Kkrriiinnnggg.....
Jam istirahat....
'Yes, istirahat'
Akhirnya aku bisa terbebas dari kecanggungan yang berasal dari makhluk aneh di samping ku ini.
Bahkan baru saja bel berbunyi, dia sudah menghilang. Entah kemana.
Aku menghela nafas sejenak sebelum beranjak, satu tempat yang ada di otak ku 'rooftop', tempat favorit ku.
"Yoora-ya."
Aku mendongak dan kulihat Minji berlari menghampiriku, wajahnya terlihat begitu antusias.
"Yak, bagaimana rasanya menjadi table mate nya Taehyung? Apa aku bilang, dia tampan kan! Kau beruntung seka--"
"Yaaa, kau tau, aku merasa duduk dengan seorang mayat!"
"Memang ada mayat setampan itu?"
Minji menaik turunkan alisnya sambil terkekeh.
Aku menghela nafas dan mulai memelas.
"Minji-ah, bisakah kau kembali? Memohonlah pada Jiwon seonsaengnim, duduk lah dengan ku lagi, aku berjanji tidak akan menjitak atau menyentil dahi mu lagi."
Oke, aku tampak seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.
"Mmmmmmm....."
Minji hanya bergumam dan memutar bola matanya.
"Minji-ah jebal..."
Oke, sekarang aku bergelantungan di lengan Minji.
"Ini baru awal Yoora-ya, semakin lama kau pasti akan terbiasa menghadapinya. Lagipula aku betah duduk di depan, karna tidak ada yang menjitakku secara tiba-tiba."
Minji mengibaskan rambutnya dan menyapu wajahku dengan itu.
"Yaaaakkkkk!!! Baek Minji !!!!"
Ia berlalu.
Aku menghela nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.
'Sebaiknya aku segera ke rooftop'
...
Seperti biasa, aku melewati lorong-lorong untuk bisa mencapai rooftop, lumayan banyak orang yang lewat di sini, jadi tidak terlalu horror.
"Yoora-ya!!"
'Siapa yang memanggilku?'
Aku membalikkan badan ku dan
Ahhh..
'Dia lagi'
"Ne, ada apa oppa?"
Aku mulai berakting manis.
Namjoon si raja wanita, ada di depanku saat ini.
"Kau sudah tau kan?"
Aku memutar otakku dan ya, aku mengingat perkataan nya yang kemarin.
"Oh ne, sekarang dia sekelas dengan ku dan sebangku juga."
Kataku.
"Waahh, sudah kuduga."
Dia menopang dagunya dengan telunjuknya sambil mendongak ke langit-langit.
"Ah iya, kau mau kemana Yoora?"
"Ah? A-aku? Tidak kemana-mana. Hanya berjalan-jalan saja."
'Jika aku memberitahumu, bisa saja kau mengikuti dan merusak waktu berharga ku di rooftop'
Sejauh ini memang hanya aku yang sering naik ke rooftop.
"Kau tidak ke kantin?"
"Aniya, aku sedang tidak ingin."
Tanpa berkicau lagi, ia merogoh sakunya dan mengeluarkan sesuatu.
Sebatang coklat.
"Untuk mu."
KAMU SEDANG MEMBACA
GAZE
Fanfiction[COMPLETE]✔ Yoora, seorang gadis yang duduk di tahun kedua menengah atas, di pertengahan semester ia mendapat teman baru. Awal-awal terasa wajar dan biasa saja, namun semakin lama, Yoora merasa ada yang aneh. Apa yang menyebabkan keanehan ini? Apaka...
