Pagi ini Vanca pergi ke sekolah seperti biasa, ketiga abangnya itu tidak bisa sekolah karna di ajak pergi oleh Ghava, entah urusan apa itu Vanca tidak peduli karna hari ini ia akan menikmati hari dengan tenang.
Ya buktinya sekarang Vanca lagi jalan ke kelas sambil menutup matanya, agak lain tapi itu cara Vanca menikmati pagi yang tenang.
Jangan di contoh ya, nanti nabrak:)
"Vanca!!!" Teriak Noel sambil berlari memeluk Vanca
"Aduh apa sih No?!" Kaget Vanca
"Lu itu sahabat gua juga!! Harusnya lu bilang ke gua, kalau lu bilang gua gak akan marah sama lu!!" Ucap Noel yang tidak melepaskan pelukannya, membuat Vanca bingung
"Lu kenapa sih No?!" Kesal Vanca yang melepas paksa pelukan Noel
"Ish lu mah, gua tau lu bukan Van--" Ucapan Noel terputus karna mulutnya yang di tutup oleh tangan Melvino
"Hehehe" Tawa canggung Melvino, yang membuat Vanca menaikkan sebelah alisnya tanda bahwa ia meminta penjelasan.
"Anu, itu..." Bingung Melvino
"Lepasin tangan lu dari Noel" Ucap Vanca yang langsung dituruti oleh Melvino
"Sialan, tangan lu bau telor busuk tau gak!!" Kesal Noel
"Lanjut aja No ngomong nya, gua mau ke kelas" Ucap Vanca yang sudah terlihat malas
"Tumben banget?" Bingung Noel
"Mau tidur" Santai Vanca
"Ck, gua mau bilang lu harusnya jujur ke gua kalau lu itu bukan Vana tetapi Vanca" Santai Noel
Kalian berharap reaksi Vanca seperti apa? Kaget? Panik? Senyum senang? Nyatanya...
"Oh" Setelah mengucapkan itu Vanca kembali berjalan menuju kelas tanpa mempedulikan Noel dan Melvino yang saling tatap karna bingung dengan reaksi Vanca.
"Gitu doang?" Tanya Noel kepada Melvino yang di balas anggukan kepala
"Agak lain emang" Ucap Noel yang di setujui oleh Melvino
...
"Van" Panggil Noel sambil menyenggol pelan Vanca yang sedang tidur
"Hm"
Jika saat ini tidak ada guru, mungkin Noel tidak akan berusaha membangunkan nya. Tapi kali ini adalah mata pelajaran Indonesia si guru killer.
"Bangun ada guru" Bisik Noel
"Hah? Oh iya ada guru" Ucap Vanca saat melihat kedepan dan terdapat guru yang sudah menatapnya seperti akan memakannya hidup hidup
"Eh heheh bapak, saya bangun kok ini" Ucap Vanca
"Vanca, kamu cuci muka biar gak ngantuk" Ucap guru itu yang entah kenapa sedang berbaik hati, karna biasanya jika ada yang tidur di kelasnya maka anak itu akan di hukum lari 20 putaran.
"Iya pak" Balas Vanca
"Saya juga ngantuk pak, jadi saya ikut Vanca ya pak" Ucap Noel yang sudah menggandeng tangan kanan Vanca
"Kalau kamu ngantuk, kamu boleh tidur setelah lari 30 putaran!!!"
"Bapak mah pilih kasih!!!" Ucap Noel tidak terima, sementara teman sekelasnya tertawa mendengar itu.
...
"Nih makan yang banyak" Ucap Melvino sambil memberikan semangkuk bakso kepada Vanca
"Hm" Balas Vanca
"Lu kenapa sih hari ini? Sedih karna abang lu pergi gak ngajak lu?" Tanya Noel yang mulai kesal dengan sikap Vanca sejak pagi tadi
"Justru seneng gua karna mereka gak ada gua jadi tenang, tapi gak tau kenapa gua jadi sering ngantuk sekarang" Ucap Vanca yang membuat bingung mereka
KAMU SEDANG MEMBACA
vanca
Genç Kurguawal nya dia hanya ingin merokok dipinggir jalan untuk melepas semua bebannya tapi kenapa tiba tiba dia ada di kamar? dan kenapa rumah nya beda bahkan keluarganya beda dia dibuang atau keluarga nya operasi plastik jadi beda gini? Bukan bl🙂
