" aku cinta banget sama kak lian, hiks" ucap rena dengan suara yg sendu dan mulai mengikis jarak antara dia dan lian
Sejak tadi rena datang ke kantor lian, ia menumpahkan segala perasaan, kesedihan serta kesakitan kepada lian ia terus menyampaikan segalanya sampai membuat lian terdiam..
Rena semakin dekat, dan perlahan ia memeluk lian erat walaupun tak ada balasan apapun dari lelaki itu..
Lian bingung, ia ingin menolak dan
membantah semuanya namun tangannya terasa kelu dan ia juga belum memiliki bukti kuat apapun untuk membatah segala perkataan rena..
Namun tiba2....
Seseorang masuk langsung menarik rena dari pelukan lian, ia menghempaskan rena dari cekalannya.. lalu menampar perempuan itu..
PLAK!!!
Lian yang tampak terkejut tak mengucapkan apa2 ia terkejut melihat ana, istrinya...
"Sayang... k-kamuu" lian mencoba memanggil ana yg sedang menatap rena dengan tajam, kilatan amarah terlihat di mata ana..
"Dasar pembohong, perempuan jahatt!!" Ucap ana membuat rena kian terpancing..
"Lo apa2an sih? Datang2 kasar gini?" Ucap rena mendorong bahu ana ..
Ana tertawa miring, lalu ia kembali mendorong bahu rena...
"Denger ini baik2 ya rena, kamu itu pembohong. Cara kamu mendapatkan suami aku sangat menjijikan, menjebak dia saja itu sudah sangat menjijikan, apalagi kamu menjebak dan memfitnah suami aku, aku sudah tau semuanya dan aku gak akan tertipu lagi dengan muka lugu kamu itu, kamu benar2 jahat dan cara kamu sangat murahan rena!!!" Ana menekan setiap kata2 yg keluar dari mulutnya bahkan ia menatap rena dengan tatapan tajam dan genangan air mata yg sudah menumpuk, namun kalaupun ia menangis sekarang itu bukan tangis kesedihan namun tangisan kecewa dan kemarahan.
rena membelalakan matanya, ia ingin menampar ana namun dengan cepat wanita itu menahan tangan rena...
"Sadar rena , disini kamu yang salah jadi jangan berani2nya kamu nampar aku dengan tangan kotor kamu itu" ucap ana mengintimidasi..
Rena sedikit melawan, ia berontak ingin melepaskan cekalan tangan ana, ia lalu menatap ke arah lian yg sedari tadi hanya diam menyaksikan pertengkaran mereka...
"Kak, tolongin tanganku sakit banget" ucap rena manja ia merasa mendapatkan lampu ijo ketika tadi lian sama sekali tak menolak pelukannya, kini dalam pikirannya tak masalah jika ana sudah tau semuanya asalkan lian tetap mengakui bayi dalam kandungannya adalah anak lian.
Ana ikut menoleh menatap lian, ia ingin melihat respon suaminya itu...
"Sal.. lepasin ya" ucap lian pelan sambil perlahan mendekat ke arah mereka, ana menatap tak percaya atas ucapan yang keluar dari mulut suaminya itu. Rena tersenyum miring merasa menang, namun...
Lian menggenggam tangan ana, melepaskan cekalan ana terhadap tangan rena. Lalu ia berkata...
"Lepas sayang, aku gamau tangan kamu kotor karena udh megang tangan dia" setelah mendengar ucapan lian ana seketika merenggangkan cekalannya perlahan hingga melepaskan tangan rena.
"Kak lian? Kamu tega banget ngomong gitu ke aku, aku lagi hamil kak dan ini anak kamu" ucap rena drama
"Dari awal kamu ngaku juga aku gapercaya kalau itu anak aku, kamu jangan berpikir karena dari tadi aku diam aja kamu nganggep aku udh percaya?" Ucap lian membuat rena menatapnya tak percaya..
"Cukup ren, aku udh capek banget sama semua drama kamu. Kamu jangan selalu merasa paling tersakiti dipanggung sandiwara yang kamu ciptakan sendiri, aku udh muak dan lelah. Semua perasaan kamu ke aku sudah tidak tulus lagi tapi sudah menjadi obsesi sehingga menghalalkan segala cara. Tapi satu yg harus kamu tau aku akan selalu memperjuangkan rumah tangga aku, karena aku hanya mau bersama org yang aku cintai yaitu ana dan anak aku" ucap lian panjang lebar, membuat air mata rena turun kian deras... setelah mengucapkan itu lian langsung menarik tangan ana dan membawa istrinya pergi dari sana meninggalkan rena seorang diri...
