head over heels (end)

596 43 0
                                        

lian menyetir sambil sesekali melihat ke arah istrinya yg sedang melamun. Sejak tadi tak ada obrolan apa2 diantara keduanya bahkan sekarang kai sudah tertidur nyenyak didalam pangkuan sang ibu.

"ehkkemm, sayang kamu ada mau beli apa lagi gitu?" Ucap lian mencoba memecah keheningan

Namun ana hanya menggeleng pelan membuat lian kembali terdiam .. akhirnya lianpun memilih untuk tak melanjutkan usahanya melihat wajah istrinya semakin sendu. Mungkin nanti saat mereka dirumah lian akan mengajak ana untuk berbicara empat mata.

####

disisi lain...

"bu.. nih" panggil reza menghampiri sambil membawakan teh hangat untuk ibunya...

"Makasih nak" ucap ibu yanti tersenyum menerima teh yang diberikan anaknya..
"ibu oke?" Tanya reza membuat yanti mengangguk pelan namun ragu
"ibu nyaman sama keadaan yg kaya gini?" ucap reza lagi membuat senyum ibunya perlahan sirna
"Ibu" reza berucap sambil menggenggam tangan ibunya lalu menatap wanita didepannya ini yg sangat ia sayangi bahkan lebih dari apapun ...

"Selama ini aku gapernah ikut campur dalam urusan apapun karena menurut aku keputusan atau jalan yg ayah dan ibu pilih selalu terbaik untuk aku dan lian, tapi kali ini? apa ibu ga merasa bahwa selama ini ibu sendiri yg menciptakan keadaan yg menyesakkan ini" reza lagi2 berbicara sambil menatap lekat mata ibunya.

"hmmmhhh, ibu gatau nak. Ibu sebenarnya juga bingung harus bersikap gimana" ucap ibu yanti
"ibu ga mesti harus mikir mau bersikap gimana, tetap jadi diri ibu sendiri ikhlas terhadap apa yg sedang di hadapi tanpa menyalahkan siapapun tanpa menjadi kan orang sebagai pelampiasan atas ketidakterimaan ibu. Bu selama ini kita tau ana dan keluarganya itu org baik kan? ibu sendiri yg bilang ke aku org tua ana gak pernah sekalipun menghakimi lian walaupun saat itu banyak sekali permasalahan rumah tangga mereka yg berasal dari lian. Kalau masalah sikap ana menurutku wajar bu karena istri mana yg sanggup bertahan dalam keadaan seperti itu, jangan memungkiri itu semua hanya karena ibu tidak memiliki anak perempuan, bukannya ibu sayang banget sama ana seperti anak perempuan ibu sendiri?" Baru kali ini reza berbicara panjang lebar berusaha menyadarkan ibunya agar tak menutup hatinya dengan kebencian tanpa alasan.

Ibu yanti hanya menatap reza dengan tatapan sendunya, ia mulai meneteskan air matanya...

Reza mempererat genggaman tangannya lalu berkata lagi...

"Ibu udh ya? aku rasa udh cukup waktu untuk ibu bersikap seperti ini sudah hampir 2 tahun bu. Kesian lian dan istrinya, biarkan ayah bertanggungjawab atas apa yg ia lakukan ya bu? Walaupun memang tidak sepenuhnya salah ayah tapi tetap saja ayah turut ikut dan harus membayar apa yg telah dilakukannya, aku janji akan mencoba membantu ayah diringakan keluar secepatnya tapi untuk sekarang biar ayah membayar perbuatannya dulu ya bu. Enggaka akan ada yg menjudge ayah nantinya, kita semua tetap bakalan sayang ayah dan mencoba bangkit bersama2 lagi, termasuk lian dan istrinya. ibu ayo kembali kita gamau kehilangan ibu karena ayah pun skrg lagi ga sama kita. Maafin kita semua ya bu, kita sayang banget sama ibu dan ayah" ucapan reza kali ini berhasil membuat yanti semakin menangis tersedu2 dan masuk dalam pelukan putranya..

"Maafin ibu juga nakk? Hnggsss hiks hiksss. Ibu salah maafkan ibu, ibu juga akan minta maaf sama lian dan ana. Ibu bener2 menyesal hiks hksss henghsss" ibu yanti menyesali sikap nya selama ini, kini ia sadar tak seharusnya ia bersikap seperti itu karena tidak satu org pun di antara mereka yg menginginkan hal tersebut terjadi ...

*****

dua hari berlalu ...

karena weekend lian dan kai sedang bermain diruang tengah.. sedangkan ana sedang berada di dapur menyiapkan sarapan mereka ..

Head Over HeelsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang