Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

47. NO MERCY

7.9K 775 9.3K
                                        

GUYS HAPPY READING!
Target 9k komen for next, give me some props, bebs🥺🤟

(part ini kurang lebih 5000 kata, roller coaster, perlu dirombak, & ditulis dengan terseok-seok *hikss)

‼️Chapter ini memuat banyak kata umpatan, kekerasan, dan jokes (yang mungkin kurang nyaman dibaca)‼️

💌Aku mau buat QNA all cast tolong tinggalkan pertanyaan di bagian akhir part ini💌

playlist:I Was Never There - The WeekndLost in the Fire - The WeekndDie For You - The Weeknd

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

playlist:
I Was Never There - The Weeknd
Lost in the Fire - The Weeknd
Die For You - The Weeknd

komen yang bwanyakkk yawww!

47. NO MERCY

Elona berjalan cepat mendaki setiap anakan tangga rumahnya selepas Dipo menghilang dari belokan di ujung kompleks sana. Benar-benar kepalanya nyut-nyut ingin pecah, bukan karena sakit tapi karena potongan-potongan kejadian tadi masih menempel di dalam otaknya.

Sungguh sial menjadi hopeless romantic.

Padahal, dulu ... sebelum memiliki pacar, Elona berpikir hal-hal romantis seperti ini adalah hal biasa saja, tidak akan membuat sesuatu dalam dirinya bergejolak meraung-raung karena euforia baru.

Sebagai anak yang terlahir dari ibu berdarah campuran dengan beberapa kultur luar yang masih melekat, Elona merasa ciuman dalam berpacaran itu akan menjadi hal yang biasa saja menurutnya. Ia juga tidak masalah kalau melakukan itu, a first kiss isn't sacred. Namun mengapa setelah dipacari oleh Dipo Tirta malah membuatnya ... tidak bisa memegang teguh argumennya itu.

Elona mengambil salah satu bantal asal, membenamkan wajahnya di sana kemudian berteriak sekencang mungkin. Kedua tangannya memeluk erat bantal hingga suaranya dapat teredam.

Apakah Alastair Drie Wardana benar-benar gila menyodorkan laki-laki itu padanya?

Pegal di wajah Elona sedari tadi tidak menghilang, ketika ia beranjak dari tempat tidur menghampiri cermin besar yang ada di kamarnya, wajahnya itu benar-benar mengeluarkan semburat merah.

"Ingat jangan jatuh cinta banget ke dia, dia bisa aja gabut terus ninggalin lo, Elona." Gadis bertubuh jangkung itu memperingatkan dirinya sendiri di depan cermin.

Cukup bergidik ngeri.

Ia hanya hampir berciuman, tidak lebih, tidak seharusnya reaksi tubuhnya berlebihan seperti ini.

Ada gilanya.

Kalau-kalau benar kejadian menikah dengan laki-laki itu, mungkin Elona sudah pura-pura pingsan atau kabur di malam pertama.

Benar-benar gila.

Apa yang baru saja ia pikirkan?

Malam pertama?

ANDROMEDACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang