[Author]
Hingga akhirnya,pertarungan dimulai. Rai berlari mengepalkan tangannya untuk menghantam Xion,Xion juga melakukan hal yang sama. Sampai mereka pun beradu pukulan,seisi gudang pun bergetar akibat kekuatan mereka yang sangat kuat. Rai dengan penuh amarah langsung menyerang Xion dari segala sisi. Xion dengan tenang menghindari serangan itu seakan pukulan dan tendangan Rai tidak ada kekuatannya. Rai mulai kewalahan menghadapi Xion,tapi Rai masih bisa bertahan. Rai mundur sebentar. Xion menanyai Rai dengan tatapan dingin.
"Kau kelelahan?,aku bisa mengampunimu sekarang. Tapi dengan syarat,jauhi Dini!"
"Aku mencintainya. Tapi kau tidak mengakuinya,maka ini caraku untuk bisa mendapatkan restumu." Gertak Rai dengan wajah marah.
"Hmm,baiklah. Kau tidak memberiku pilihan." kata Xion yang membuat Rai bingung.
Xion maju dan dalam sekejap,dia sudah ada disamping Rai. Xion langsung menapakkan tangannya ke arah dada Rai sehingga dia terpental. Rai tersungkur dan tertimbun beberapa drum minyak digudang itu. Xion dengan wajah dingin menghampiri Rai yang terjatuh,kemudian Xion mengangkat baju Rai. Ternyata Rai memasang sebuah jebakan terhadap Xion berupa bom asap. Xion terkena bom itu dan mulai batuk-batuk,Ia pun melepaskan pegangannya dari kerah baju Rai. Rai pun meloloskan diri dan langsung mengambil senjatanya yang berada di lantai.
"Kali ini,aku yang akan memenangkan pertarungan ini!"
Kata Rai dengan wajah senang.
Rai langsung menembaki Xion dengan pistol dan senjata api lainnya,Xion terkena peluru Rai dan dia tersungkur dengan darah yang mengalir keluar dari tubuh Xion. Rai segera menghampiri Xion yang tampak sekarat,Rai langsung menendang wajah Xion dengan keras. Xion meringis kesakitan dan menahan lukanya.
"Hehehehe,bagaimana? Aku hebat kan? Jangan remehkan aku. Kau kira aku tidak bisa menjaga adikmu? Aku bisa,buktinya. Kau,mutan terkuat saja kalah menghadapiku." Ejek Rai yang memasukkan pistolnya ke dalam armornya.
Rai mengambil Katana Kaguya untuk ditusukkan ke tubuh Xion agar dia mati dan Rai mendapatkan restu dari Xion.
"Kau..ugh..curang,kau..memakai senjata.." Kata Xion terbata-bata.
"Cih,kau adalah orang jahat. Orang jahat sepertimu harusnya dikalahkan dengan kejahatan juga,seperti kelicikanku ini..hahahahaha." Kata Rai yang tertawa licik.
Rai senang bisa mengalahkan Xion semudah itu,ternyata orang yang katanya dapat memiliki kecepatan setara dengan kecepatan cahaya dapat ditaklukan oleh manusia biasa seperti Rai. Setelah berbicara,Rai langsung menghunuskan Katana nya kearah jantung Xion.
Apa yang terjadi??
Sementara dirumah,semua orang mencari keberadaan Rai. Dini mencoba untuk menelpon Rai,tetapi tidak diangkat. Chiko dan Freedom mencari keseluruh kompleks rumah,hasilnya juga nihil. Henry dan Gricelle juga ikut mencari ke sekeliling kota bersama Tian,Arai,dan Shina yang selalu mengikuti Tian.
Joe dengan sikapnya yang dingin bukannya mencari Rai,melainkan pergi menuju kamar Dini. Ia mengetuk pintu kamar. Dini menyuruhnya masuk.
"Tok tok tok!!" Suara ketukan pintu Joe yang pelan.
"Masuklah Joe." Sahut Dini dari dalam kamar.
Joe membuka pintu kamar Dini dan melihat Dini yang merenung diatas kasurnya dan menatap jendela dengan raut wajah sedih. Angin malam juga membuat rambut Dini yang diikat itu berhembus pelan. Joe berjalan dan menanyai Dini dengan wajah yang tetap dingin.
"Din,sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kemana Rai sejak tadi? Bicaralah padaku. Aku akan mencarinya!" Jelas Joe yang ternyata juga ikut mengkhawatirkan Rai.
"Ehm,Joe.. Sebenarnya Rai sedang bertarung dengan kakakku Xion di gudang dekat dermaga. Tempat yang dulu kita pakai untuk bertarung melawan ZeroPain 2 tahun yang lalu."
Jelas Dini sambil menunjukkan wajah sedih dihadapan Joe.
Sebenarnya Joe juga kasihan melihat Dini yang bersedih dan mengkhawatirkan Rai. Joe juga demikian,tapi Joe menunjukkan kekhawatirannya dengan cara lain. Joe pun langsung meninggalkan kamar Dini,sebelum pergi,Joe berkata kepada Dini.
"Jangan bersedih,aku akan segera membawa Rai pulang." Kata Joe dengan raut muka datar dan pergi meninggalkan kamar Dini.
Dini melihat kepergian Joe dan berkata dalam hati.
"Semoga Rai cepat ditemukan. Aku takut kehilangan dia." Batin Dini yang menanti kedatangan Rai di rumah.
Sesaat setelah Joe pergi meninggalkan Dini,dia langsung menuju garasi mengambil mobil Rai yang masih terparkir 1. Joe menancap gas pergi ke kantor Izagi Foundation terlebih dahulu untuk mengambil senjatanya.
Setelah itu,Joe menancap gas lagi menuju gudang kosong itu sendirian. Ia berkata dalam hati.
"Rai,aku akan datang menjemputmu kawan!"
Tampaknya Joe sangat mengkhawatirkan keadaan Rai saat ini. Untuk itu,ia juga harus cepat-cepat menuju ke tempat itu sebelum terlambat.
Digudang,Rai ternyata sudah menusuk Xion tepat dibagian jantung. Xion tak berdaya,kemudian secara perlahan,Xion mulai kehabisan darah dan dia pun mati. Rai berkata dalam hati.
"Mau tidak mau,aku harus membunuhmu. Agar hubunganku dengan Dini tetap berjalan seperti seharusnya." Kata Rai dengan wajah penuh darah Xion.
Rai pun segera pergi dari tempat itu,dan secara mengejutkan...
Apaan yaa?? Wkwkwkwkwk...
Next chapter,Coming Soon!!
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boy,My Hero
FantasyLagi dan lagi.. Rai harus dihadapkan dengan para Mutan yang lebih berbahaya yang dipimpin oleh musuh bebuyutannya..Ryu Seiha. Kemudian,datanglah seorang mutan lain yang bernama Xion Asyura..dia lebih memilih untuk bertarung sendiri. Konon,kekuatanny...
