Author POV
Rudi melihat twitter anita yang tengah selfie bersama Anton.
"Shittt....si Anton emang ga ada kerjaan tuh anak! Pacar gua maen embat aja!" Rudi segera menelepon Anita sambil marah-marah.
"Rasain Lu, Rud. Makanya jadi cowok jangan possesiv, jadinya cewek yang deket sama Lu bakal kabur.. wkwkwk.." Kevin memanas-manasi Rudi.
Kevin melihat Mila yang tersenyum sumringah mendengar percakapanya dengan Rudi. Bagaikam bunga yang sedang merekah di taman surga. Jika ini Film Kuch Kuch Hota Hai tentu Mila adalah Kajol dan dirinya sendiri adalah Shahrukh Khan.
What the... Kevin mengenyahkan pikirannya. Sejak melihat film India yang selalu Mami putar ulang membuatnya peka mengapa India apabila jatuh cinta selalu bernyanyi dan pastinya selalu ada bunga yang indah.
Tiba-tiba wajah Rudi begitu dekat sekitar satu centi di hadapan Kevin. Kaget bukan main Rudi menunjukkan wajahnya tanpa ekspresi.
"Kenapa Lu, Rud. Dih amit-amit sono!" Kevin menjauhkan Rudi dari dekatnya. Tangannya mendorong wajah Rudi sejauh mungkin.
"Gua...gua...diputusiiiiinnnnnn.." Rudi menangis seperti bocah nakal yang terkena amukan emak.
"Rasainnnm..syukurrr.." Aneu meng-amini.
Mila dan Rani tertawa bersama, sungguh berita ajaib yang mereka dengar.
"Sahabat seperti apa kalian ini? Harusnya Lu pada suport gue lah kasih empati giman gitu kek. Malas banget deh sama kalian....Oh hati ini tersayat luka cinta yang dalam...." Rudi memeluk mobil seraya penuh kepiluan.
"Kalau begini, Gua trauma. Gua merasa frustasi pacaran dengan wanita lokal. Sekarang gua akan mencari wanita bule." Rudi terus nyerocos tidak karuan. Kevin senyum-senyum kemudian menepuk bahu Rudi.
"Cari wanita yang sholehah Rud, cewek macam Anita itu gampangan. Sorry gua bilang begitu Rud, gua malas berpura-pura setuju ama hubungan Lu sama Anita. Wanita banyak bro yang jauh lebih baik dan cakep dari dia..." Kevin menceramahi Rudi, kemudian Rudi terdiam sejenak dan memegang pundak Kevin dengan penuh perhatian lebay.
"Sebelumnya Gua ucapin terima kasih Ustadz...ceramah Lu...bikin Gua medapat hidayah atau entahlah ini azab...hiks hiks..." Rudi ingin sekali memukul kepala Kevin. Namun dia sadar apa yang dikatakan Kevin benar adanya. Rudi tersenyum dan tidak beberapa lama dia sudah move on. Begitulah Rudi di mata para sahabat yang tidak mendramatisir keadaan terlalu lama. Rudi itu gampang berubah moodnya. Seperti bipolar begitulah.
Lain Rudi Lain pula Aneu, wanita ini justru sangat gaul. Dia lebih dahulu tahu informasi apapun dan siapapun. Aneu belum lulus kuliah di Universitas terkenal di Jakarta karena semua tahu miss satu ini tidak begitu mementingkan arti pendidikan dalam hidup. Mila selalu memberikan masukan yang baik tetapi Aneu memiliki prinsip hidup sendiri, so hanya kepedulian sosial yang menyatukan dirinya dengan Mila.
Pernah mereka beradu argument,
"Haduh Mila...Kamu tahu Bapak Soeharto itu lulusan SD tapi menjadi Presiden..." Aneu membantah argument Mila mengenai pendidikan.
"Coba Lu jangan ambil kaca mata einstein dalam hal apapun, coba Lu pake kaca mata Ahmad Dhani, Lu tau artis itu nggak mentingin pendidikan tapi jadi pengusaha dan popularitas bahkan itu anak-anaknya semua jadi artis terus enak bisa nyari duit milyaran nggak pake ijazah." Aneu makin ngotot.
Penjudge sekali bukan? Karena hidup berkecukupan Aneu mampu sukses tanpa imbil-imbil ijazah. Tapi kenyataannya dia menjadi mahasiswa abadi yang entahlah hanya Tuhan yang tahu sampai kapan dia Kuliah. Mungkin lama-lama dia akan kena Drop Out.
Mila menarik nafas dalam-dalam dan tersenyum lebar, "Suatu hari Aku yakin semua gagasanmu itu akan terbantahkan, Hanya kita tunggu saja waktu yang tepat..."
"Maksud Lu, Gue nanti menyesal karena nggak lulus wisuda terus?? Haha...oke coba kita lihat." Sambut Aneu dengan yakin bahwa dirinya akan baik-baik saja meski sebenarnya hati kecil sedikit cemas dengan kata-kata Mila.
"Oke...." Mila menjawab singkat, padat dan jelas untuk mengintimidasi keyakinan Aneu. Mungkin lama kelamaan sahabatnya itu akan mengerti bahwa pendidikan itu penting dalam hidup.
Mila mengambil kamera, segera mengarahkannya pada Rani.
Rani, wanita berdarah menado ini cantik. Dengan hidung yang super sexy bak artis-artis holywood. Rani sedikit kalem, dia cenderung lebih mendengarkan keluh kesah oranglain. Apakah yang spesial dari sosok Rani? Bagi Mila sangat super spesial, cita-cita menjadi model profesional telah dikibarkan semenjak Rani duduk di bangku SMP. Alhasil hari ini, dia sudah menjadi model dan di kontrak atau endorse oleh berbagai brand kecil maupun menengah ke atas.
"Ran, job sekarang jauh lebih menguntungkan ya?" Mila mengawali cerita dengan merekam setiap adegan Rani di kameranya.
"I'll quit this job Mil..." Rani tersenyum menyimpan rona kepahitan dalam bibirnya.
"What?? Why??" Mila terkejut dengan pernyataan Rani.
"Mungkin gue ngerasa job ini lama kelamaan menjerumuskan gue ke hal-hal negatif... Lh tau Mil, dunia model tidak secantik paras model-modelnya." Rani memotong pembicaraannya, menyisakan sebuah kalimat yang sulit diartikan.
"Semua orang bisa menganggap Gua tidak kuat mental dalam mengejar impian, ya gua pecundang. Gue akui semua itu." Rani berkata tercekat-cekat, sesekali menelan ludahnya sendiri.
"Apapun keputusanmu Ran. Aku, Mila akan selalu menjadi temanmu....apapun alasan dibalik semua keputusanmu itu adalah jalan yang terbaik..." Mila mencoba menghibur Rani yang mulai larut dalam kesedian. Melepaskan mimpi adalah hal yang tidak mudah untuk kita relakan tetapi jika tidak mampu menjalaninya jangan pernah memaksakan dirimu bahkan mengorbankan apa yang kamu miliki hanya untuk ambisi.
####
Maaf teman teman, cerita mengenai kevin akan di buat terpisah...
Wait for other chapter, thanks all...
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken (Under Editing)
Fiksi RemajaMila seorang wanita tangguh dengan keluarga bergelimang harta harus menerima kenyataan telah kehilangan ayahnya selama dia berusia 7 tahun. Perceraian kedua orangtuanya menyisakan tanda tanya di hidupnya karena dia tidak mengerti apa yang terjadi di...
