38

2.4K 186 24
                                    

Ve pov

Sepeninggalan kinal, aku menangis sejadi-jadinya. Teringat saat naomi berkata a aku murahan. Kejadian ini benar-benar membuatku tak bisa menampiknya.

Larangan naomi pun agar menghindari kinal walau hanya mencium keningkupun selalu berdengung keras.

Semua terasa menyakitkan. Terlebih lagi saat aku masih dalam keadaan marah dan kecewa terhadap naomi. Tapi aku masih saja memikirkannya. Masih saja mengingat perkataannya. Masih saja memiliki rasa padanya. Masih saja mencintainya.

Semua terasa menyakitkan. Saat cinta dan rinduku termakan oleh amarah, kekecewaan dan kebencian.

Shinta Naomi, aku mencintaimu.

Amarah dan benci tak sanggup membuang seluruh perasaan cintaku padanya.

Dulu saat naomi masih sebagai kapten tim K3. Aku selalu cemburu melihat kapten tim berkumpul. Aku pikir aku cemburu karena kinal berdekatan dengan naomi. Tapi saat kinal dengan yang lain aku tak pernah merasa cemburu. Aku pikir karena naomi terlihat menarik

Tapi sekarang aku mengerti. Aku cemburu saat naomi berdekaan kinal. Perasaan cemburu itu selalu muncul saat naomi berdekatan dengan siapapun. Dan aku tahu aku mencintai seorang shinta naomi.

ahh chat dari frieska.

Aku segera menghubungi frieska. Beberapa kali aku mencoba menghubunginya. Hanya terdengar nada dering tanpa ada jawaban.

22.14

Ini suduh cukup larut. Apa frieska sudah tidur? Atau sesuatu yang buruk terjadi pada naomi?

"Frieska!" Sesaat setelah panggilan selulerku dijawabnya.

Namun aku tak mendengar apapun. Hanya gemuruh musik. Juga teriakan menyerukan nama Desta juga Tata.

Apa yang sebenarnya dilakukan Naomi? Aku yakin ini bukan sekedar bermain street ball illegal.

"Frieska... kamu ada dimana? Gimana naomi" Teriakku.

Bukannya mendapatkan jawaban, frieska memamatikkan panggilanku.

Author pov

Ronde 7

Dari ronde 5 naomi mulai menguasai pertandingan. Hingga sekarang sudah ronde 7 sudah berada dikekuasaannya. Serangannya selalu mengenai sasaran.

Di ronde 8. Naomi mengeluarkan seluruh tenagangya karena dia yakin, dia akan berhasil melakukan knockout di ronde ini. Memukul bagaian wajah kanan dan kiri. Menyerang dibagian dagu. Menendang perut desta. Nyaris tanpa perlawanan sama sekali. Naomi benar-benar diatas angin. Namun bunyi bel lebih dahulu berbunyi.

Ronde 9.
Naomi kembali berfokus melakukan serangan. Namun serangannya sudah tak segesit ronde sebelumnya. Tenaganya sudah terkuras habis. Bahkan serangannyapun terasa percuma karena beberapa kali berhasil dipatahkan desta.

Namun sebaliknya yang terjadi dengan desta dia sangat menanti naomi kehabisan tenaganya. Sedikit serangan yang dilayangkannya selalu mengenai naomi.

Tring. Ronde 9 berakhir.

Naomi sudah terduduk di sudut ring. Frieska dan sinka langsung memberikan naomi minuman dan juga mengelap keringatnya.

"Ka, aku memberitahu ka ve." Ucap frieska.

"Bukakankah itu hal percuma fries. Veranda takkan datang. Dia sudah tak peduli padaku." Jawab naomi.

"Ci hentikan pertandingannya. Buat apa sih cici melakukan ini?"

"Dudut. Kamu akan mengerti saat cici berhasil memenangkan pertandingannya." Jawab naomi.

"gimana kalau cici kalah?"

