Ve pov
"Naomi" liriku ketika melihat keadaan naomi.
Naomi dalam keadaan terikat. Bagian atasnya hanya tertutup bra. Seluruh anggota tubuhnya basah. Dan wajahnya dipenuhi luka lebam.
Aku tak tega melihatnya seperti ini. Aku tak bisa melihatnya. Aku tak sanggup. Tak sanggup.
Aku belari menghampiri naomi.
"Ve berhenti." Seru kinal menghentikan langkah ku.
Namun hanya membuatku diam sekitar 3 detik. Sisanya aku kembali meneruskan langkahku. Aku ingin memeluk naomi.
"Kalau kamu masih bersih keras kamu akan tahu akibat nya." Ancam kinal.
Plak..
Mataku melotot. Tubuh Naomi melengking. Saat tambang itu memecut punggung naomi. Keadaan ini membuatku tak berani mendekati naomi.
Aku tak tahu apa yang Kinal inginkan. Tapi yang aku rasakan kinal akan melakukan suatu hal yang buruk. Padaku juga pada Naomi.
Kinal menyodorkanku minuman. Kinal memaksaku untuk meminumnya. Aku sejenak menatap naomi. Naomi menggelengkan kepala, sebagai tanda larangannya.
Plak.
Algojo kinal kembali mengayukna tamabng itu di punggung naomi.
Tanpa pikir panjang. Dan tanpa berpikir tentang minuman itu. Aku segera meneguknya hingga habis.
Bodoh. Harusnya aku meminumnya sedikit saja.
Kurasakan udara memanas. Auhu tubuhku meningkat. Ada gairah yang datang tiba-tiba sulit ku bendung. Nafas ku tersanggal menahan gairah. Bagian area sensitif bawahku terasa bekedut.
Shit. Apa minuman itu alkohol? Tidak. Aku sama sekali tak mencium bau alkohol.
Jadi minuman apa tadi? Sungguh meningkatkan gairahku. Apalagi melihat tubuh naomi yang nyaria bertelanjang dada. Membuat dadaku kembang kempis menahan nafsu.
"Buka bajumu veranda." Titah kinal yang duduk berhadaoan denganku dengan menopang kaki kirinya.
"Tidak.. tidak Ve. Jangan kau lakukan itu." Teriak naomi.
Plak.. Naomi. Aku tak ingin melihatnya menderita
"Tidak jangan ve. Demi aku jangan kau lakukan itu." Terianya.
Plakk.. pecutan berikutnya kembali menghempas ttubuh naomi. Aku tak bisa. Tak bisa melihat naomi menderita. Aku akan melakukan apapun untuk membebaskannya. Untuk menyelamatkannya.
"Maafkan aku naomi. Aku mencintaimu." Lirihku.
Tanganku bergerak membuka pakaian bagian atas dan jeansku. Maaf naomi. Aku menutupi bagian dadaku juga bagian bawahku denganku. Karena aku tak menyukai tatapan kinal.
"Menari stripis lah dihadapanku, jessica veranda." Titah kinal.
"TIDAKKKK!!" JERIT naomi.
Tanpa membuang waktu. Dan tak ingin mengambil resiko. Ku liukkan badanku. Badanku bergerak sensual kerena efek gairah dari minuman itu. Tapi sungguh ini untuk menyelamatkan naomi.
Naomi menatapku. Begitu pun aku terus menatapnya. Aku hanya membayangkan bahwa aku kelakukan ini hanya dihadapan naomi tidak menganggap keberadaan kinal dan dua algojo kinal. Tatapan naomi sama sekali tak menggambarkan gairahnya. Ada air mata di selah matanya. Aku tahu aku membuatnya kecewa.
"remaslah. Remaslah dadamu ve." Ucap kinal.
Deg. Aku menghentikan gerakkanku.
"Atau kamu ingin aku yang meremasnya?" Ucapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROTASI
Fanfiction13 Juni 2015 "Kejutan ini terlalu berat. Aku rasa ini bukanlah kejutan. Lebih tepatnya batu besar yang menimpaku. Aku kapten JKT 48Tim K3. Tidak! Mantan kapten. Dan dipindahkan ke tim J. Dan kejadian ini membuat sisi lain diriku kembali muncul. Namu...
