Rentetan jadwal telah tersedia dalam buku saku seperti yang telah disampaikan oleh Yumi Dressel. "Coba kulihat. Hm, aku terdaftar sebagai Murid 2-E dan kelas pelajaran pertamaku adalah Inteligensi. Tempatnya..."
Haku terus mengecek buku sakunya untuk melihat arahan lokasi yang dituju dan sesekali melihat sekeliling untuk memperhatikan ruangan-ruangan yang dilewatinya, terkadang juga pada murid-murid yang hilir mudik di koridor.
Langkahnya terhenti di depan pintu ruangan yang akan menjadi tempat memulai pelajaran pertamanya sebagai calon Guardian, Kelas 2-E. Debaran jantung karena antusias bercampur gugup dirasakan oleh Haku saat ini.
"Kamu mau masuk atau enggak?" Suara itu membuat Haku segera berbalik. "Jika ya, cepatlah masuk, jika enggak, maka menyingkirlah. Kamu menghalangi jalanku!" kata seorang gadis dengan ketus.
"Oh, maaf," ucap Haku pada gadis berambut panjang biru tua yang diikat ke atas itu.
Haku segera bergeser untuk memberi jalan pada gadis yang memiliki bola mata hijau kekuning-kuningan itu. Gadis itu segera berjalan memasuki kelas dan duduk di samping pria bertubuh kekar dengan gaya rambut mohawk berwarna biru tua.
Haku turut masuk ke dalam kelas.
"Yo, Haku! Sini!" panggil Daichi yang tengah duduk di deretan tengah paling kiri. Hal itu sedikit mengejutkan Haku karena ia mengira Daichi merupakan tipe anak yang akan memilih kursi paling pojok belakang.
Haku melangkahkan kaki menuju kursi yang ditunjuk oleh Daichi, tepat di samping tempat duduknya. Sembari berjalan, Haku memperhatikan orang-orang di ruangan kelas. Ada 7 siswa dan salah satunya adalah Clovis Gustave yang tengah duduk di bangku depan. Jadi aku sekelas dengannya.
Haku yang merupakan anak yang penuh dengan rasa penasaran membuatnya menyapukan mata biru langitnya ke seluruh murid di dalam kelas. Matanya seakan mengabsen satu persatu anak di ruangan tersebut.
Mata Haku akhirnya terhenti pada siswa yang duduk di pojok belakang. Pemuda berambut cokelat tua yang tengah memangku dagunya dengan telapak tangan kanannya. Raut wajah pemuda itu terlihat bosan. Bola matanya yang berwarna ungu kini menatap Haku. Menyadari ia tengah diperhatikan membuatnya terlihat tidak senang. Haku segera mengalihkan pandangannya dan duduk. Tepat saat itu terdengar suara pintu kelas bagian belakang di geser dengan keras.
"Ah..., aku selamat!" ucap lega gadis berambut panjang yang baru memasuki kelas. Gadis itu lalu berjalan dan duduk di samping kursi Haku. Menyadari Haku terus menatapnya, ia balas menatap pemuda itu dan tersenyum. "Kukira aku terlambat. Untung saja kelas belum mulai."
Haku mengangguk pelan. Ia terkesima menatap wajah gadis yang manis dan cantik itu. Gaya rambutnya twintails diikat dengan pita pink yang terlihat lucu dan membuatnya semakin imut. Bagian belakang rambutnya dibiarkan terurai. Bola matanya hijau.
"Kohaku Nigihayami-kun, iya, kan?" lanjut gadis itu dengan suaranya yang terdengar ceria. "Aku Kim Yuu Ri. Panggil saja Yuri."
"Salam kenal, Yuri. Panggil saja aku Haku."
"Uh-huh, kau bisa menanyakan apa-pun padaku. Aku tahu banyak informasi mengenai sekolah dan murid-murid di sini." Ia lalu mengarahkan pandangannya ke depan kelas sembari memelintir jenaka helaian rambutnya dengan jari telunjuknya.
"Manis sekali ya," bisik Daichi pada Haku. "tapi masih kalah dengan Yumi-sensei."
Haku mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh mata Daichi. Ternyata yang dimaksud olehnya adalah bagian dada. Yuri menoleh ke arah mereka berdua dengan sedikit memiringkan kepalanya, seperti bertanya apa yang mereka lakukan. Haku terkejut dan segera tersenyum canggung, sedangkan Daichi hanya melambaikan tangannya sembari tersenyum dengan santai pada Yuri.
"Hei, apa hanya itu di pikiranmu, dasar mesum!" bisik Haku pada Daichi.
"Kenapa? Kita ini pria. Itu sudah hal wajar, kan?! Kau pasti juga merasakan hal yang sama," balas Daichi yang kini mengalihkan pandangannya kembali ke depan. "Apa mungkin karena sudah melihat Yumi-sensei yang membuat semua wanita menjadi kecil, ya?"
"Apa yang sedang kamu bicarakan?" sahut Haku terlihat malas.
Tak lama kemudian, pintu geser depan kelas terbuka dan terlihat seorang Guardian yang menjadi guru kelas ini masuk. Ia adalah salah satu guru yang dilihat Haku di Aula Tengah saat acara penyambutan murid baru.
"Selamat pagi semuanya. Aku Eiji Wabisuke. Panggil saja Eiji," sapa pria berambut keriting itu dengan ramah. "Walau aku sudah tahu dan mungkin kalian juga sudah tahu melalui data dalam buku saku kalian mengenai profil murid-murid dalam kelas ini, tapi tidak ada salahnya untuk kita saling memperkenalkan diri satu sama lain. Kekompakan juga adalah salah satu hal yang penting dalam tugas Guardian."
Haku merasa itu bukan ide yang bagus jika melihat reaksi dingin dari para murid-murid yang berada dalam kelas. Haku mengharapkan sekolahnya, setidaknya kelas yang ia masuki memiliki kumpulan orang-orang yang asyik dan ramah, tapi yang ia rasakan sekarang adalah sekelompok orang-orang dingin dengan kekuatan yang kapan saja bisa melukai siapa pun tanpa ampun.
Perkenalan pun tetap berlangsung. Dengan Eiji yang menunjuk murid untuk memulai dan bergiliran, mereka mengenalkan diri dari kursi mereka. Eiji terlihat tidak terpengaruh dengan sikap dingin para murid karena ia terus tersenyum dengan tulus dan antusias.
Setelah perkenalan itu, Haku mengetahui bahwa pemuda yang duduk di pojok belakang itu bernama Jun Tomohiko, sedangkan gadis ketus berambut panjang tadi bernama Azumi Kikuchi, dan pria dengan rambut mohawk disamping gadis itu bernama Arata Kikuchi.
Kikuchi? Mendengar nama keluarga mereka yang sama, Haku mengira mungkin mereka keluarga, tetapi setelah memperhatikan wajah mereka dan tidak menemukan kemiripan sama sekali maka Haku segera menghapuskan pemikiran bahwa mereka ada hubungan. Nama keluarga yang sama memang banyak, kan?
"Jadi tiga orang tidak masuk." Eiji menyapukan pandangannya ke seisi kelas. "Baiklah, tidak apa-apa. Mari kita mulai pelajaran hari ini dengan pengetahuan awal yang membuat para Guardian terlahir."
To Be Continued...
__________________
Mulmed: Kim Yuu Rii/Yuri
__________________
A/N:
Ohohoho... selamat berkenalan dengan teman2 sekelas Haku, para Murid 2-E. Kelas ini muridnya ada 11 orang tp gk mungkin dong q kasi penjabaran satu2 di sini, yg ada ntar kalian pada bosen n penjelasan jd gk penting hohoho...ntr deh ada waktuny dijelasin klo mereka ambil andil di cerita.
Maaf gk bisa ngasi mulmed semua murid di kelas ini, soalnya lg gak sempat ngedit2 gambar hehe...jd cuman si 1 cewek itu deh yang nongol ^^, gomen para Readers tersayang...
Jangan lupa ikutin kelanjutan cerita Haku yach... Arigatou dah luangkan waktu berharga kalian buat cerita q yg masih rookie. Smoga bisa menghibur kalian semua...
See you next chapter...
KAMU SEDANG MEMBACA
THE EXISTENCE [END]
Fantasía*Seri ke-1 The Existence Series* [15+] Pandangan orang-orang di tempat kelahirannya yang selalu menatapnya dengan sinis dan ketakutan, tanda lahir di punggung telapak tangan kirinya yang membuat dirinya dipanggil "Titisan Iblis" atau "Anak Pemb...
![THE EXISTENCE [END]](https://img.wattpad.com/cover/50445731-64-k689685.jpg)