[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Dipo Panji Tirtayasa adalah seorang anak geng sekolahan yang populer. Ia manis, suaranya bagus, pandai bermain gitar, jago bela diri, wangi, juga pecinta warna hitam. Cowok jangkung yang kerap kali...
Sambil nunggu tagetnya tercapai, aku mau beristirahat sejenak dari menulis. Soalnya aku tahu votenya bakal lama kecapai, HEHEHE ~
Selamat membaca semua. Maaf, kemaleman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
02. SIDE STORY
ADA beberapa hal yang belakangan ini mengusik seorang Elona.
Pertama, sepupunya. Seorang Alastair Drie Wardana yang terhitung sudah semingguan ini berusaha membujuknya untuk pergi dan pulang sekolah bersama sahabatnya, Dipo Panji Tirtayasa—cowok peraih medali emas sekaligus cowok yang menangis di halte pada waktu itu.
Kedua, Elona terus diberikan wejangan panjang kali lebar tentang sebaik apa seorang Dipo. Jadi, Elona tidak perlu takut pada pemuda yang suka bermain gitar tersebut.
Ketiga, Elona sedang mempertimbangkan itu. Katanya, Dipo ini kelewat santai. Kalaupun Elona mau meminta jemput atau diantar selain tujuan rumah dan sekolah, Dipo pasti bersedia, berbeda dengan Cakra yang akan banyak alasan. Elona juga tak perlu takut terlambat, karena Dipo sangat jarang terlambat ke sekolah. Terlebih ia adalah morning person.
Keempat, Elona sudah melihat beberapa foto Dipo yang dikirimkan oleh sepupunya kemarin. Bukan untuk menyimpan foto cowok tersebut. Hanya memastikan kalau Dipo yang dimaksud memang sesuai dengan yang ada di dalam kepalanya.
"Nama Dipo di Angkasa cuma 1 Elona! Dipo Panji Tirtayasa!" Cakra bertutur yang diberi edikkan bahu dari Elona.
Siapa peduli?
Elona tidak mau malu salah orang atau lebih parahnya salah masuk mobil.
"Awas ya kalau sampe gue mual-mual di mobil dia!"
"Aelah, gabakal! Percaya aja."
Setelah berpikir selama seminggu, Elona akhirnya mengiyakan secara langsung pada sepupunya itu kalau ia akhirnya mau pergi dan pulang bersama Dipo Panji Tirtayasa.
Tidak ada syarat atau ketentuan khusus yang Elona berikan pada Cakra kalau ia mau menuruti. Sebab, Elona juga cukup tahu diri.
Belum, belum hari ini Elona akan mulai pergi dan pulang bersama Dipo. Namun, di hari senin nanti, tepatnya ketika pulang sekolah.
Di beberapa hari ini Elona masih ada lomba dan hal-hal lain yang perlu ia urusi.
Terlalu dini untuk membuat cowok itu tahu kesibukannya. Biarlah semua berjalan pelan-pelan sampai sahabat sepupunya itu tahu dan mulai muak tentang kegiatannya yang padat dan hampir setiap hari pulang malam.