[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Dipo Panji Tirtayasa adalah seorang anak geng sekolahan yang populer. Ia manis, suaranya bagus, pandai bermain gitar, jago bela diri, wangi, juga pecinta warna hitam. Cowok jangkung yang kerap kali...
GUYS RAMEIN CHAPTER INI YAAA! INI SALAH SATU CHAPTER FAVORITKUUUUU❤️
7k komen + 1k+ votee for next chapter
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca semuanya❤️
46. A MAN WHO YEARNS
"KITA putus aja."
Elona pergi setelah mengatakan kalimat itu, meninggalkan Dipo yang beberapa detik sempat membeku sebelum akhirnya berlari menyusul Elona yang keluar gerbang sekolah kemudian masuk pada sebuah mobil yang begitu asing dari pandangan Dipo.
Tidak peduli dirinya yang sudah basah kuyup, Dipo yang hari itu melihat Elona masuk ke mobil seseorang tidak membuatnya berhenti untuk mencoba memanggil gadis itu.
Keadaan Dipo yang terus mengetuk dan mencoba meminta agar Elona keluar dari mobil tidak diindahkan, Alana saat itu dibuat campur aduk antara bingung, pusing, dan gelisah saat melihat keadaan Elona yang basah kuyup memasuki mobilnya juga disusul oleh Dipo yang mengetuk dan berusaha memanggil Elona keluar.
"El, gue minta maaf, gue jelasin semuanya."
"Elona, gue minta maaf. Kasih gue kesempatan, tolong."
"Elona, sayang?"
Baik Elona maupun Alana bisa mendengar suara Dipo yang bergetar, kentara sekali cowok itu penuh harap Elona bisa membuka pintu atau sekadar membalasnya.
"El, kenapa?" Wajah Alana benar-benar meminta penjelasan dan yang ia dapati adalah Elona yang menyuruhnya untuk melaju tanpa memikirkan Dipo sama sekali.
Awalnya Alana enggan untuk melakukan itu melihat bagaimana keadaan Dipo di luar sana namun Elona memaksa dan berjanji akan menjelaskan semuanya. Alhasil dengan berat hati Alana menancap gas menjauh dari pelataran Angkasa meninggalkan Dipo.
Elona kira hal tergila hari ini adalah pertengkarannya dengan Dipo namun nyatanya ia salah. Hal tergila yang terjadi hari ini adalah Alana yang menangis karena Elona dan Dipo bertengkar.
Ah, mungkin lebih tepatnya Alana yang menangis karena sedih melihat keadaan Dipo tadi.
"Setidaknya denger dulu penjelasan Dipo, El!"
"Gak, gue males, kenapa gak dari kemarin-kemarin?"
"Ya kali saja dia emang punya alasan sendiri, El, atau mungkin belum waktunya buat cerita."
Jawaban Alana yang baru saja melengos itu membuat Elona menghela napas. Alana mungkin bisa sesabar itu namun Elona tidak bisa, hal-hal yang bisa dibuat lebih simpel harusnya tidak perlu dibuat serumit ini. Namun lagi-lagi Elona tidak boleh menolak fakta kalau apa yang disampaikan Alana barusan memang ada benarnya.
Mungkin Elona geram karena perubahan sikap Dipo dari biasanya, Elona geram Dipo menutupi sesuatu, dan Elona makin geram karena itu tentang Nevan, yang mana seharusnya Dipo tidak menutupi dari dirinya yang notabene pacar cowok itu.