Valerie - Another Extra Routine Things To Do

7.6K 554 10
                                        

"Val, bangun!!!" Val mendengar seseorang memanggilnya dari kejauhan dan merasakan tubuhnya terguncang pelan. Ah, paling hanya mimpi. Ia memutuskan untuk tak menghiraukannya.

"Val!! Aku hampir terlambat..." kini tubuhnya terguncang lebih kuat, dan suara itu terdengar lebih keras. Seperti ada di sampingnya.

"VAL!!!" Al menarik lengannya dengan kasar, dan akhirnya Val terhempas dari mimpinya dengan cara yang tidak menyenangkan.

"Shit, Al!!" Val bangkit, dengan mata masih setengah terpejam, ia langsung berdiri dan menyesli perbuatannya. Kepalanya segera saja pening. Ia terduduk lagi.

"Aku tunggu di bawah. Jangan tidur di kamar mandi!!!" Al mengancam dengan mengacungkan telunjuknya ke muka Val. Ia meletakkan cangkir kopi di nakas samping tempat tidur Val, dan keluar dari kamar.

Val menyeruput kopinya sebentar, sebelum pergi ke kamar mandi untuk bersiap memulai hari. Masih setengah terpejam, ia menggosok giginya dengan gerakan autopilot. Melepas piyamanya, dan segera berjalan ke arah pancuran. Ia menyumpah pelan saat air sedingin es mengguyur tubuhnya. Ia tahu ini pasti perbuatan Al. Ia melakukannya dengan sengaja agar Val segera sadar dari mandi autopilotnya. Juga, kalau pakai air panas, Val akan mandi lebih lama. Jadi Val segera saja menggeser kran air agar air yang mengalir lebih hangat. Tapi begitu ia selesai menyabuni tubuhnya, air hangat baru mengalir. Jadi percuma saja menunggunya.

Val mematikan kran air, menyambar handuk untuk mengeringkan tubuhnya, dan melemparkannya ke keranjang laundry begitu selesai. Ia menyemprotkan deordorant, mengusapkan body butter beraroma mawar ke seluruh tubuhnya, dan pelembab ke wajahnya. Kemudian ia mengenakan jubah mandi dan segera menuju walk in closetnya. Ia mengenakan panty, dan bra disusul dengan celana short warna hitam. Ia memilih kemeja rayon polos favoritnya, dan rok kain songket dan mengenakannya. Ia menyambar blazer sembari keluar, dan melemparkannya ke ranjang.

Ia menuju meja rias untuk menaburkan bedak tipis ke wajahnya, memulaskan lipcare, dan menata rambutnya membentuk loose bun dan menahannya dengan salah satu karet rambut koleksinya dan beberapa jepit rambut. Ia menyemprotkan sedikit parfum di beberapa bagian tubuhnya dan menyambar blazer di ranjang dan cangkir kopi di nakas, dan segera turun. Ia tak ingin Al naik dan menyeretnya turun.

Benar saja, saat Val ada di anak tangga teratas, Al sudah hendak menaiki anak tangga terbawah. Val tersenyum kecil melihat Al menggerutu dan berbalik kembali ke meja makan dimana sarapannya masih setengah selesai. Val duduk menghadap piringnya yang berisi telur. Ia menopang dagunya dengan tangan kiri, dan mengangkat garpu dengan tangan kanan, dan ia mulai makan. Tapi bukan makanannya sendiri yang diambilnya, melainkan milik Maya. Ia menusuk sosis Maya dan segera memasukkannya ke mulutnya dengan senyuman lebar.

"Val!! Berhenti mengambil sarapanku!! Kalau kau ingin sosis juga seharusnya kau minta Bu Sum untuk membuatkanmu juga!" gerutu Maya.

"No thanks. Aku lebih suka sosis di piringmu." Val mengedipkan matanya dan mulai mengeluarkan iPhonenya untuk mengecek email. Ia menelusuri layar ponsel nya sambil sesekali menyesap jus jeruknya.

"Val, not here. Aku hampir telat..." rengek Al.

Val melirik Marc Jacobsnya dan memutar mata. Masih satu jam lagi sebelum jam masuk sekolah. "Baiklah..." Val memasukkan segarpu penuh telurnya kemudian berdiri.

"Val, jangan lupa pil-pil mu." kata Maya mengingatkan.

"Ya, Mom.." Val terkekeh. Ia mengambil cup berisi beberapa pil suplemen dan multivitamin dan sebangsanya, dan melemparkannya ke mulutnya. Kemudian ia menghabiskan jus jeruk untuk menggelondorkannya ke tenggorokan. Ia tak ingin sakit, ia tak suka sakit, ia benci rumah sakit, dan minum obat. Dengan segudang kegiatan kantor, ditambah sekolahnya, ia harus selalu menjaga kondisi tubuhnya tetap prima. Salah satunya dengan minum suplemen dan multivitamin.

VALERIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang