42 | Back To

5.6K 682 258
                                        

Akhirnya semua orang kembali pada rutinitas masing-masing dan berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama. Chris tidak melewatkan makan malam lagi, cukup sekali bahkan saat ini rongga mulutnya masih amat menyakitkan saat ia mencoba buka mulut dan memasukan makanan berkuah ke dalamnya.

Dihadapannya terdapat Nael dengan satu tangan memegangi perutnya yang robek dan tangan yang lain menyendok makanan ke mulut. Nael mendapat tiga jahitan yang dilakukan dalam kondisi sadar siang tadi, saat orang-orang sedang beristirahat di kamar masing-masing. Dengan baik Nael menyembunyikan luka yang didapatnya dari Alizeh.

Bergeser ke samping, Caleb adalah orang kedua yang paling menikmati makan malam setelah Laverna. Wanita itu makan dengan tenang tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, hanya dentingan alat makan yang sesekali terdengar dan tak cukup untuk membuat kebisingan.

Sementara Alizeh duduk di samping Chris yang seharian ini mendadak pendiam tak seperti biasanya. Tanpa menaruh curiga, Alizeh rasa Chris sudah kembali ke setelan awal dan peringatan yang diberikannya waktu itu hanya candaan belaka.

"Alizeh sayang, mengapa ikannya tidak di makan?" Tanya Laverna sudah memperhatikan gestur putrinya yang hanya memakai potongan sayur dalam sup.

"Itu..." Belum menemukan kata yang pas untuk melanjutkan jawabannya, Alizeh tutup dengan gelengan kepala.

"Itu jenis ikan kesukaanmu, lho."

Laverna tahu sejak kecil Alizeh lumayan pilih-pilih terutama soal ikan, gadis itu hanya menyukai satu jenis ikan saja makanya sup malam ini dimasak dengan jenis ikan kesukaan Alizeh agar gadis itu memakannya.

"Aku akan memakannya." Dengan gelagat tak nyaman, Alizeh mengangguk patuh. Pasalnya ini makan malam dan ia tidak bisa membayangkan semalaman ada aroma amis yang tertinggal di tangannya.

Seolah bisa membaca pikiran Alizeh, Chris menggeser piring kecil berisi suwiran daging ikan. Sedari tadi semua orang sempat melihat Chris sibuk sendiri dengan beberapa potongan ikan dalam mangkuk supnya, dipikirnya Chris akan memakan semua daging ikan yang disuwirnya namun ternyata dugaan itu salah karena Chris memberikannya pada Alizeh tanpa mengatakan apapun.

Pria itu lalu menunduk dan pelan-pelan menyesap supnya, mencoba untuk tidak bersuara saat meringis sakit. Tak ingin Alizeh tahu dirinya sedang tidak baik-baik saja walau kelihatannya gadis itu sama sekali tak peduli.

"Terimakasih." Bisik Alizeh seraya mencondongkan kepalanya mendekat ke bahu Chris agar pria itu bisa mendengarnya.

Diam-diam Nael memperhatikan interaksi kecil diantara keduanya dan melempar senyum tipis saat bersitatap sesaat dengan Alizeh sebelum gadis itu kembali sibuk menghabiskan makanannya, terkhusus ikan yang telah disuwirkan oleh Chris supaya tak dianggap berhutang budi.

Chris mengangguk samar ketika Alizeh membisikan kata terimakasih beberapa detik lalu. Melalui ekor matanya, Chris bisa melihat gadis itu sedang menyendok daging ikan dari piring kecilnya lalu dimasukan ke mulut.

"Chris, bagaimana mulutmu?"

Pertanyaan Laverna mencuri perhatian semua orang. Chris yang namanya disebut nampak menatap wanita itu sebentar lalu mengangguk sebagai bentuk lain dari jawaban 'tidak apa-apa' yang sebenarnya kepalsuan belaka. Chris sangat kenapa-kenapa; sulit bicara, sulit mengunyah, dan sulit minum air. Baru selebihnya tidak ada masalah. Toh, hari demi hari luka dalam rongga mulutnya akan berangsur sembuh.

"Syukurlah, tolong jangan diulangi lagi dan untuk yang lainnya kuharap kalian tidak pernah coba-coba melanggar tiga aturan utama keluarga ini. Apa itu terlalu sulit untuk dipatuhi? Tirulah adikmu yang tidak pernah melewatkan makan makan, kecuali Caleb karena semalaman di penjara."

A Little Sister Guide Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang