Chapter 22 (Night Changes)

312 32 40
                                        

Long chapter, hope it wouldnt be boring
========================================================

"Jadi, Niall benar-benar resmi dengan barbie itu?" Tanya Clara. Kevia mengangguk lemah.

Kevia dan Clara sekarang sedang berada di salah satu coffee shop di London. Kevia sampai di London kemarin malam dan menghabiskan waktunya untuk tidur. Baru hari ini ia keluar, itu pun karena Clara yang tiba-tiba muncul di kamarnya.

"Kukira dia akan berakhir bersamamu. Dari foto-foto yang beredar, kalian berdua sangat dekat. Seperti sepasang kekasih." Kevia mengangkat kedua alisnya.

"Foto? Memangnya foto seperti apa yang beredar? Dan darimana itu?" Clara mendengus.

"Apa kau sesibuk itu sampai tidak sadar kalau kau jadi sorotan sekarang?" Kevia mengedikkan bahunya. Semenjak ia bergabung dengan kru One Direction, ia tidak membuka media sosialnya sama sekali. Ia terlalu sibuk dan malas.

"Foto-fotomu mulai beredar setelah kau berkencan dengan Niall di Dublin." Kata Clara. Kedua alis Kevia makin tinggi. Jadi dari situ semua berawal? Batinnya.

"Lalu setelah itu beredar fotomu dengan Harry di salah satu coffee shop dekat arena di Manchester, dan di sebuah rumah makan cepat saji bersama Ashton." Tambah Clara.

"Lalu, apa kau tahu apa yang terjadi? Kau tahu, aku tidak sempat membuka twitter ataupun instagram karena terlalu sibuk dan malas." Clara terlihat berpikir lalu menghela nafasnya.

"Banyak yang mempertanyakan tentangmu, karena kau muncul dengan ketiga orang itu. Sampai ada beberapa sumber yang mengatakan kalau kau adalah salah satu kru mereka." Kevia mengangguk-angguk. Menunggu Clara melanjutkan.

"Mereka mulai gencar mencari tahu tentangmu setelah Perrie Edward mengunggah fotomu dan dirinya di sebuah dapur." Lanjut Clara. Kevia kembali mengangguk-angguk.

"Apa ada yang mengatakan hal buruk tentangku?" Tanyanya hati-hati. Clara tersenyum kecil, merasa tidak enak.

"Well, jujur saja. Banyak. Sangat banyak. Jadi kusarankan padamu, jika kau tidak ingin hidupmu berakhir, lebih baik jangan kau buka akun media sosialmu itu." Tutur Clara. Kevia terkekeh kecil.

"Oh iya, kita kembali ke topik awal." Tukas Clara tiba-tiba. Kevia mengangkat kedua alisnya sembari menyeruput cappuccino pesanannya.

"Kenapa bisa-bisanya Niall lebih memilih barbie itu dibanding dirimu?" Kevia mendengus.

"Tentu saja kita semua tahu jawabannya, C. Aku hanya salah satu dari sekian banyak kru mereka. Aku tidak diperhitungkan."

"Tapi kau cantik, pintar dan pandai memasak. Kau berada jauh diatas barbie itu." Kevia terkekeh.

"Ia yang jauh berada di atasku, Clara. Ia model terkenal. Ia cantik dan ia... cukup baik." Clara memutar kedua bola matanya.

"Kau terlihat ragu saat bilang kalau ia itu baik." Kevia mengedikkan bahunya.

"Lalu, dengan siapa kau akan berakhir nanti? Harry? Karena tidak mungkin dengan Zayn, Louis dan Liam. Mereka punya pasangan." Kevia terkekeh.

"Aku tidak akan berakhir dengan siapapun. Lagi pula, aku dan Harry hanya berteman. Dan kuberitahu padamu, Harry memperlakukanku seperti anak kecil. Jadi sudah dipastikan kami tidak akan berakhir bersama." Clara mendecih.

"Untuk apa kau bekerja bersama mereka kalau kau tidak bisa merebut hati dari salah satunya?" Katanya.

"Kau terlalu banyak baca fanfiction mengenai mereka yang jatuh cinta pada asisten mereka. Itu tidak akan terjadi padaku."

The Noiseless AssistantTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang