47

4.2K 276 10
                                        

"Lu kenapa?" Tanya Luka kepada Raffan yang sedang melamun di kamarnya

"Hah? Oh gapapa" Ucap Raffan

"Bilang atau gua aduin ke ayah" Ucap Luka membuat Raffan panik

"Ngaduan banget sih lu!!" Kesal Raffan yang tidak di pedulikan oleh Luka

"Terserah" Ucap Luka

"Emang lu mau dengerin?" Tanya Raffan dengan wajah melasnya

"Diem diem gini, gua selalu dengerin cerita orang kali" Ucap Luka

"Siap"

"Jangan siap siap aja, cerita lah monyet" Kesal Luka

"Sabar baru juga tarik napas... Jadi gini, entah kenapa gua selalu takut kehilangan Vanca" Ucap Raffan

"Kenapa gitu? " Bingung Luka

"Gua gak tau bang... Tapi kalau itu bener kejadian gimana?? Gua gak sanggup, gua udah anggep dia sebagai adik gua bukan sebagai pengganti Vana"

"Sebenernya gua juga ngerasain itu sekarang" Ucap Luka

...

"Kita pulang" Ucap Noel sambil berjalan memasuki rumah Alvero

"Gua mau ke kamar mandi dulu" Ucap Noel kepada Vanca

"Iya" Balas Vanca

Vanca duduk terdiam di sofa, entah kemana Melvino dan yang lainnya pergi.

"Vanca" Panggil seseorang yang membuat Vanca langsung menoleh ke sumber suara tersebut.

"Mel..." Panggil Vanca dengan mata yang berkaca kaca. Melvino yang melihat itu pun mulai panik.

"Cimol gua jangan nangis dong, ntar jadi lembek" Ucap Melvino sambil duduk di samping Vanca

"Gak lucu lu" Ucap Vanca setelah memukul lengan Melvino

"Hehehe"

"Jadi Noel udah tau kan tentang gua?" Tanya Vanca yang di balas anggukan kepala dari Melvino

"Mel gua ngerasa capek banget, gua boleh nyerah ya?" Ucap Vanca membuat Melvino terkejut

"Vanca... Lu boleh istirahat, tapi jangan sampe nyerah ya" Senyum Melvino sambil memeluk Vanca

"Kalau nanti Vana beneran balik dan gua pergi, tolong temenin bang Darel ya... Bilang kalau gua bangga punya abang kayak dia" Ucap Vanca

"Gua gak mau bilang itu, lu harus bilang sendiri dan gua bakalan jagain lu biar lu gak pergi" Ucap Melvino membuat Vanca tersenyum mendengarnya

"Gua bersyukur bisa ketemu lu sama yang lain, maaf kalau gua selalu nyebelin. Gua bakalan cemburu kalau Noel lebih milih Vana dari gua, tapi gua siapa dia? Cuman orang asing yang ada di tubuh sahabatnya dan gua siap kalau dia benci sama gua" Ucap Vanca

"Lu tuh bukan orang asing, lu itu sahabat kita"

"Makasih udah ngehibur gua" Senyum Vanca

Sementara itu di kamar Alvero, Noel sedang menangis di pelukan Teo setelah diam diam mendengar pembicaraan antara Melvino dan Vanca.

"Hiks gua bukan hiks sahabat yang baik Te" Ucap Noel

"Iya No, plis jangan jambak rambut gua juga" Ucap Teo yang langsung dipukul oleh Alvero karna Noel semakin menangis mendengar ucapan Teo

"Noh kan bener" Tangis Noel

"Udah ah jangan nangis" Bujuk Alvero

"Gua sedih tau!! Vana pergi dan gua gak bisa ketemu dia lagi, tapi gua juga sedih karna Vanca gak bilang ke gua" Ucap Noel

vancaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang