"Apa tobio-.. maksudku Kageyama baik baik saja?"
Hinata kembali menunduk. Hening. Tidak ada yang membuka suara satupun. Hinata tau jika teman temannya akan marah padanya jika ia menanyakan hal ini, tapi pada siapa ia akan bertanya kalau bukan pada teman temannya?
"HAAAAAA???"
"KAU MASIH MENANYAKAN BAJINGAN ITU??!!"
"UNTUK APA KAU MENANYAKANNYA?! KAU MASUK RUMAH SAKIT SAJA DIA TIDAK PEDULI!!!"
Hinata semakin menunduk dikala mendengar teriakan kenma. Tangannya sedikit gemetar, ya.. mungkin rasa takutnya karena terlalu sering di bentak membuatnya sedikit trauma(?).
"Tenanglah kenma, jangan berteriak. Kita ada di luar, nanti orang orang terganggu" Ucap Yamaguchi. Ia menyadari bahwa teriakan kenma mengundang segala pandangan ke arah meja mereka. Kenma pun kembali duduk dan menarik nafas nya, berusaha untuk tetap tenang dan tidak emosi.
Akaashi yang sudah menduga hal itu pun segera memegang tangan Hinata dan menatapnya. Di rasa ada yang memegang tangannya, Hinata pun mendongak dan menatap akaashi.
"Ada apa? kenapa kau masih menanyakannya? bahkan dia sudah membuatmu banyak menderita"
Hinata terdiam. Ucapan akaashi memang benar, kenapa ia masih menanyakan lelaki itu? di saat lelaki itu sudah membuangnya, kenapa ia masih menanyakannya?
"Aku hanya... ingin tau kondisi nya" Hinata kembali menunduk. Di saat seperti ini Hinata benar benar tidak ingin menatap teman temannya, menurutnya mereka sangat menakutkan jika sedang marah.
Akaashi pun meminum coffe nya dengan tenang. Menatap Hinata yang terus saja menunduk membuatnya menghela nafas sekali lagi.
"Kageyama sudah pulang dari rumah sakit"
"APA?!"
Hinata menutup mulutnya. Ia tak percaya jika lelaki itu juga masuk ke rumah sakit saat ia juga terbaring di rumah sakit.
"Tapi kenapa? Apa dia sakit? bagaimana bisa?"
"Ya, dia sakit. Dia kekurangan nutrisi, terlebih akhir akhir ini dia terlalu banyak mengonsumsi rokok dan minuman keras. Iwa yang menemukannya, tergeletak di balkon dengan keadaan mengenaskan. Aku tidak tau kenapa bisa dia seperti itu. Kageyama sendiri juga tidak bercerita saat di tanyai oleh tsuki dan lainnya."
Hinata berkedip tak percaya. Apa yang merasuki lelaki itu hingga berbuat hal buruk seperti itu? Ia ingin sekali menjenguknya, namun ia tau jika ia akan di larang keras untuk bertemu dengan Kageyama. Dan juga, apakah Kageyama mau bertemu dengan Hinata?
Yang lain hanya diam, menatap ekspresi khawatir yang di tunjukkan lelaki kecil itu. Dapat mereka simpulkan bahwa, Kageyama memang mempunyai perilaku yang sangat buruk, namun bodoh nya kenapa ada manusia yang mau mencintai nya setelah di buang berkali kali oleh pemilik nya.
"Kau tidak berniat menjenguknya kan sho?"
Gotcha. Tebakan kenma memang tidak pernah meleset sedikitpun. Tubuh Hinata seketika menegang, nafas nya tertahan sejenak. Ia menatap teman temannya yang juga menatap dirinya.
"Jika kau meminta izin kepada kami hanya untuk menemuinya, kami tidak setuju hinata, perilaku Kageyama benar benar tidak bisa di maafkan sama sekali."
Hinata mengangguk, ia paham. Teman temannya begitu mengkhawatirkan nya, dan memang sudah seharusnya Hinata tidak bertemu lagi dengan Kageyama.
Hari semakin gelap, malam pun menyapa dengan indahnya ratusan bintang di langit kala itu. Hinata menatap bintang tersebut, berdiam diri di balkon menikmati suasana malam yang sangat tenang. Mendengar pintu di ketuk dengan segera Hinata menutup pintu balkon nya dan membuka pintu kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
WITH(OUT) YOU
RomanceMungkinkah awal perjodohan itu dapat berakhir bahagia? bagaimana jika perjodohan itu awal dari kesedihan? Menceritakan sebuah rumah tangga antara kageyama dan hinata yang dibangun karna perjodohan. Akankah mereka bahagia? atau akan sengsara karena...