"Kita takkan pernah tahu hingga semua ronde berakhir."

Waktu istirahat berakhir. Frieska memberikan pelindung kepala pada naomi. Namun naomi menolaknya. Ya pelindung kepala itu membuatnya lebih cepat gerah dan berkeringat karena rambut panjangnya.

Ghaida sebagai wasit mengingatkan naomi untuk menggunakan pelindung kepalanya. Naomi menolak. Dan desta demi bermain adil bersedia membuka helmnya.

Ronde 10 pertandingan tanpa pelindung akan membuat setiap serangan langsung mengenai wajah lawan. Wajah mereka sudah sama sama tak karuan. Lebam mewarnai wajah mereka. Apalagi terlihat jelas di wajah putih naomi.

tring.

Serangan demi serangan dilancarkan desta. Pukulannya jelas lebih kuat dibandingkan naomi. Postur tubuh desta yang jauh lebih tinggi dan berisi membuatnya lebih leluasa saat memberikan serangan melalui kakinya.

pukulan keras desta mengenai rahang naomi, membuat naomi terjungkal.

Sepuluh

Sembilan

Delapan

Tujuh

Naomi membuaka matanya.

Apa aku telah samapi di surga? Hingga aku melihat bidadari.

Tatapan itu berhasil kembali membangkitkan Naomi.

Apa kau masih peduli padaku?

Naomi kembali bangkit dan berusaha bertahan dari serangan desta.

Naomi pov

Aku pikir aku akan mengalahkannya di ronde delapan. Tapi aku salah. Aku terlalu meremehkan lawanku. Bahkan aku telah kehabisan tenagaku.

Di ronde sepuluh aku semakin kewalahan menghadang serangan cepatnya. Seranganku seakan percuma. Memukul tapi tak ada tenaga.

Sepuluh

Sembilan

Delapan

Tujuh

Suara itu terdengar saat desta melayangkan pukulan kerasnya yang membuatku tersungkur tak berdaya.

Apa yang aku lihat?

Apa aku bermimpi?

Atau aku sudah berada di surga?
Aku melihat bidadari.

Aku tersenyum ketika melihatnya. Melihat air matanya. Membuatku mengerti bahwa dia peduli padaku.

Aku bangkit. Dan berusaha bertahan dari serangan desta.

Tring.

Aku berbisik pada ghaida meminta babak sebelas dan dua belas ini tanpa ada istirahat. Setelah merundingkannya dengan desta. Dan saling menyetujui.

"Dua babak terakhir akan dilakukan secara digabungkan pertandingan akan dilakukan selama 300 detik tanpa henti." Ghaida memberikan pengumuman yang mendapatkan sorak sorai penonton.

Tring

Desta memberikan serangan penuh sedangkan aku hanya mampu dan berusaha bertahan dari serangannya. Beberapa kali aku merepotkan ghaida yang harus menghitung mundur karena tubuhku yang terjungkal.

Darah mulai keluar dari pelipis mataku. Juga dekat bibirku. Sudah jelas aku kalah. Aku hanya memaksakan bangkit memberikan serangan satu dua pukulan sisanya aku kembali mendapatkan serangan beruntun.

Yang harus aku lakukan hanyalah bertahan hingga bunyi bel terakhir. Karena dengan begitu aku masih memiliki harapan.

Ghaida dan desta berkali-kali menanyakan kondisku saat aku terjungkal. Selalu bertanya apa aku yakin melanjutkan pertandingan. Lanjut. Satu kata itu selalu terucap.

Sinka sudah menangis dalam pelukkan frieska. Frieska pun hanya berusaha tegar beberapa kaki dia harus mengelap air di celah matanya.

Melody memilih meningyhalkan ruangan. Tak kuasa melihat keadaanku yang sudah tak beraturan. Sedangkan veranda memejamkan matanya, menautkan kedua jemari kanan kirinya dan didekatkannya di dada.



Tbc

ROTASITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang