"Tumben kau bantu ibu." Celetuk Laverna saat Alizeh sibuk memotong wortel sementara dirinya tengah mengaduk kuah sup mendidih.
"Ada apa?" Tanya wanita itu penasaran.
Alizeh berdehem. "Sebentar lagi aku akan kembali ke asrama, aku ingin melihat ibu lebih sering."
"Hmm... jadi, kau memutuskan kembali ke asrama daripada bekerja?"
"Tidak ada yang mau mempekerjakanku," ucap Alizeh mengaku meski sebenarnya ada alasan lain yang membuat dirinya mengambil keputusan kembali ke asrama dan menunggu hari kelulusan daripada tetap di rumah keluarga Phineas.
"Ayahmu sudah sarankan untuk belajar bisnis keluarga seperti Chris, mengapa tidak kau coba?"
Alizeh menggeleng cepat saat nama Chris disebut. "Aku tidak suka bisnis, Bu." Jawabnya asal.
"Remaja memang begitu." Sahut Laverna maklum. "Sudah selesai? Sini, biar aku yang masukan wortelnya ke panci. Kau hampiri saudaramu dan katakan makan malam hampir siap, ibu menunggu."
Ingin menolak tapi tidak punya pilihan, tatapan Alizeh jatuh pada Luther yang sudah lebih dulu duduk rapih di atas kursi. Menanti makan malam siap.
"Luther, ayo ikut." Ajak Alizeh langsung meraih pergelangan tangan Luther dan membawa bocah laki-laki itu bersamanya untuk menghampiri yang lain.
"Kakak kenapa?" Luther mendongak, mendapati ekspresi gelisah di wajah Alizeh yang sangat tidak seperti Alizeh.
"Tidak apa-apa." Tegas Alizeh berbohong, sebenarnya ada sesuatu yang ia sembunyikan.
Ekspresi gelisah yang sesaat ditangkap oleh Luther gara-gara Alizeh teringat ia dan Chris tempo hari secara tak sengaja... atau sebenarnya sengaja(?) telah berciuman.
"Kak Alizeh, agar lebih cepat bagaimana kalau aku ke kamar Kak Caleb dan Kak Nael yang bersebelahan lalu kakak ke kamar Kak Chris di lantai tiga?"
"Tidak mau." Tolak Alizeh mentah-mentah, justru ia sengaja membawa Luther supaya tidak terlalu canggung saat berhadapan dengan Chris yang sudah ia hindari dua hari.
Padahal pria itu bisa bersikap biasa saja seolah tidak pernah terjadi apapun dan tidak ada ciuman, malah Alizeh yang salah tingkah seperti cacing kepanasan.
"Mengapa tidak kau saja yang ke lantai tiga, Luther?"
"Baiklah." Tanpa bertanya Luther setuju untuk mendatangi Chris dan memberitahu kalau makan malam sudah siap.
Tak banyak percakapan yang terjadi antara Alizeh dan Caleb maupun Nael, kedua saudara laki-lakinya itu lebih dulu turun ke lantai satu sementara Alizeh menyempatkan diri ke kamarnya untuk berganti pakaian yang lebih bersih mengingat dirinya habis bantu-bantu Laverna di dapur dan berbau seperti bawang-bawangan.
Diluar dugaan, selang waktu yang cukup lama membuatnya berpapasan dengan Chris di lorong dekat tangga.
Alizeh mana tahu kalau pria itu baru akan turun sekarang, ia pikir Chris sudah turun usai Luther memberitahu soal makan malam sudah siap.
'Kalau tahu begini aku sekalian cabut bulu kaki untuk mengulur waktu.' Batin Alizeh saat bola matanya menangkap sosok Chris yang berjalan tepat didepan sana, lawan arah dengannya sebelum berbelok menuju anak tangga dan Alizeh mengalihkan pandangan.
Persis seperti dugaannya, Chris bersikap sangat biasa seolah kejadian itu tidak pernah ada. Baguslah, karena meski mereka tidak sedarah tetap saja status mereka adalah saudara di mata Laverna dan Charles yang sudah memberikan mereka kehidupan baru.
Jadi sama halnya seperti Chris, Alizeh bersikap sebiasa mungkin dan mempercepat langkahnya menuju tangga. Berselisih sekitar tiga anak tangga lebih lambat daripada Chris yang berjalan tepat di depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Little Sister Guide
Fantasía⚠️Ada tiga peraturan di keluarga Phineas; yang pertama tidak boleh ada pertengkaran antar sesama anggota keluarga, yang kedua tidak boleh melewatkan makan malam keluarga, yang ketiga dan paling penting tidak boleh bercinta antara kakak laki-laki dan...
