Bersama

479 44 1
                                        

setelah kejadian kemarin, kini keluarga mereka semua berkumpul. Termasuk ayah dan ibu lian. Ana dan lian mulai menceritakan semuanya sampai dengan kejadian kemarin.

"Maafkan papa ya li, sebenarnya dari awal papa memang percaya sama kamu. Tapi kembali lagi, papa dan mama memutuskan tidak ikut campur sama sekali agar kalian dapat menyelesaikan dan mengambil keputusan untuk masalah ini sendiri" ucap papa denis membuka pembicaraan

"Iya pa, lian tau. Seharusnya lian yg minta maaf terlepas dari semua kebenaran yang terungkap tetap aja lian udh menyakiti ana pa" ucap lian membuat denis menepuk bahu menantunya pelan dan tersenyum..

Ana yang duduk disamping lian ikut tersenyum, kemudian ia mengalihkan tatapannya pada art dirumahnya yang sedang membawa kai.. lalu ana langsung mengulurkan tangannya untuk menerima kai ke dalam pangkuannya...

Namun, bayi berusia 6 bulan tersebut malah mengarahkan tangannya ke arah lian. Sepertinya ia ingin dipangku oleh papanya.. lian dengan senang hati langsung menerima uluran tangan anaknya dan ia pun langsung memangku kai sambil mencium pipi
Gembul anaknya itu...

Semua org didalam ruangan itu tertawa melihat wajah cemberut ana...

"Kayanya aku mulai tersingkirkan deh" ucap ana

"Haha, Kan dia selama ini selalu sama kamu, kangen sama papanya itu" ucap papa denis

"masa sama suami sendiri cemburu sih na" mama lita ikut menimpali membuat ana semakin cemberut..

Lian hanya ikut tertawa kecil, sebelah tangannya terangkat mengelus kepala ana yg berada disampingnya dengan pelan..

"iyaaaa, yadeh maaf bukan cemburu tapi sedih aja. Udah ngulurin tangan malah ga diterima" ana menunduk lesu

Mereka semua kembali tertawa, membuat bayi kecil didalam pangkuan lian menatap bingung terhadap orang" dewasa yang berada disana.

"Kai udh mulai mpasi kan nak?" Tanya ibu lian kepada ana..

"Iya bu, mulainya dari besok. Hehe doain ya"ucap ana membuat ibu lian tersenyum..

"Pasti syg. Aduuuu lucunya cucu nenek semakin gembul, semakin lucu" ucap yanti merasa gemas melihat cucunya.

"Cucu kakek juga ya, enak aja cuman nenek"ucap ayah lian menimpali kian menambah gelak tawa diruangan tersebut sampai bayi mungil itupun ikut tertawa sambil menepuk2 tangannya bahagia walaupun jelas ia belum paham apa yg dibicarakan para org tua itu.

Setelah menghabiskan waktu diruang keluarga tersebut mereka semua melanjutkan makan siang bersama dan setelahnya kedua org tua lian pamit. Namun sebelum kedua org tuanya benar" pulang lian dan ayahnya sempat berbincang di taman membahas perihal kasus rengganis.

Dan benar seperti dugaan lian, ayahnya lah org yg membuat rengganis tertangkap.

Flashback

"Maaf kalo ayah terlalu lama li, tapi ayah sudah pernah bilang bahwa ayah tidak akan pernah membiarkan wanita licik seperti dia menyakiti org2 yang ayah sayang"

Flashback off

Ayah aron benar" membuktikan ucapannya.

######

"Dia kok bisa lucu gitu ya syg" ucap lian yg sedang duduk disamping ana sambil menaruh dagunya di bahu ana menikmati pemandangan ana meng-ASIhi anaknya.

"Ya karena dia bayi mas. Emg lucu dan dia juga gembul makanya bikin gemes, yakan Nak?" Ana berbicara sambil menahan rasa gemasnya.

Head Over HeelsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang