Reia menghembuskan napas untuk berusaha menenangkan dirinya yang kini merasa sebal. Ia ingin menghindari pelepasan amarah kepada orang yang tidak ada hubungan dengan kekesalannya.
"Kenapa kau yang menjawab Hermka milik Ronan?" tanya Reia berusaha menjaga nadanya tetap terdengar ramah.
"Eh?" Trisha memiringkan kepalanya. Gadis itu kembali tersenyum. "Ronan meninggalkan laboratoriumku bertepatan Hermkanya yang berbunyi dan aku ditugaskan untuk menjawab bila ada panggilan."
"Hm ... begitu?" Reia mengangkat satu alisnya karena curiga, sedangkan gadis di depannya hanya melongo. Tsk, yang benar saja! Hermka bagi Guardian adalah barang yang tidak boleh terlepas darinya. Orang itu benar-benar tidak mau bertatap muka denganku dari dulu hingga sekarang. Apa dia begitu membenciku? tanya Reia dalam hati.
"Ah Reirei, kau tidak lupa menyimpan tubuh Iblis yang sudah kau bunuh, kan? Aku membutuhkan beberapa tubuh mereka untuk melakukan eksperimen baru," kata Trisha.
Reia mengangguk. "Aku bahkan mendapatkan souvenir yang bisa kau gunakan untuk eksperimen." Reia menggerakkan tangan menyentuh bagian bawah layar hologram dan terlihat mengotak-atik sesuatu yang ternyata adalah mengirimkan foto Batu Atropes.
Mendapatkan foto dan sedikit keterangan mengenai batu itu membuat Trisha terkejut bercampur antusias. Gadis bertelinga kucing itu terlihat sekali tidak sabar untuk meneliti batu kegelapan tersebut.
"Aku ingin membicarakan masalah pekerjaan dengan Ronan. Apa sekarang aku juga akan mengatakannya melaluimu?" tanya Reia.
Trisha terlihat memiringkan kepalanya, memperlihatkan ekspresi bingung. Akhirnya ia mengangguk yang membuat Reia menghela napas panjang karena sebal. "Ucapkan sesuai dengan nada dan ekspresiku saat menyampaikan pesan ini. Mengerti?" tegas Reia yang membuat Trisha mengangguk dengan cepat karena takut.
"Apa benar Auster memberikan misi kepadaku untuk membantu Ther Vasilis? Apa Auster benar-benar tahu dengan misi itu dan semua tentang Nephilim itu? Benar-benar aku yang harus mengawasinya?" tanya Reia terdengar jengkel.
Trisha mematung. Kini ia terlihat melirik ke satu arah seperti melihat seseorang. Trisha kembali menatap Reia dengan tersenyum seperti mencoba menenangkan gadis itu dan akhirnya meninggalkan layar, digantikan oleh kedatangan seorang pria muda yang mengenakan seragam Guardian Ayriauna—Bentuk seragam yang sama dengan seragam Guardian Terra, tetapi berbeda pada warnanya. Guardian Ayriauna memiliki seragam berwarna hitam dengan kancing dan gesper berwarna merah tua.
Reia terlihat sedikit terkejut dengan kehadiran pria berambut oranye gelap itu. Poni memanjang sebelah miliknya membuat wajah bagian kanannya hampir tertutup. Ia mengenakan penutup mata yang menutupi mata kanannya. Warna bola mata yang terlihat dari mata kirinya berwarna sama dengan rambutnya. Tatapan tajam dan ekspresi yang tidak ramah itu kini tengah menatap Reia.
Reia lebih menegakkan tubuhnya dan mengangkat dagunya untuk membuat dirinya terlihat lebih berani dan percaya diri untuk mengambil kendali. "Aku memang ingin berbicara langsung denganmu, Ronan," ujar Reia yang hanya mendapat respon hening. Setidaknya dia menatapku sekarang.
Reia akan mengatakan sesuatu tapi Ronan terlebih dulu bersuara, "Tuan Auster memang memberikanmu misi untuk mengawasi Nephilim yang merupakan keturunan Ryuga Mine. Sebagai gantinya, kau mendapatkan akses terbuka ke area Guardian Terra. Akses yang sangat kau butuhkan untuk menjalankan misi sebenarnya yang menjadi alasan mengapa kau dikirim ke Terra.
"Kau pasti menyadari setiap Iblis yang kukirimkan masuk dalam daftar yang harus kau bunuh pada Hermka-mu selalu meninggalkan jejak Batu Atropes. Tuan Auster menugaskanku untuk melakukan penyelidikan tersembunyi dari para Guardian Cahaya karena menyadari adanya pengkhianat yang tersembunyi dalam tiap-tiap Markas Guardian. Dari penyelidikan itu, kami mengetahui mengenai keberadaan Batu Atropes, tetapi belum memiliki cukup informasi mengenai kegunaannya hingga laporan yang kau kirim kepada kami beberapa hari yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE EXISTENCE [END]
Fantasía*Seri ke-1 The Existence Series* [15+] Pandangan orang-orang di tempat kelahirannya yang selalu menatapnya dengan sinis dan ketakutan, tanda lahir di punggung telapak tangan kirinya yang membuat dirinya dipanggil "Titisan Iblis" atau "Anak Pemb...
![THE EXISTENCE [END]](https://img.wattpad.com/cover/50445731-64-k689685.jpg)