Sudah dua hari setelah kejadian foto yang membuat ana menangis histeris hingga pingsan lian tidak di izinkan untuk masuk ke ruang rawat inap ana, bahkan awalnya ana juga melarang lian untuk melihat anaknya sebelum akhirnya luluh memperbolehkan lian untuk sekedar melihat anaknnya meski dari jauh.
Setelah keluarga tau tentang foto itu mereka memilih tak membahasnya dulu, melihat ana pun sudah mulai tenang. Dan walaupun lian tidak di izinkan masuk ke ruang tempat ana di rawat untuk menemaninya tapi lian selalu datang dan duduk di depan ruang ana agar tetap dapat menemani istri dan anaknya.
Saat lian sedang melamun dikursinya, tiba2 ayahnya menepuk pelan bahu lian, Lalu ia berkata...
"Ayah percaya sama kamu karena kamu anak ayah li, tapi jujur ayah kecewa sama kamu. Sekarang seberapa keraspun kamu berusaha kalo kamu sendiri saja tidak mengingat apapun tentang kejadian malam itu sama saja istrimu tetap tidak akan percaya sama kamu" ia menatap sedih kepada putranya itu ia tau anaknya salah tapi walau bagaimanapun lian tetaplah anaknya dan jika bukan org tuanya sendiri yang percaya siapa yang akan percaya omongan lian yang tanpa bukti itu.
"M-maafin lian yah, lian janji bakalan nyari bukti secepatnya. Lian gasanggup harus jauh dari istri dan anak lian sendiri yah" ucap lian mulai sedikit berkaca"
"Iya li ayah doain semoga secepatnya masalahnya selesai ya, maaf untuk pukulan tempo hari ayah benar2 sedang kesal sampai menggunakan tangan kepadamu" ucap ayah lian mulai merangkul anaknya..
"Ayah boleh tanya?" Ucapnya lagi yg dibalas dengan anggukan oleh lian
" kenapa kamu gabilang ke ayah saat mau menghadiri acara itu? Kamu sendiri kan tau ibu rengganis mengincar kamu dan dia punya 1001 cara untuk mendapatkan apa yg dia mau. Jangan gegabah li kita gatau cara licik apa yg bakalan mereka lakukan" ucap ayah lian menasehati anaknya
"Maafin lian yah, lian hanya gamau semua org yg lian syg hancur karena lian. Sehingga lian memilih diam2 datang agar dapat melindungi ayah dan sekalian juga berencana mau mencari cara untuk tetap menjaga rumah tangga lian" ucap lian lagi2 ia sudah gegabah mengambil keputusan.
"Iya ayah tau, tapi kamu tidak akan bisa melawan bu rengganis sendirian nak. Dia terlalu licik kan ayah sudah pernah bilang kamu tenang aja ayah akan urus semuanya tapi kamu harus sabar" ucap ayahnya lagi dan akhirnya lian hanya bisa terus meminta maaf kepada ayahnya ...
■■■
2 jam berlalu lian masih saja terduduk didepan ruangan istrinya. Tak lama setelah itu lian melihat ibunya datang ia langsung bangun dan menyalami ibunya walaupun tatapan yang ia dapat adalah tatapan dingin. Sebelum ibunya masuk lian menahan tangan ibunya dan berkata...
"Bu, boleh tolong fotoin ana lian kangen sama istri lian bu? Lian mohon bu lian bener2 pengen liat istri lian" ucapnya yang tak mendapatkan jawaban apa2 dari ibunya..
Ibu yati perlahan melepas cekalan tangan anaknya, ia berlalu masuk.. lian pasrah ia berharap semoga hati ibunya terbuka untuk mengabulkan permintaan lian tadi..
Mertua lian sampai saat ini tak mengatakan apapun, mereka hanya terus diam tidak memarahi lian tidak juga membela lian. Mereka hanya fokus pada putrinya dan cucunya. Mungkin papa dan mama ana tidak ingin ikut campur terlalu jauh karena masalah yang terjadi juga belum tentu 100% benar jadi biarlah mereka fokus untuk kesembuhan ana terlebih dahulu, karena dibandingkan bayinya keadaan ana lebih mengkhawatirkan. Dokter mengatakan besok sore bayi mereka sudah bisa dibawa ke ruang ana di rawat yang artinya bayinya sudah mulai stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Head Over Heels
RomanceSatu orang cukup tepat jika dia jelas, berani dan tegas. Kalo cuman bikin bingung mending skip deh!
