50

2.4K 163 36
                                        

Ve pov

"Naomi!" Teriakku ketika salah satu cowok jadi-jadian itu memukul kepala naomi dengan balok kayu.

Ku lihat naomi memegangi kepalanya yang terkena pukulan. Kakinya melemas. Tubuhnya bergoyang. Bola matanya berputar. Dan terjatuh. Terkulai lemah.

Deg.

Apakah masih ada kehidupan di dalam sana?

Apa yang aku pikirkan?

Entah kekuatan dan keberanian dari mana, ku injak kaki kinal membuatnya melonggarkan jambakannya pada rambutku.

Aku belari ke arah naomi. Memeluk tubuhnya yabg sudah terkapar. Kupukul-pukul ringan pipinya mengecek kesadarannya.

"Mi bangun Mi. Sadar Mi." Tangis tak bisa ku bendung lagi.

aku memeluknya. Aku masih merasakan hembusan nafasnya walaupun sangat lemah.

"Drama berakhir." Ucap kinal menarik lenganku.

Kedua anak buah kinal memabawa naomi. Dan kinal menarikku kasar.

Tidak. Jangan jauhkan aku dari naomi.

"Kinal lepaskan aku. Aku mohon bawa naomi ke rumah sakit sekarang. Kinal aku mohon." Pintaku.

"Ini baru permulaan veranda. Aku belum selesai dengan pertunjukkannya." Ucapnya memberikan senyuman penuh kemenangan.

"Aku mohon kinal lepaskan naomi. Aku akan melakukan apapun yang kau minta kinal. Asal kau melepaskan naomi." Ucapku memhuat janji yang entah bisa ku tepati atau tidak.

"Simpan janjimu itu veranda. Aku akan menagihnya nanti dipermainan kedua ku." Ucapnya dan mengunciku seorang diri di sebuah ruangan kosong.

"Kinal aku mohon. Bebaskan naomi. Aku akan melakukan apapun." Teriakku sembari mengetuk pintu.

"Naomi. Naomi dan naomi yang sadari tadi kamu bicarakan. Bisakah kamu berhenti menyebut namanya? Aku muak mendengar namanya." Teriak kinal.

"Kinal. Aku mohon. Kinal aku mohon jangan sakiti naomi. Aku rela menjadi budakmu. Asal kamu melepaskan naomi." Teriakku.

"Aku sangat tak suka kamu menyebut namanya. Aku sangat tak menyukai nama itu."

Ku dengar langkah kaki semakin menjauh. Tapi tanganku masih kokoh memukul pintu. Mulutku masih berceloteh memoh pada kinal.

Aku mohon selamatkan naomi. Aku akan melakukan apapun asal naomi selamat. Aku mohon.

Tuhun lindungi naomi. Lindungi perempuan jutek yang sangat kucintai. Lindungi Shinta Naomi.

setelah ku menyadari teriakkanku percuma. Aku memilih diam. Aku memilih berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Semoga Tuhan melindungi perempuan yang sangat ku kasihi.

Naomi pov

Kepala ku terasa berat. Sakit. Pusing. Ahh mataku.

Loh kok gelap. Gue dimana? Ahh tempat kinal.

Bagaimana keadaan Ve? Seingatku aku melihat ve dijambak kasar oleh Kinal.

Bangsat. Kinal takkan ku biarkan kau menyakiti veranda.

Ahh.. kenapa gelap?? Apa karena benturan keras itu merusak saraf mataku? Ahh tidak! Tidak mungkin.

Sampai aku mengerti situasi tubuhku.

Kurasakan sebuah kain menyangga di hidunggku. Keningku beradu dengan sebuah kain. Aku tahu. Mataku di tutup.

Tanganku. Tanganku sangat pegal. Tanganku diikat ke atas dengan posisi direntangkan. Tali yang mengikat di pergelangan tanganku terasa menyakitkan apalagi jika aku mencoba menggerakkan tanganku. Aku yakin tambang itu akan melukai tanganku jika bergerak sedikit saja.

ROTASITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang