dua minggu berlalu, keadaan ana sudah semakin membaik bahkan kini ia sudah diperbolehkan untuk di jenguk teman2nya...
dan yahh...
Ruangan ana hari ini diramaikan dengan kedatangan teman2nya yg datang mengjenguk ana dan bayinya.. hubungan ana dan lian sedikit ada kemajuan karna kini ana tak melarang lian untuk masuk keruangannya lagi, ia tak ingin melarang seorang ayah yang ingin melihat perkembangan anaknya.
Kini abil, aro, dimas, nopi dan fredo sedang menatap gemas secara bersamaan bayi ana dan lian yg sedang tertidur dalam box bayinya. Mereka tersenyum melihat bayi mungil yg sedari tadi tidak terganggu sedikit pun dengan kehadiran mereka, bahkan bayi itu hanya menggeliat lucu sesekali.
Ana tersenyum melihat teman2nya yang tampak gemas kepada bayinya..
"Mirip ka lian banget, ana cuman kebagian hikmahnya doang" ucap abil asal ceplos
"Iya, mirip ka lian bangettt mana babynya cowo lagi udhlah na lo kebagian hamil sama muntah2nya doang" timpal nopi makin membuat ana mengerucutkan bibirnya..
"Pasti lian lebih banyak usahanya nih" ucap dimas menimpali
Teman2nya terus bersautan, kecuali lian dan aro yg hanya terdiam tak berani ikut dalam pembicaraan takut2 ana semakin kesal.
Lian hanya tersenyum menanggapi perkataan teman2nya, fredo pun lebih banyak diam dibandingkan biasanya ia langsung kembali duduk di sofa tak ikut menimpali omongan teman2nya...
■■■■
Sore ini lian baru saja kembali dari apartemen mereka mengambil barang2 ana yg diperlukan, saat masuk keruangan ana, lian melihat ana sedang memakan bubur nya disuapi oleh ibu lian... lian sedikit bersyukur beberapa hari ini ana sikapnya sudah tidak dingin lagi walaupun belum dimaafkan. Ana juga masih mau berinteraksi dengan kedua org tua lian, ia bersyukur ana tidak ikut membenci ibu dan ayah lian.
Saat sedang melihat pemandangan yang menghangatkan hatinya itu, tiba2 pintu ruangan ana diketuk dengan keras.. lian bergegas membukanya karena menganggu ketenangan mereka..
Saat membuka pintu betapa terkejutnya lian melihat seorang wanita dengan penampilan yg sangat mengkhawatirkan mata sembab dan penampilan acak2an.
"Rena..." ucap lian lirih
"Kamu ngapain kesini?" Ucapnya lagi lian terkejut melihat rena datang dalam keadaan tak karuan..
Rena langsung menyelonong masuk, lian yg terkejut tak sempat menahan rena lagii.
"Ana... gimana keadaan lo?" Ucap rena saat ini ia berdiri tepat didepan brankar ana yg sedang dalam posisi duduk karena baru saja menyelesaikan makannya bersama ibu lian...
Ana dan ibu yanti sedikit terkejut melihat rena datang tiba2 dan dalam keadaan seperti itu.
"Na..." ucap rena lirih
Raut wajah ana masih terlihat sangat dingin, setelah rena mengirimkan foto saat itu ana langsung memblokir nomor rena di hp nya.
Lian sudah ikut berdiri disana, semuanya bingung melihat rena, apa yg akan ia lakukan..
"G-gue hamil na, anaknya ka lian" ucap rena berhasil membuat detak jantung ana seakan berhenti saat itu juga..
Degh!
Ibu yanti terkejut langsung menutup mulutnya tak percaya, begitupun dengan ana satu bulir air mata berhasil jatuh dipipi ana..
"Kamu apa2 an re?" ucap lian marah
"Apanya yg apa"an ka? Kurang jelas hah? Aku hamil dan ini anak kamu hiks hiks" ucap rena sambil menangis
"Ikut gue" ucap lian akan menarik tangan rena ia tak mau rena membuat keributan dan mengganggu kenyamanan istrinya..
"Gamau ka, ana harus tau. Na gue hamil dan ka lian harus tanggung jawab" ucap rena lagi kini ia sedikit memberontak, untung saja bayi ana dan lian sedang dibawa keruang observasi untuk terakhir kalinya, kalau tidak mungkin sudah sedaritadi ana mengusir perempuan pengganggu ini..
Ana sudah menangis dalam pelukan ibu lian, ia terlalu sulit mencerna semua ini terlalu tiba2 namun disatu sisi melihat keadaan rena sekilas ana percaya perkataan perempuan itu dan disisi lainnya kekuatan cintanya masih percaya pada suaminya..
"KA LEPASIN ANA HARUS TAU, DAN KAMU HARUS TANGGUNGJAWAB!!!" ucap rena lagi sambil berteriak..
PLAK!!!!
ibu lian yg sedari tadi diam saja memeluk ana, kini satu tamparan mendarat dipipi mulus rena..air mata menggenang dipelupuk matanya dengan tatapan tajam dan kecewa bu yanti berkata...
"Wanita tidak tahu diri, pantaskah kamu bersikap seperti ini? Kalaupun ia kamu mau meminta anak saya bertanggungjawab setidaknya selesaikan dulu masalah kalian berdua kenapa mesti datang kesini dan menyakiti menantu saya, dan (ibu yanti menunjuk tepat dimuka rena) belum tentu kamu hamil karena anak saya jadi berhenti bersikap seolah2 paling tersakiti dan pergi dari sana sebelum saya panggil security untuk membawa kamu keluar secara paksa" bu yanti langsung beralih menatap lian...
"Kamu juga, ibu ga nyangka kamu sudah sejauh ini lian. Ibu kecewa" ucap yanti lalu kembali memeluk ana..
Lian tak mengucapkan apapun lagi, karena apapun kebenarannya sekarang dia berada pada posisi yang terpojok. Ia tak boleh gegabah daripada menjelaskan tanpa bukti lebih baik ia menyelesaikan ini dengan rena terlebih dahulu.. lian langsung kembali menarik rena pakda dan membawa perempuan itu pergi dari sana...
Ana kembali menumpahkan tangisan pilu nya, baru saja ia ingin mencoba menerima lian ternyata badai yg lebih besar datang.. ia tak pernah menyangka rumah tanggannya akan sedrama ini...
■■■
Disisi lain lian terus menarik tangan rena hingga mereka berada ditaman rumah sakit dan jauh dari keramaian..
Lian mengusap wajahnya kasar, kenapa rena terus mengganggu rumah tangganya apa yg diinginkan wanita ini sebenarnya..
"Kenapa lo terus2an ganggu rumah tangga gue? Blm puas lo fitnah gua dan skrg lo tambahin lagi?" Ucap lian frustasi dan matanya memerah karena menahan tangisnya..
"Ka, ini memang benar anak kamu. Kamu org pertama ka" ucap rena meyakinkan
"Kenapa lo jebak gue ren?" Ucap lian lagii
"M- maaf ka, aku beneran cinta sama kamu" ucap rena mulai menangis
"Lo GILA! GUE UDH PUNYA ISTRI DAN GUE CINTA BANGET SAMA ISTRI GUE. STOP REN, PLIS JANGAN GANGGU RUMAH TANGGA GUA LAGI" ucap lian sedikit berteriak
"Tapi mau gimanapun skrg aku hamil ka dan ini anak kamu" ucap rena terus menangis drama...
"Gua ga sudi ngakuin itu anak gua, selama belum ada bukti yg jelas" ucap lian langsung berlalu meninggalkan rena sendiri.. namun tarikan tangan rena menghentikan langkah lian..
"ka.. aku gakan berhenti buat dapatin cinta kamu, walaupun aku harus melawan akal sehatku. Aku akan melakukan apapun ka, kamu siap2 aja aku gakan pernah menyerah" ucap rena tersenyum tipis dan menghapus air matanya kasar lalu iapun pergi dari sana...
Arrghhhh! SIALANNN " umpat lian mengeluarkan emosinya..
Lian mengacak2 rambutnya, ia fikir baru saja ia akan memulai rumah tangganya dengan nyaman ..namun ternyata semua diluar dugaannya, benar kata ayahnya rena dan mamanya sangat licik, mereka rela melakukan apapun untuk mendapatkan apa yg diinginkan...
■■■□■■■
Hai luv, gimana alurnya? Aku gatau ceritanya masih nyampe ke kalian apa engga? Karena aku paham banget susah buat nge ganti visualisasi secara tiba2 tapi gapapa ya luv kita coba.. cerita ini juga mau secepatnya aku buat ending biar ga berlarut2..
Thanks yg masih mau baca, jangan lupa vote dan commentnya ya luv.♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Head Over Heels
RomanceSatu orang cukup tepat jika dia jelas, berani dan tegas. Kalo cuman bikin bingung mending skip deh!
