Lian baru saja tiba di rumah sakit, dengan segera ia menuju ke bagian Poliklinik Kandungan atau Poliklinik Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Saat sedang berjalan dilorong rumah sakit, ia dapat melihat ana duduk sendiri sambil mengelus pelan perut buncitnya..
"Syg, masih nunggu giliran?" Tanya lian tepat saat ia ada di depan ana sambil mengelus pelan kepala ana yg tertutup hijab yang sedari tadi masih menunduk tak mau menatap lelaki yg skrg sudah berada di hadapannya ini.
Ana hanya mengangguk pelan, ia tak mau melihat ke arah lian karena bisa dipastikan pertahanannya akan runtuh jika langsung menatap mata itu. Sedari tadi ia duduk disana terus memikirkan nasib rumah tangganya, ia sempat sedih ketika melihat ibu2 hamil lainnya disana setia di temani oleh suaminya masing2, sedangkan dia?
Lian menghela nafasnya pelan, ia tau saat ini ana pasti masih tak mau berbicara dengannya. Lalu lian mendudukan dirinya disamping ana, ia berusaha meraih tangan ana dan mengelusnya pelan memberikan kekuatan.
Ana tak menolak, namun ia tak menoleh sama sekali. Hatinya masih sedikit sensitif dan mudah merasa sangat sedih.
"Atas nama ibu salma anatasya" ucap seorang perawat yang memanggil nama ana
Mendengar namanya dipanggil ana sontak langsung bangun karena sudah gilirannya, lian pun sigap mengikuti ana..
Saat ini ana sedang diperiksa dengan lian yang setia menemani disampingnya...
Setelah pemeriksaan, kini ana dan lian sedang duduk berhadapan dengan dokter karna ada beberapa hal yg akan disampaikan..
"kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Berat badan ibu naik sesuai dengan grafik pertumbuhan yang normal, tekanan darah stabil. Janin juga menunjukkan perkembangan yang baik, dengan detak jantung janin terdengar normal dan posisi janin sudah mulai turun ke jalan lahir. tetap jaga pola makan sehat, cukup tidur, serta melakukan senam hamil untuk mempersiapkan proses persalinan yang lancar ya bu" ucap dokter ramah membuat senyum dibibir lian dan ana mengembang sempurna...
"Terimakasih dok, sampai jumpa nanti ya dok" ucap lian menjabat tangan dokter tersebut bergantian dengan ana.
Setelahnya mereka langsung pamit, dan keluar dari rumah sakit.. saat diparkiran..
"Aku anterin pulang syg, kamu ada apa mau dibeli dulu ga?" Tanya lian sambil membuka pintu mobil untuk ana.
Ana menatap lian sekilas, namun akhirnya ia pasrah masuk kedalam mobil sambil menggeleng pelan.
■■■
Lian baru saja kembali dari kantor saat adzan magrib berkumandang, ia langsung menuju ke kamar untuk menunaikan sholatnya. Namun langkah nya terhenti saat membuka pintu kamarnya dan melihat ana sedang duduk di atas sejadah menunggu adzan selesai..
Ana sekilas tersenyum sangat tipis ke arah lian.. lian yg paham langsung menuju ke kamar mandi untuk berwudhu ia ingin berjamaah bersama istrinya...
Setelah melaksanakan sholat, lian langsung mengadahkan tangannya untuk berdoa dan tentunya ana dibelakang mengaminkan segala doa yang dipanjatkan suaminya...
Lian berbalik lalu ana menyalimi tangan lian yang dibalas dengan kecupan dikeningnya. Air mata ana lolos ia sangat bimbang skrg banyak hal yg ia pikirkan dalam satu waktu..
Setelah mencium kening ana, lian menatap wajah istrinya yang sudah dibajiri air mata itu. Perlahan lian menghapus air mata yg terus jatuh dipipi istrinya... lalu ia kecup dua mata itu..
KAMU SEDANG MEMBACA
Head Over Heels
RomanceSatu orang cukup tepat jika dia jelas, berani dan tegas. Kalo cuman bikin bingung mending skip deh!
