Vanca terbangun di kamar milik Melvino. Karna Melvino tidur di ruang tamu membiarkan kamar miliknya menjadi tempat untuk Vanca tidur..
"Selamat pagi sayangnya Noel!!" Sapa Noel yang membuka pintu kamar dengan sepiring sandwich dan susu coklat.
"Gimana?? Tidurnya nyenyak? Ada yang sakit gak badannya?" Tanya Noel yang membuat Vanca pusing mendengarnya.
"Aduh lucu banget sih lo kalau bangun tidur" Ucap Noel yang gemas dengan wajah bingung Vanca saat bangun tidur.
"Nih tadi gua bikin sandwich di makan ya" Ujar Noel dengan semangat memberikan sandwich yang sudah ia buat untuk Vanca.
"Makasih nyet" Ucap Vanca yang mengambil makanannya dari Noel
"No, lu mau ketemu Vana gak?" Tanya Vanca dengan pipi yang penuh dengan sandwich
"Udah pasti gua mau, tapi lu gimana?? Cemburu gak gua ketemu Vana?" Tanya Noel sambil membersihkan pinggir bibir Vanca yang terkena saus tomat dari sandwich
"Loh kok lu gak kaget sih?? Harusnya kan lu nanya 'Vana masih hidup?!' Gitu dong" Tanya Vanca yang terkejut karna reaksi Noel yang biasa saja.
"Lu kemarin nangis di pelukan Melvino dan gua denger semua dari awal, sebenernya gua kaget cuman gua lebih sedih karna lu jadi kagetnya bentaran doang" Ucap Noel yang memeluk Vanca gemas.
"Lu gak marah sama gua? Kan gua gak ngasih tau lu kalau Vana masih hidup" Tanya Vanca yang masih berada di pelukan Noel
"Gua gak marah Vanca, gua bersyukur kalau Vana masih hidup tapi sekarang yang gua khawatirin itu lu karna lu ada di tubuh Vana yang sekarang jadi inceran tante Diana" Ucap Noel sambil mengusap lembut kepala Vanca
"Kalau itu mah gua bisa jaga diri No, gua gak akan biarin tubuh Vana lecet sedikit pun" Balas Vanca
"Bukan bukan, bukan itu maksud gua. Gua sama yang lain itu khawatir sama jiwa yang ada di tubuh ini" Vanca kembali teringat kata kata yang diucapkan oleh Melvino semalam.
Harus kah dirinya mulai menerima rasa peduli orang lain untuknya?
"Mau Vana ataupun Vanca, kalian itu sama sama berharga bagi kita" Kata Noel yang membuat Vanca tersenyum
...
Setelah menyelesaikan makannya Vanca dan Noel ikut duduk bersama yang lain di ruang keluarga. Vanca duduk di pinggir sofa dekat dengan Alvero.
Sementara Noel duduk di samping Melvino yang sedang tertawa melihat lelucon dari teman playboy nya.
"Yeuh kayak gua dong bisa salto" Sombong Kai sambil menunjukkan aksi saltonya yang hampir mengenai wajah Vanca.
Sebenernya sih Vanca santai aja, soalnya kalau kena juga Vanca bakalan bales lebih brutal tapi karna gak kena jadi Kai aman gak kena tendangan Vanca.
"Heh sampe kena muka sahabat gua, gua potong masa depan lu!!!" Ancam Noel yang langsung melotot melihat sahabatnya hampir jadi Vanca penyet karna salto dari Kai.
Vanca hanya menatap datar teman temannya dengan Alvero yang mengusap lembut pipi kanan Vanca dan pipi kiri Vanca yang menempel dengan pipi Alvero.
Teo yang berada di samping Alvero langsung menarik kerah Alvero untuk menjauh dari kesayangannya.
'Musnahin bumi aja apa ya biar gak bagi bagi?' - batin Teo yang menatap tajam Alvero
"Baginda tolong maafkan kesatria mu ini" Ucap Kai si raja drama sambil sujud di depan Vanca
"Ih gilanya teman ku ini" Ucap Vanca sambil berajak dari duduk nya untuk pindah ke samping Noel
"Coba liat pipinya yang di tempelin monyet bekantan" Ucap Melvino yang langsung mendapat bantal melayang dari Alvero
KAMU SEDANG MEMBACA
vanca
Teen Fictionawal nya dia hanya ingin merokok dipinggir jalan untuk melepas semua bebannya tapi kenapa tiba tiba dia ada di kamar? dan kenapa rumah nya beda bahkan keluarganya beda dia dibuang atau keluarga nya operasi plastik jadi beda gini? Bukan bl🙂
