Ana duduk terdiam di atas brankarnya dengan tatapan kosong, perlahan air matanya jatuh..
Ibu yanti dan mama lita hanya duduk diam di sofa sambil menatap iba terhadap putrinya itu. Sedari tadi ana tidak berkata apapun ia hanya terus menangis pelan, seperti ada rasa sakit yang terus menggerogoti hatinya..
Saat ini ayah lian dan papa ana pun hanya duduk terdiam didepan ruangan ana tanpa ada niat ingin membahas lebih lanjut, mereka semua bingung setelah mendengar cerita dari ibu lian, semua kejadian ini sangat tiba2 dan diluar dugaan.
Papa denis memijat pelipisnya pelan, ia sungguh tak tau harus bagaimana haruskah ia menghajar lian lalu memisahkan mereka agar tak melihat putrinya tersakiti lagi? Tapi bagaimana dengan nasib cucunya yg baru saja lahir dan ia juga tak ingin merusak hubungannya dengan keluarga lian begitu saja. Hatinya sangat ingin marah saat ini, tapi logika papa denis menolak untuk gegabah karena ia masih terlalu sulit untuk percaya tentang semua ini.. papa denis masih dapat melihat tatapan cinta lian terhadap ana yg begitu tulus..
2 jam berlalu.. lian masih belum kembali kerumah sakit, ntah kemana ia menumpahkan segala beban dan rasa sakit yang ia rasakan..
●●●●
Jam menunjukkan pukul 00.00..
Lian baru saja tiba di rumah sakit setelah menghilang tadi, namun ia menyadari sesuatu bahwa takada seorang pun yang mencari atau menghubunginya kecuali aro. Saat ia perlahan membuka ruangan ana ia dapat melihat ana sudah terlelap dalam tidurnya, begitupun mama lita dan papa denis. Sepertinya ibu dan ayah lian sudah kembali kerumah sehingga hanya tinggal mertuanya yg menjaga ana disana.
Perlahan lian menuju brankar ana, ia dapat melihat ana tertidur dengan tenang namun juga sangat terlihat jelas mata sembabnya.. lian mengelus pelan rambut istrinya, betapa ia sangat merindukan wanitanya ituu. Lian sangat ingin mendekap ana erat, ia tersenyum melihat wajah cantik istrinya lalu sebuah kecupan mendarat di kening ana..
Setelah puas memandangi wajah yang sangat dirindukannya, lian berlalu dari sana ia sadar diri kehadirannya saat ini hanya akan terus melukai ana. Biarlah ia berjuang terlebih dahulu sehingga nanti ketika ia kembali ia dapat membawa bukti yang dapat meyakini istri dan keluarganya..
■■■■
"BODOH!!!" Teriak mama rena
Ia mendekat ke arah putrinya lalu...
PLAK! PLAK! PLAK! PLAK!
Tamparannya terlalu kuat hingga membuat rena sedikit terhuyung...
"Kamu satu2nya anak mama, tapi kamu juga satu2nya kegagalan dalam hidup mama" ucap rengganis emosi
"Ma...hiks hiks" rena memegang pipinya yang panas sambil menangis..
"Kenapa bisa hamil? skrg gimana hah? Kamu mau minta pertanggung jawaban dari lian? Kalo dia bisa ngebuktiin bisa2 semua gagal renaaaa" ucap mama rena lagii
"Mama ga habis fikir, ko bisa kamu itu salah hah?" Lanjutnya lagii
"Sia sia mama mau ikut bantuin kamu, kalo aja bukan karena mama syg sama kamu gabakalan mama mau sejauh ini, terlalu merepotkan. Ayahnya lian juga bukan org yg bodoh kalau terus2an kamu gagal lama2 kita ketahuan" ucap rengganis lagi2 penuh penekanan.
"Skrg terserah kamu, mama gamau ikut campur lagi" ucapnya hendak berlalu namun tiba2 rena langsung bersujud didepan mamanya dan merapatkan kedua tangannya didepan dada tanda memohon..
KAMU SEDANG MEMBACA
Head Over Heels
RomanceSatu orang cukup tepat jika dia jelas, berani dan tegas. Kalo cuman bikin bingung mending skip deh!
