saat ini kai sudah mulai bisa berjalan dan berbicara. Sempat terjadi perdebatan di antara lian dan ana perihal kata pertama yg diucapkan kai berbeda dengan bayi" pada umumnya. Jika bayi lain akan lebih dulu bisa memanggil mama, tidak dengan kai iya lebih dulu bisa menyebutkan kata papa.
Hal tersebut sempat membuat ana uring uringan, pasalnya Ia kesal kenapa kai selalu lebih condong ke lian dibandingkan dirinya.
"Masih marah?" Tanya lian saat masuk ke kamar pasalnya tadi saat ana marah lian memilih membawa kai keluar dari kamar..
ana menghembuskan nafasnya pelan..
"Maaf ya mas. Masalah sepele gini aja jadi aku besar2in" ucap ana
Lian mendekat ia duduk di samping ana.. ia elus pelan kepala istrinya itu.
"Gakpapa syg. Perasaan kamu itu valid kok" lian menarik ana kedalam pelukannya..
"Kai kayanya emg tim kamu deh. Dia sama sekali gapeduli sama aku" ucap ana dramatis
"jangan ngomong gitu. Diseluruh dunia ini kamulah org yg paling dia butuhin" ucap lian akhirnya membuat ana mengangguk pelan dalam pelukannya..
Mereka sama2 terdiam larut dengan pikiran masing".
"Makanya ayo bikin lagi, biar kamu punya tim" ucap lian tiba2..
"Aduh aduhhh, sakitt ampun syg" ucap lian lagi karena ana sedang mencubit perut lian saat suaminya mengatakan itu tadi.
"Abisnyaaa nyebelin" ucap ana sambil mengusap2 bekas gigitannya diperut lian...
"Eh mas, kai mana?" Ucap ana tiba2 teringat anaknya
"Itu diluar lagi main sama mbak, tadi aku titipin" ucap lian
"Dia lagi main apa mas?" Tanya ana penasaran "Ayo liat" lian menarik ana agar keluar untuk melihat kai yang sedang bermain
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Loh sendirian itu dia" ucap ana sedikit berbisik pasalnya ia melihat kai sedang asik bermain dan tak ingin mengganggu
"sssttt, udh biarin aja kayanya mbak lagi sibuk dibelakang. Dia lagi asik sendiri Kita liatin aja" ucap lian juga ikut berbisik...
30 menit berlalu, kai sudah menyelesaikan mewarnai gambarnya...
Ketika ia menyadari papa dan mamanya berada di sofa, dengan tertatih kai menghampiri kedua org tuanya untuk memperlihatkan hasil karyanya...
"Papaaaa mmmaama iatt" kai menunjukkan gambar kepada lian dan ana
"Wahh bagus banget syg, pinter anak papa"ucap lian membuat kai kegirangan, seperti manusia pada umumnya kai begitu senang ketika dipuji.
"Mmmaaa" ucap kai mengambil gambarnya dari lian dan menyerahkan kepada ana..