Sudah hampir 9 jam aku tidur.
Aku menggeliat di atas ranjangku, mataku perlahan terbuka, aku meraih HP melihat jam, pukul 04.00 pagi.
Sesaat setelah menatap jam, mataku beralih ke arah sudut atas layar HP ku.
Banyak notifikasi, terutama SMS.
Aku membuka lock screen dan melihat pesan.
Aku membukanya dan mendapati nama Namjoon di jajaran paling atas.
Aku bangkit, duduk bersandar dan mulai membacanya satu persatu.
'Apa kau mencoba menyembunyikan sesuatu dariku?'
Aku mengernyit.
Apa maksud Namjoon.
Pesan pertama sudah ku baca, aku beralih ke pesan-pesan berikutnya yang masih menumpuk.
'Kau pikir aku tidak bisa membaca kebohongan mu?'
'Kau hanya memanfaatkan Jimin kan? Kau tidak benar-benar menganggapnya sebagai pacar mu.'
Aku membelalak membaca pesan dari Namjoon.
Gulllppp...
Aku menelan saliva ku, sudah seperti menelan beling.
'Oh hello, aku ini Kim Namjoon, orang yang terlihat nakal padahal sebenarnya otakku ini cukup bisa di andalkan, kau mau bermain-main dengan seseorang yang memiliki IQ paling tinggi di sekolah ini huh?'
'Kau pikir aku mudah di bohongi? Aku bisa membaca sikap mu Yoora!'
'Be careful, aku sudah memperingatkan mu sebelumnya, tapi kau malah menantang dan mempermainkanku dengan segala kepalsuan ini.'
'Cara mu terlalu rendahan Jung Yoora!'
'What the heck!'
Aku bisa bayangkan ekspresi Namjoon saat mengirimiku pesan teror seperti ini.
Aku mendongak dan membentur-benturkan kepalaku ke tembok.
"Aaaaarrrrgggghhh..... uugh..."
Aku menjambak dan mengacak rambut ku. Dadaku sesak, rasanya ada bara api di tenggorokan ku.
'Ya Tuhan mengapa aku harus berurusan dengan orang seperti ini?'
Layar HP ku mati, aku menatap nya dan menggenggamnya penuh emosi.
Aku terjaga sampai jam 6 pagi.
Dengan malas aku bangkit dari ranjang dan masuk ke kamar mandi bersiap-siap berangkat ke sekolah.
'The war is begin'
...
Aku merasa banyak mata yang menatapku sepanjang jalan menuju kelas.
Mereka memandang dan berbisik, entah apa yang mereka bicarakan, sepertinya mereka membicarakan ku karna tatapannya tak lepas memperhatikan setiap gerakan ku.
Aku menarik nafas dan menguatkan diri.
'Aku tidak boleh down.'
Aku merapatkan mantelku dan berjalan tanpa menghiraukan pasang-pasang mata yang menatapku.
Sebelum ke kelas, aku pergi menuju lokerku untuk mengambil sesuatu.
Saat aku sampai di depan loker, ku lihat seorang perempuan berlari menghampiriku.
Aku menatapnya dari ujung kaki sampai rambutnya, sepertinya dia murid kelas satu.
Aku menatapnya dan dia menatapku sambil menggigit jarinya, aku mendeteksi ada kekecewaan di raut wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GAZE
Fanfiction[COMPLETE]✔ Yoora, seorang gadis yang duduk di tahun kedua menengah atas, di pertengahan semester ia mendapat teman baru. Awal-awal terasa wajar dan biasa saja, namun semakin lama, Yoora merasa ada yang aneh. Apa yang menyebabkan keanehan ini? Apaka...
