Chapter 51: Secrets of the Past
Cahaya pagi baru saja menembus kisi-kisi jendela perpustakaan tua di sudut tersembunyi Kuil Angsa. Di ruangan yang dipenuhi rak-rak tinggi berisi gulungan dan kitab kuno, lima figur duduk melingkari meja bundar dari kayu putih yang telah dipoles sempurna. Aroma teh herbal mengambang di udara, sementara cahaya kristal yang melayang di atas mereka memberikan penerangan lembut pada wajah-wajah penuh pemikiran.
Seraphina menuangkan teh ke dalam cangkir keramik putih milik Lorian, uap tipis mengepul dari cairan berwarna keemasan itu. "Festival kemarin adalah yang terbaik dalam tiga abad terakhir," ucapnya, senyum puas terlukis di wajahnya yang anggun.
"Bahkan lebih dari itu," Lorian menambahkan, menyesap tehnya perlahan. "Kita berhasil mendapatkan kembali respek dari sekte lain. Melihat wajah terkejut Kaerell dan Sylvia saat menyaksikan demonstrasi Yang Mulia Raia sungguh tak ternilai."
Kaydus, tetua paling senior setelah Elara, mengelus jenggot putihnya yang panjang. Mata tuanya yang masih tajam menerawang ke luar jendela, ke arah taman di mana murid-murid mulai berkumpul untuk latihan pagi. "Yang lebih penting lagi adalah dampaknya pada murid-murid kita. Aku melihat kepercayaan diri baru di mata mereka."
"Dan semua ini berkat kembalinya Yang Mulia Raia," Elara menambahkan, suaranya penuh hormat. Sebagai tetua tertua Sekte Angsa, ia telah menyaksikan banyak perubahan sepanjang hidupnya yang panjang. "Aku masih tidak percaya betapa... berbedanya dia sekarang."
Pernyataan itu membuat ruangan hening sejenak. Para tetua saling melirik, masing-masing tenggelam dalam pikiran mereka sendiri.
"Berbeda dalam arti yang sangat baik," Antheas, tetua termuda di antara mereka, akhirnya bersuara. Ia bergabung dengan Sekte Angsa hanya dua puluh tahun lalu, dan hanya mengenal Raia dari cerita dan lukisan. "Beliau sangat bijaksana dan ramah. Tidak seperti yang digambarkan dalam beberapa kronik kuno."
Seraphina, Lorian, Kaydus, dan Elara bertukar pandangan penuh arti. Mereka telah mengenal Raia lebih lama—jauh lebih lama bagi Elara.
"Kau tidak tahu bagaimana dia dulu, Antheas," Kaydus berkata pelan. "Yang kau lihat sekarang adalah versi Raia Astrydia yang telah mengalami banyak perubahan."
"Perubahan yang kita semua syukuri," Seraphina cepat menambahkan. "Raia yang sekarang... dia pemimpin yang sempurna. Sabar, pengertian, dan luar biasa kuat. Aku berharap dia akan tetap seperti ini selamanya."
"Dan dengan kehadiran Ratu Peri di sisinya, aku percaya dia akan tetap seperti itu," Lorian tersenyum. "Kebahagiaan telah mengubahnya."
Elara, yang sedari tadi lebih banyak diam, akhirnya menghela napas panjang. "Kalian semua terlalu muda untuk mengingat bagaimana Sekte Angsa benar-benar terbentuk," ucapnya, suaranya berubah serius. "Bahkan catatan resmi kita tidak menceritakan seluruh kebenaran."
Antheas menegakkan tubuhnya, tertarik. "Maksud Tetua Elara?"
"Cerita tentang Sekte Angsa yang didirikan oleh Raia Astrydia sebagai tempat belajar dan perlindungan bagi penyihir muda... itu hanya sebagian dari kebenaran," Elara menatap cairan teh di cangkirnya, seolah melihat bayangan masa lalu di sana. "Sebenarnya, awal Sekte Angsa jauh lebih... kelam."
Semua mata kini tertuju pada Elara. Bahkan Seraphina dan Kaydus, yang telah menjadi tetua selama puluhan tahun, tampak tegang.
"Aku mungkin satu-satunya yang masih hidup dan mengingat Raia yang dulu," Elara melanjutkan. "Raia Astrydia yang aku temui pertama kali, lebih dari tiga abad lalu, bukanlah penyihir bijaksana yang kalian kenal sekarang."
Elara menutup matanya, kenangan lama yang telah dikubur dalam-dalam kembali ke permukaan. "Dia adalah pemuda dengan tatapan paling dingin yang pernah kulihat. Mata yang tidak menunjukkan belas kasihan, tidak juga kebencian—hanya kekosongan yang mengerikan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Astrydia
FantasyRaia Astrydia sang penyihir legendaris yang konon mampu menundukkan dunia manusia, tiba-tiba menghilang 500 tahun yang lalu setelah menyerang kerajaan di dunia bawah. Hingga kini, tak ada yang tahu pasti nasib Raia. 500 tahun kemudian, seorang pemud...
