-Yang gak sider aku doain cepet ketemu oppa-
Sepanjang pelajaran matematika, Meiza hanya senyum senyum tidak jelas, padahal beberapa hari yang lalu dia terlihat murung karena Hanbin, dan hari ini dia bahkan tidak mengingat laki-laki itu karena pikirannya dipenuhi oleh Daniel, kakak kelas yang membuatnya begitu semangat mencatat rumus matematika yang tertulis di papan tulis, padahal jika dipikir pikir biasanya dia lebih memilih duduk telungkup daripada mencatat rumus rumus yang dia anggap menyebalkan itu.
Doyeon melongo saat Meiza dengan mudahnya maju kedepan untuk menjawab soal dipapan tulis, bahkan gadis itu menyelesaikannya tanpa terdiam lama disana.
"Lo kenapa Meiza?" Doyeon menatapnya dengan horror saat gadis itu baru saja mendaratkan pantatnya di kursinya.
"Hah? Gue? Emang gue kenapa?"
"Oke fix lo pasti kesambet." melihat respon Meiza yang hanya senyum senyum tidak jelas membuat Doyeon semakin bingung dengan temannya itu.
"Apaan sih Doy, orang gue oke oke aja." gadis itu masih senyum senyum.
"Apa jangan jangan lo.." Doyeon menggantungkan kalimatnya sambil menatap Meiza dengan tatapan menyelidik.
"Apa? Gue kenapa?" Jawab gadis itu lagi dengan senyum yang belum juga memudar.
"Lo gila ya semenjak ditinggal kak Hanbin jadian?" baru saja Meiza ingin mengutarakan ketidak setujuannya dengan perkataan Doyeon, suara pak Namjoon menginterupsi dari depan.
"Kim Doyeon! Kamu ini bicara terus, ada apa Doyeon? Kamu pengen ngerjain soal nomer 4? Yasudah maju kalau begitu." Meiza terkikik kecil begitu Doyeon berdiri dari kursinya dengan umpatan pelan untuk pak Namjoon.
***
"Doy."
"Hm?" Doyeon mengunci handphonenya sembari memandang Meiza yang kini juga memandangnya.
"Lo tau gak sama kakak kelas yang beberapa hari yang lalu pas dikantin dia duduk disebrang Vernon?"
"Yang mana?" Doyeon mengernyit sembari membalas pertanyaan Meiza dengan pertanyaan juga.
"Yang ganteng, yang matanya cuman segaris Doy." Dia berfikir sebentar, mencerna perkataan temannya itu.
Yang ganteng?
Matanya cuman segaris?
Kak Bobby?
"Hah yang mana? Kak Bobby?" Ucap Doyeon setengan ragu dan setengah yakin.
"Emang iya?" Meiza balik bertanya pada temannya itu, setelah melihat anggukan kecil dari Doyeon, dia tersenyum senang.
"Emangnya kenapa?"
"Ng-nggak, nggak papa hehe cuma mau nanya aja." Gadis itu mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Bohong ah, jangan jangan lo suka sama kak Bobby?"
"Nggak kok."
"Bohong ah bohong." Doyeon mencolek bahu Meiza berniat untuk menggoda gadis itu, sementara Meiza tidak kuasa menahan senyumnya hanya mengindahkan apa yang Doyeon katakan.
"Apaan sih Doyeon ah, sana lo kutu anoa." setelah itu mereka hanya becanda tidak jelas, tapi disisi lain Doyeon senang karena temannya itu tidak lagi murung seperti kemarin kemarin.
Oh jadi namanya Bobby.
YOU ARE READING
Creep | Kang Daniel ✔
Fanfiction"Orang yang matanya sipit itu setia, gimana mau ngelirik yang lain, melek aja susah, kaya kak Daniel." "Emang kak Daniel bakal ngelirik lo?" [17/08/16] #80 in fanfiction ❤ [17/08/24] #9 in short story ❤
