35 | JEDA SEBELUM BADAI

50 7 2
                                        

Tidak ada yang tahu jawabannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tidak ada yang tahu jawabannya.

Kami menghabiskan sekitar setengah jam beristirahat di sepetak tanah yang dinaungi keteduhan pohon Gilia. Batang pohon itu memiliki rongga setinggi tubuh Krow. Tampak seperti pintu jika dilihat dari kejauhan. Berlantaikan rumput-rumput rendah, halus. Di situlah Ili-Bani mengobati Hiro. Sosok mereka tersamarkan oleh asap yang menguar dari ramuan wanita itu.

Selagi menunggu, aku dan yang lainnya berkumpul untuk makan. Pengikut Krow membagikan Yangi–semacam daging yang telah dikeringkan, kentara beraroma asap. Dimakan bersama buah beri liar yang mereka petik di sekitar sini. Krow bilang buah itu dapat menyebabkan mabuk jika dimakan tanpa pendamping. Jadi mereka mengajarkan kami untuk memasukkan beri liar itu ke dalam gulungan Yangi. Anehnya, kombinasi kedua makanan itu bisa dinikmati.

"Dia masih marah sama lo?" tanya Dahlia saat Aiden, Ronen, dan Oza menghampiri Hiro untuk melihat progres cowok itu.

Aku melirik Hugo yang mengasingkan diri beberapa meter dari posisi kami. Duduk bersandar di atas sebuah batu, pandangannya terarah pada kekacauan di gunung Urkurd.

"Gak tahu," aku menaikkan bahu, kembali menatap Dahlia. "Yang pasti dia masih tersinggung sama omongan gue tadi."

"Kan, lo gak tahu situasi Nephilim-Daim di masa lalu, wajar ajalah lo ngira hubungan mereka gak serumit yang terjadi." Dahlia menaikkan sebelah alisnya, "Jadi, kalian mau diam-diaman sampe kapan?"

Aku menguyah sambil melamun. Tiba-tiba terpikirkan sesuatu.

"Memangnya kayak apa sih, reaksi Daim kalo salah satu di antara kalian ada yang saudaraan sama Nephilim?"

"Hmm, pertama lo harus tahu hal itu jarang banget terjadi. Rasionya mungkin satu banding sejuta. Dan yang gue amati dari kasus Hiro, sebagian besar Daim milih menghindar. Bukan karena itu semacam aib bagi Hiro, tapi lebih untuk berhati-hati aja."

Aku mengerutkan dahiku. "Maksud lo? Hiro bisa ketularan kejam, gitu?"

"Bukan," Dahlia menggigit potongan Yangi terakhirnya dan mengunyah dengan cepat. "Mereka cuma gak mau berurusan dengan tukang jagal kalau dia iseng nyari mangsa. Nephilim itu cerdik, mereka bisa melakukan apa aja buat memenuhi hasrat membunuh mereka. Dan mangsa favorit mereka adalah Daim. Jadi banyak yang percaya Hiro bisa dibunuh saudaranya kapan aja."

Selera makanku praktis menguap. "Lo juga percaya hal itu?"

"Dikit," Dahlia tersenyum miring.

"Jadi, lo temenan sama Hiro demi melindungi dia?"

"Awalnya sih gitu, tapi Hiro ternyata lebih berbakat dan menyenangkan, sampai-sampai dia bisa akrab sama Aiden and the gang."

"Aiden gak berusaha melindungi Hiro kayak lo?"

Dahlia menggeleng. "Aiden cuma berteman dengan Daim yang dianggapnya punya potensi untuk berkembang."

"Tulus sekali."

THE WATCHERSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang