Setelah kejadian itu, lian semakin sering datang ia juga mengatakan takkan pernah menyerah sampai ia mendapatkan kepercayaan istrinya lagi..
Dan ana ia tetap menghargai perjuangan yang lian lakukan dengan tidak menolak segala hal yg lian lakukan kecuali untuk kembali percaya dan tinggal bersama..
Senin, 16.30
tok tok tok...
"Assalamualaikum" ucap lian tersenyum saat ana membuka pintu rumah, ana mempersilahkan lian masuk dan meletakkan barang bawaan lian yg sudah pasti untuk kai dan ana beserta keluarganya... laki" itu baru saja pulang dari kantor dan langsung menuju kerumah ana untuk melihat anak dan istrinya..
Selasa, 16.30
"Assalamualaikum" ucap lian lagi tersenyum ketika melihat istri, anak dan ibu mertuanya sedang duduk santai didepan rumah sore ini... lian diminta untuk mencuci tangan dsb terlebih dahulu sebelum menggendong kai, bayi mungil yang kian hari semakin bertambah gembul.. membuat semua org kian gemas.
Rabu, 16.00
tok tok tok... lian menjeda ketukannya..
tok tok... ia kembali mengetuk sampai akhirnya mendengar suara derap langkah mendekat ke arah pintu...
"Ass- salam" ucapan salam lian terjeda melihat penampilan ana sedikit acak"an. setelah membuka pintu pun ana langsung meninggalkan lian karena kembali mendengar suara tangis kai.. hari ini lian pulang lebih cepat sehingga langsung menuju kesini tapi sepertinya hari ini kai sedang rewel sehingga membuat ana sedikit kewalahan namun ternyata kedatangan lian hari ini sedikit membantu karena bayi mungil itu seketika langsung meredakan tangisnya ketika sudah berada dalam pangkuan sang ayah.
Kamis..
Jum'at..
Sabtu..
Minggu...
lian selalu datang kerumah orang tua ana setiap pulang kerja, ia tak pernah absen sekali pun walau sedang dalam keadaan lelah, karena ketika ia merasakan sangat lelah ia perlu merecharge energinya walaupun hanya dengan melihat anak dan istrinya saja..
08.00,
Karen hari libur, pagi2 lian sudah berdiri didepan rumah org tua ana menunggu pintu dibuka kan untuknya. Setelah pintu terbuka lian langsung menuju ke taman dibelakang rumah, dimana ana sedang menjemur anaknya setelah melihat lian ana langsung memberikan kai kepada lian ia paham bahwa lian pasti ingin ikut dalam berbgai hal yg berhubungan dengan perkembangan kai. Sikap ana pun belakangan ini mulai melunak rasanya ia ingin melupakan sebentar permasalahan rumah tangganya dengan lian walaupun semakin dicoba untuk lupa semakin terbayang bahkan disetiap malam tidurnya..
Senin, 16.30
Ana keluar dari kamarnya sejak tadi tidak ada pertanda lian akan datang.. namun jujur saja ana masih menunggu mungkin sebentar lagi..
16.45,
17.00,
Ana kembali melirik jam dikamarnya, kai sedang tidur di boxnya lalu tiba" ana mendengar suara rengekan kai, ana pun langsung menggendong kai yg sebentar lagi sepertinya akan menangis..
Dan benar saja saat sudah dalam gendongan ana kai mengucek matanya kesal, lalu bibirnya manyun dan sedetik kemudian suara nyaring tangisan kai memenuhi kamar ana...
Huaaaa oeeee aaahkkk, mammamamamamam huaaaa oeeee hehehehekkk
Ana mempupuk kai pelan sambil terus mengayun2kan kai agar berhenti menangis.. namun sepertinya cara itu sama sekali tidak mempan.. kai semakin histeris ia bahkan sudah bergerak menggeliat memberontak dalam gendongan ana...
Ana kebingungan, saat ini ia hanya berdua dengan kai dirumah karena papa dan mamanya sedang kerumah kerabatnya, dan art dirumahnya juga sedang keluar karena ada keperluan. Tadinya ana tidak terlalu khawatir karena ia yakin lian pasti datang, namun...
18.30,
ana melirik jam didinding kamarnya lagi dan benar saja tidak ada pertanda bahwa lian akan datang..
ana membawa kai keluar dari kamar lalu mengajaknya untuk berkeliling di dalam rumah, berhasil suara tangisan menggelegar kai perlahan mulai berhenti namun rengekannya masih terdengar, ana bersyukur setidaknya kai tidak histeris seperti tadi lagiii..
KAMU SEDANG MEMBACA
Head Over Heels
RomanceSatu orang cukup tepat jika dia jelas, berani dan tegas. Kalo cuman bikin bingung mending skip deh!
