggarnya, masing-masing satu.

"Bu, ini terlalu keras." Caleb tidak pernah diberitahu sama sekali mengenai hukuman yang akan mereka dapat jika melanggar aturan keluarga, tetapi melihat persiapannya sampai melibatkan cambuk dan bara api jelas saja hukuman itu akan mengerikan.

A Little Sister Guide Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang