Suara ribut di ruang makan itu menghiasi suana pagi hari kediaman keluarga Ong, disana ada dua orang kakak beradik yang sedang berebut selai kacang.
"Ngalah dong bang sama adek sendiri juga!"
"Ogah, lagian lo bukan adek gue lagi, mana ada adek yang gak cerita tentang masalahnya sama kakaknya? Jadi mulai kemaren lo bukan adek gue lagi." Meiza melepaskan botol selai kacang yang ditarik paksa oleh kakaknya itu, Seongwoo merengut sambil membuka penutup botol kaca itu.
"Kan gue udah minta maaf ih, gak lagi-lagi deh, nanti cerita kok, janji." Bujuk Meiza tapi kakaknya itu seolah tuli dan memakan rotinya dengan tidak peduli.
"Abang." Panggilnya, Seongwoo tidak bergeming.
"Abang sayang pacar kak Chung."
"Ih tau ah, abang gak sayang sama adeknya ih, bukannya di hibur malah marah sama adeknya." Sungut Meiza sambil menarik narik baju piyama kakaknya itu dengan wajah ditekuk.
"Berisik- yaudah iya iya gue maafin." Awalnya Seongwoo ingin marah tapi saat mendapati wajah memelas Meiza yang terlihat akan menangis sedetik kemudian, dia akhirnya menyerah juga.
"Sayang abang." Sontak gadis itu memeluk kakaknya dengan erat, mengunyel unyel pipi Seongwoo sesekali.
Suara bel yang menggema menginterupsinya untuk berlama lama dengan kakaknya itu, mungkin Hanbin sudah menjemputnya diluar sana, pikirnya.
"Yaudah Meiza berangkat dulu ya abang sayang." Gadis itu menyadang tasnya lalu berjalan keluar dari ruang makan itu menuju pintu depan dengan wajah yang dibuat senang.
"Kakak ngapain kesini?" Senyumnya memudar saat melihat siapa yang datang, ada Daniel yang masih begitu berani datang kerumahnya, laki-laki itu terlihat sudah rapi dengan pakaian sekolahnya, tapi jangan lupakan wajah laki-laki berambut coklat itu yang sedikit lebam, rupanya Seongwoo kemarin benar-benar menghajarnya.
"Gue mau ngajak lo berangkat bareng." Katanya yang membuat Meiza hampir menganga, Daniel benar-benar terlalu tidak tau malu untuk ukuran manusia biasa.
"Sama kak Pinky aja sana, aku udah ada yang nganter." Balas gadis itu, matanya beralih pada sudut bibir Daniel yang sedikit memar, jujur dia khawatir dengan laki-laki itu, tapi sikap Daniel yang tidak tau malu itu membuatnya berfikir dua kali untuk menunjukkan kekhawatirannya.
"Gue gak mau sama Pinky gue maunya sama lo aja." Sahut Daniel.
"Tapi aku gak mau sama kakak, aku maunya sama kak Hanbin." Sahut Meiza tak mau kalah.
"Gak boleh, lo sama gue."
"Aku panggilin bang Seongwoo nih ya?"
"Panggilin aja, lagian lo gak bakal tega ngeliat gue dipukulin." Kata Daniel dengan nada santai yang membuat Meiza membulatkan matanya.
"Siapa bilang? Beneran aku panggilin nih ya?" Ancam gadis itu.
"Iya panggilin aja." Meiza terdiam saat melihat ekpresi Daniel yang terlalu santai, gadis itu mendengus sementara laki-laki itu tersenyum simpul.
"Kenapa diem? Lo khawatir kalo gue dipukulin sama abang lo kan? Lo masih peduli kan sama gue? Gue tau." Ucapnya dengan tidak tau malu.
YOU ARE READING
Creep | Kang Daniel ✔
Fanfiction"Orang yang matanya sipit itu setia, gimana mau ngelirik yang lain, melek aja susah, kaya kak Daniel." "Emang kak Daniel bakal ngelirik lo?" [17/08/16] #80 in fanfiction ❤ [17/08/24] #9 in short story ❤
