Pagi-pagi ana sudah berada di dapur rumahnya menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya, iya rumahnya karena kini mereka sudah tinggal dirumah sendiri. Untuk saat ini ana belum menggunakan art karena mereka baru pindah selama seminggu sehingga semua pekerjaan rumah ana kerjakan sendiri dan dibantu oleh lian sesekali..
"Pagi sayang" sapa lian, memeluk ana dari belakang lalu mendaratkan satu kecupan di pipi kiri ana..
"Pagi, lepas dulu mas" balas ana berusaha melepas belitan tangan lian di pinggangnya..
"Kenapa sihh, aku kangen" protes lian
"Hmm, tuh liat. tatapan anak kamu" Ucap ana sambil mengarahkan dagunya ke arah meja makan yg dimana disana ada kai yg sedang duduk menikmati susu dan cemilannya..
Lian melihat ke arah kai yg sudah memicingkan matanya ..
"Papa ngapain peluk2 mama aku?" Ucap kai, bocah itu kini sudah berusia 3 tahun ia sangat posesif jika itu sudah berhubungan dengan ana walaupun yg dihadapi ayahnya sendiri..
"yah suka2 papa lah abang, kan ini istri papa" ucap lian tak mau kalah..
"ndakboleh pa, itu mama kai" ucap kai mulai beranjak dari duduknya..
"Weh santai dong, kan sebelum jadi mama kamu udh jadi istri papa duluan" ucap lian membuat ana memutar bola matanya jengah..
Kai mendekat kemudian memegang kaki lian, mendorong agar lian menjauh dari ana namun semua itu tidak ada gunanya karena kekuatan kai bahkan tidak membuat lian bergeser sedikit pun..
"Ihh minggil pah" ucap kai mulai kesal
"wleee, gamauuuu" ucap lian
"oke, dimulai" ana mengucapkan hal itu karna ia tau pasti sebentar lagi akan terjadi perperangan antara ayah dan anak itu..
Jam menunjukkan pukul 08.30 .. setelah perperangan gemas antara lian dan kai mereka melanjutkan sarapan bersama..
dan saat ini..
Ana sedang mengantarkan lian kedepan karna akan berpamitan untuk berangkat ke kantor.. ana menyalimi suaminya dan dibalas dengan kecupan di dahinya oleh lian..
"Hari ini lembur lagi?" Ucap ana cemberut pasalnya lian sangat sering lembur suaminya menjadi super sibuk setelah diangkat menjadi direktur utama menggantikan ayahnya..
Lian mengelus kepala ana, menatap sendu istrinya sebelum mengangguk pelan ...
"Ya gimana syg ini udh jadi tanggungjawab aku" ucap lian
"Hmmm, ibu gimana keadaanya ya?" Ucap ana teringat akan ibu mertuanya..
Pasalnya, setelah ayah lian diperiksa dan terbukti bersalah maka sikap ibu lian sedikit berubah. Ia tidak terlihat marah, atau memaki2 ana. Namun ia menunjukkan sifat dingin seperti enggan dengan menantunya sendiri.. ana sempat merasa ibu lian seperti menjauh bahkan pada awal2 penangkapan ayah lian, ibunya sampai memilih untuk ikut dengan reza kakaknya lian keluar negri sementara sebelum akhirnya kembali ke indonesia..
ibu yanti tidak pernah menunjukkan sikap hangatnya lagi kecuali kepada kai cucunya. Bahkan kepada lian pun ia sedikit bersikap dingin namun tak sedingin terhadap ana.
"ibu baik, sehat. Kemarin sore aku sempet singgah sebentar bawa cheesecake kesukaan ibu" ucap lian membuat ana tersenyum tipis..
"hmm, mas aku izin kerumah ibu nnti siang sama kai boleh ga?" ucap ana membuat lian berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk dan berpamitan pada istrinya untuk segera ke kantor..
●●●●●
Ana sudah berada di depan rumah mertuanya bersama putranya. Ia menggenggam erat tangan kai untuk mengumpulkan keberanian sebelum bertemu dengan ibu mertuanya.. jujur saja saat ini ia sedikit ragu dan ada rasa takut di hatinya.. namun ia juga tak bisa membiarkan semuanya terus berlarut2 ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Head Over Heels
RomantikSatu orang cukup tepat jika dia jelas, berani dan tegas. Kalo cuman bikin bingung mending skip deh!
