Sesampainya di rumah, Haku dan Kanata sama sekali tidak berbicara. Kediaman Nigihayami yang selalu penuh keceriaan seakan menghilang malam ini. Mereka berpisah dan masuk ke kamar masing-masing.
Di dalam kamarnya, Haku hanya bisa diam sembari mengepalkan tangannya memikirkan berbagai pertanyaan mengenai dirinya akibat kejadian yang telah ia alami malam ini.
Haku memang merasakan dirinya berbeda dengan orang-orang, akan tetapi tidak tahu cara untuk mencari jawaban atas hal tersebut. Kini iblis muncul di hadapannya dengan membuka sedikit petunjuk mengenai dirinya serta kemunculan gadis yang bukan berasal dari dunia yang merupakan tempat tinggal para manusia.
Haku sangat ingin menanyakan segala pertanyaan yang berada di kepalanya sekarang kepada Kanata, akan tetapi ia merasa tidak memiliki cukup tenaga untuk menggerakkan tubuhnya. Seluruh badannya terasa pegal dan kepalanya pusing, bahkan sedikit mual.
"Kurasa itu dapat kulakukan besok," ucap Haku menjatuhkan tubuh ke atas kasur empuknya. Ia lalu menyadari sesuatu. "Ah, aku belum menanyakan nama gadis guardian itu."
Haku memalingkan wajahnya ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan langit yang dihiasi bintang dan bulan. "Apa dia sedang melakukan tugasnya sebagai Guardian melawan iblis seperti tadi?" tanya Haku yang akhirnya menutup matanya karena terlalu lelah dan tertidur.
()xxx[:::::::::::::::>
Sementara Haku terlelap mengistirahatkan dirinya, Kanata terlihat sangat cemas mengenai keponakannya. "Haku, apa yang harus kulakukan untuk membantumu?" tanya Kanata kepada dirinya sembari menatap pemandangan luar dari jendela kamar.
Kanata mengalihkan pandangannya pada selembar foto yang tengah dipegangnya. "Kakak, apa yang sebaiknya harus kulakukan?"
Di foto itu terlihat seorang wanita yang sangat cantik. Wanita itu memikiki rambut panjang berwarna hitam dengan mengenakan aksesoris indah menghiasi rambutnya. Bola mata berwarna hitamnya memberikan kesan yang lembut. Senyum manis menghiasi wajah gadis yang tengah mengenakan yukata merah bermotif bunga tersebut.
()xxx[:::::::::::::::>
Keesokan harinya, Haku dan Kanata menyantap sarapan mereka seperti biasa. Kanata terlihat ceria dan aktif berbicara kepada Haku seakan-akan masalah yang terjadi di antara mereka tidak pernah ada. Haku hanya terdiam sembari sedikit memainkan makanan di hadapannya dengan sumpit yang tengah ia pegang. Haku termenung sibuk dengan pikirannya.
"Paman, orangtuaku seperti apa?" tanya Haku yang membuat Kanata terkejut dan membisu. Haku kemudian menatap Kanata dengan sinar mata yang penuh keingintahuan.
"Apa benar aku Nephilim?"
Kanata benar-benar terlihat syok mendengarkan pertanyaan Haku. Tatapannya terlihat bergetar. Ia ingin mengatakan sesuatu yang dapat mengalihkan pertanyaan, tapi tak sepatah kata pun dapat terpikirkan.
"Kenapa para iblis begitu menginginkanku?"
Dengan mencoba tersenyum Kanata membalas Haku, "A-apa yang kamu bicarakan? Apa kamu salah makan?"
"Paman, kumohon!" suara Haku meninggi karena ada rasa kesal dan frustasi di dalamnya. Hentakan tangannya saat bangkit dari duduknya terdengar keras seperti memukul meja makan. Haku benar-benar tidak tahan dengan rahasia yang terus disembunyikan oleh Kanata.
Angin dingin terasa berhembus memenuhi ruangan.
"Apa yang sebenarnya Paman sembunyikan dariku? Diriku yang sebenarnya adalah iblis?"
Kini angin dingin mengencang dan mulai menggetarkan barang-barang di ruangan. Udara yang makin lama semakin dingin membuat meja makan yang disentuh Haku mulai membeku. Kanata yang menyadari hal itu kemudian bangun dari duduknya dan terlihat tegang.
"Haku," panggil Kanata cemas melihat ruangan yang mulai ditutupi es secara perlahan.
"Jadi ucapan orang-orang di Desa Itou benar, kalau aku adalah titisan iblis? Apa karena itu orangtuaku membuangku? Karena aku anak yang membawa kutukan dan bahaya bagi orang-orang?!"
Haku yang semakin frustasi membuat keadaan dalam ruangan semakin terlihat tidak baik. Angin dingin yang mengencang dan es yang mulai menjalar membuat Kanata semakin khawatir dengan apa yang bisa dilakukan Haku.
"Haku," panggil Kanata sekali lagi yang tidak diindahkan. Kanata terus mencoba menenangkan keponakannya itu, tapi malah memperburuk keadaan.
"KATAKAN YANG SEBENARNYA!" Haku mengayunkan tangannya yang menyebabkan kaca-kaca jendela di ruangan seketika pecah. Suara berisik pecahan kaca-kaca itu menyadarkan Haku atas sekelilingnya. Saat tersadar, wajah Haku terlihat begitu kaget dan takut.
"Haku...," Kanata bergerak untuk memegang keponakannya itu.
"Jangan sentuh aku!" teriak Haku takut yang segera melangkahkan kakinya ke belakang untuk menjauh. "Aku berbahaya! Paman bisa terluka seperti yang lain. Aku ... aku tidak ingin menyakitimu," ucapnya segera meninggalkan ruangan dengan berlari menuju kamarnya.
Kanata terlihat begitu sedih dan khawatir mengetahui kekuatan Haku yang muncul kembali dan tidak terkendali. Kanata tahu bahwa keponakannya itu menyalahkan kekuatan yang dimilikinya atas kejadian enam tahun yang lalu di Desa Itou, saat teman-temannya terluka akibat kekuatan es yang dia miliki dan membuat pandangan orang-orang di desa tersebut semakin buruk padanya.
Kanata yang ingin membuat hidup Haku semakin baik, memutuskan untuk membawanya ke luar desa menuju wilayah kota di pulau Midorichou, yaitu Kota KisekiRifu, agar keponakannya itu dapat hidup jauh dari kenangan buruk masa kecilnya dan memulai hidup baru yang bahagia dan normal.
Namun, kenyataan kelihatannya tidak berpihak padanya. Ras iblis dan kekuatannya itu selalu menghantui hidup Haku dan hal itu membuat Kanata sangat tersiksa. Ia tidak ingin keponakan yang sangat ia sayangi menderita dan dihadapkan pada bahaya.
"Kurasa menyembunyikan hal ini bukan jawaban yang tepat," imbuh Kanata.
Setelah helaan napas yang terasa berat, Kanata kini terlihat mantap untuk memberitahukan apa yang seharusnya diketahui oleh Haku. Pria berambut hijau tua itu pun melangkahkan kakinya menuju kamar keponakannya.
To Be Continued...
________________
Mulmed: Ini dia si wanita dalam lembaran foto yang dipegang Kanata. Kurang lebih seperti itulah wajah sang kakak. Untuk namanya, ntar di chapter berikutnya deh di kasi tau, hihihihi...Okay, pakaian di gambar gak sesuai ama pendeskripsian dalam cerita coz author lagi mualaz edit2 gambar, Hohohoho...>o<"
________________
A/N:
Baru nyadar klo dari chapter sebelumnya lom ngasi nama buat si Gadis misterius dari dunia seberang, nyahahaha...>.<"
Thanks udah baca cerita ini. Vote,Comment,Saran+Kritik sangat q nantikan dan sangat q hargai ^^
Author + Haku : (peluk readers)
Lets be Friends ^^
See You Next Chapter...
KAMU SEDANG MEMBACA
THE EXISTENCE [END]
Fantastik*Seri ke-1 The Existence Series* [15+] Pandangan orang-orang di tempat kelahirannya yang selalu menatapnya dengan sinis dan ketakutan, tanda lahir di punggung telapak tangan kirinya yang membuat dirinya dipanggil "Titisan Iblis" atau "Anak Pemb...
![THE EXISTENCE [END]](https://img.wattpad.com/cover/50445731-64-k689685.jpg)