"Aaarrghhh, SIALAN... hiks hiksss" rena bertariak dan terus menangis..
Ting!
Satu pesan masuk, rena langsung membuka pesan tersebut namun setelahnya ia semakin histeris mendapatkan kabar yang sama sekali tak pernah terbayangkan...
"Aaaaarrghh, mama hiks hiks. Aku harus gimana sekarang. Siapa yg bakalan nolongin aku ma hngggss hiks" ucap rena tersedu sedu..
🚗🚗🚗
Disisi lain...
Sedari tadi lian dan ana sama" diam didalam mobil, hingga...
"Sayang..." panggil lian membuat ana menoleh
"Iyaa, aku tau kamu pasti butuh penjelasan atas semua yg terjadikan?" Ucap ana membuat lian mengangguk pelan
"Oke aku tau semua dari fredo, dia nyeritain semua kejadian dari awal dan dia juga nyeritain sampe ke tentang anak yg dikandung rena yg sama sekali tidak ada sangkut pautnya sama kamu mas" ucap ana membuat senyum terbit dibibir lian ia segera meraih tangan ana dan mengelusnya pelan.
"Maaf" ucap ana membuat lian menyerngitkan dahinya...
"Maaf, kalo aku sempat ga percaya dan nyuruh kamu bertanggungjawab atas segala hal yang bahkan gapernah kamu lakukan mas" ucap ana mulai berkaca"
"Maaf karena udh lebih memilih menyerah padahal kamu berjuang sendiri hnnggss" ana mulai meneteskan air matanya...
"Maaf setelah mengatakan percaya tapi aku tetap menyuruh kamu pergi" ana menatap lian disampingnya
"Maaf sudah memisahkan kamu dan kai dari sejak ia lahir, hiks hiks" ana menundukkan kepalanya ia merasa bersalah apalagi ketika menatap mata lian yg penuh ketulusan...
Lian langsung menarik ana kedalam dekapannya, melabuhkan banyak kecupan diatas kepala istrinya berharap dapat memberikan sedikit ketenangan.. ana semakin terisak melihat respon lian yang sama sekali tak mempermasalahkan sikapnya selama ini..
Saat ana sudah sedikit lebih tenang barulah lian mulai menjalankan mobilnya.. saat sedang larut dalam pikirannya masing tiba" saja lian mendapatkan pesan dari aro yg memperlihat kan berita tentang penangkapan rengganis,
Rengganis terkena kasus penyelewengan kerjasama antar perusahaan. termasuk perusahan ayah lian. Mama rena menyalahgunakan wewenang dalam kesepakatan bisnis yang merugikan banyak pihak, ia memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri.
Lian tak merespon apapun, ia tak ingin mengganggu suasana hati ana. Biarlah ia beritahu ana ini nanti saat mereka sudah dirumah.
______......._______
Saat sudah sampai di depan rumah ana mereka berjalan beriringan, lian yang peka segera menggenggam tangan ana. Namun saat sudah sampai didepan pintu rumahnya ana menghentikan langkahnya membuat lian ikut menghentikan langkahnya...
Ana menarik nafas dalam, lalu menatap lian disampingnya ia memberikan senyuman tulus kepada suaminya lalu menganngguk pelan..
Begitu pintu rumah terbuka lian dan ana langsung menuju ruang keluarga dimana disana ada kai dan abil yang sedang bermain..
"Bil..." panggil ana membuat abil menoleh lalu sedetik kemudian senyuman abil terbit saat melihat lian berada disamping ana...
Abil bangun menggendong kai yang sedang tengkurap.. lalu ia menyerahkan kai kepada lian sambil berkata...
"Nih kak, dari tadi dia nungguin kakak sama ana balik. Udh kangen org tuanya banget nih kayanya" ucap abil membuat lian tertawa pelan dan langsung mengambil kai untuk ia gendong..
"Aku pamit ke kamar dulu ya na, happy for you" ucap abil berlalu, ia ingin memberikan waktu lebih banyak kepada sepasang suami istri yang baru saja kembali bersama itu..
######
Selamat membaca guys, Kita udh mau menuju ending nih. terimakasih buat kalian yang udh mau ngevote dan comment luv. <3
KAMU SEDANG MEMBACA
Head Over Heels
RomansaSatu orang cukup tepat jika dia jelas, berani dan tegas. Kalo cuman bikin bingung mending skip deh!
