Akhirnya hari ini Vanca bisa merasakan kembali yang namanya sekolah walaupun agak malas. Bukan agak sih sebenernya tapi emang males.
"Gua tuh kangen tapi gua gak kangen pelajarannya" Ucap Vanca sambil melihat pantulan dirinya di kaca.
"Vanca buruan!!" Teriak Kaivan dari luar kamar
"Iya!!" Balas Vanca
Setelah selesai mempersiapkan semuanya, Vanca segera berjalan menuju meja makan yang sudah ramai dengan keluarganya.
"Ekhem, pagi semuanya!!! Semoga masa depan kalian seputih cimol kesukaan a'a Vanca ehe" Sapa Vanca dengan gembira, saking gembiranya ayam yang udah ada di piring Raffan dia pindahkan ke piringnya.
"SSV suka suka Vanca" Ucap Kaivan
"Nih makan sayur, jangan makan cimol mulu" Ucap Luke sambil memberikan sayur ke piring Vanca.
"Cimol is the best bro" Ucap Vanca
"Hihh gemes, yang ada organ lu yang jadi cimol semua" Ucap Raffan sambil mencubit gemas pipi Vanca.
"Udah ayo dimakan, keburu telat" Ucap Hiego yang diangguki oleh yang lain.
Setelah selesai makan, mereka semua pergi menuju kendaraan mereka masing masing dan tentu saja Vanca pergi ke sekolah dengan kendaraan nya sendiri.
Walaupun abang abangnya sangat ingin memberikan tumpangan pada Vanca.
Kalau kata Vanca mah ya "jangan kayak orang miskin kalau ada motor sendiri mah, motor banyak kenapa tidak digunakan"
Sesampainya di sekolah, seperti biasa parkir dulu setelah itu jalan menuju kelas dengan kacamata hitam untuk tebar pesona.
"Hm gila cakep banget gua sampe ciwi ciwi melongo gitu liat gua" Gumam Vanca sambil menyisir rambutnya kebelakang.
"Oy Vanca" Panggil Kai yang baru keluar dari kelas lain. Biasa playboy mah banyak ayang nya.
"Hm, ngapain lagi lu? Gombalin anak orang kan lu!! Bener bener lu ya" Kesal Vanca sambil menarik telinga Kai
"Aduh aduh, kagak kok beneran dah" Ucap Kai sambil berusaha melepaskan tangan Vanca dari telinganya
"Boong kak, dari tadi temen aku di ajakin pulang bareng mulu" Teriak siswi yang ada di kelas itu
"Noh kan kata gua juga apa!! Lu tuh ya kalau di bilangin ngeyel banget!! Hargain perasaan orang!!" Kesal Vanca yang semakin kencang menarik telinga Kai
"Ampun ampun!!! Gak lagi gua gombalin anak orang!!!" Ucap Kai
"Ck, ayok buruan ke kelas!" Ucap Vanca yang diangguki oleh Kai
"Kayak keciduk selingkuh sama bini gua" Gumam Kai
"Btw, Vanca itu di pundak lu kok ada anak ayam?" Tanya Kai sambil menunjuk pundak sebelah kiri Vanca
"Hah?" Saat ia melihat pundak sebelah kirinya, terdapat anak ayam berwarna ungu yang memperhatikannya.
"Kai!!! Tolong ambilin!!!" Ucap Vanca berusaha untuk tidak teriak
"Akhh ya iya gua bantu tapi gak usah narik rambut gua juga!!!" Ucap Kai berusaha untuk melepaskan tangan maut Vanca dari rambutnya.
"Buruan!!!"
Kai dengan cepat mengambil anak ayam itu demi keselamatan rambutnya agar tidak botak.
"Udah gua ambil!!" Kesal Kai sambil menatap sinis Vanca
"Takut!!" Ucap Vanca yang kemudian lari menuju kelasnya meninggalkan Kai yang terdiam dengan anak ayam di tangannya.
"Kwek"
KAMU SEDANG MEMBACA
vanca
Teen Fictionawal nya dia hanya ingin merokok dipinggir jalan untuk melepas semua bebannya tapi kenapa tiba tiba dia ada di kamar? dan kenapa rumah nya beda bahkan keluarganya beda dia dibuang atau keluarga nya operasi plastik jadi beda gini? Bukan bl🙂
