Chapter 43 (Disappeared)

106 17 5
                                        

Niall menutup pintu mobil taksi yang ditumpanginya. Sembari membetulkan posisi kacamata hitamnya, laki-laki berambut pirang itu berjalan memasuki sebuah restoran kecil. Waktu belum menunjukkan jam makan siang, membuat restoran itu sepi pengunjung. Hanya ada dua atau tiga orang di sana. Cukup aman baginya untuk menunjukkan identitas aslinya.

Niall memutuskan menghampiri meja kasir saat melihat seseorang yang cukup familiar. Troy, laki-laki yang melayani mereka saat Kevia mengucapkan selamat tinggal pada teman-temannya sebelum bergabung dengan kru One Direction.

"Hey." Sapa Niall.

Troy menoleh dan tersenyum. Dia mengenali laki-laki yang berdiri di hadapannya ini. "Selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu?" Tanyanya sopan.

Niall ikut menyunggingkan senyumnya. "Apa Kevia ada?" Troy mengerutkan keningnya. "Kevia? Maksudmu Kevia Gusev?" Niall mengangguk.

"Ah, maafkan aku. Tapi bukannya ia bekerja bersamamu?" Niall yang sekarang mengerutkan keningnya. "Tapi ia sudah berhenti beberapa bulan lalu. Bukannya ia kembali bekerja di sini?"

Troy menyunggingkan senyum kecil. "Maaf, tapi Kevia sudah tidak bekerja di sini lagi semenjak ikut bergabung dengan kalian."

Niall mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia tidak salah dengar, kan? Kevia berhenti? Tapi bukannya ia hanya pergi sementara?

"Ah, itu Caroline. Kau bisa bertanya padanya soal Kevia, Niall." Niall menoleh ke arah yang ditunjuk Troy. Tanpa mengatakan apapun, laki-laki itu pun menghampiri Caroline, wanita yang seingat Niall, adalah manajer restoran itu.

"Hey, Nyonya. Maaf mengganggu." Ujar Niall. Caroline yang cukup terkejut dengan kehadiran Niall yang tiba-tiba hanya bisa mengangguk.

"Aku Niall Horan. Kau pasti mengingatku, beberapa bulan yang lalu, aku dan kawan-kawanku membawa salah satu kokimu." Caroline mengangguk. "Ah, iya. One Direction kan? Ada masalah apa, Mr. Horan?"

"Apa aku bisa bertemu dengan Kevia?" Caroline mengerjapkan matanya beberapa kali. "Oh, maaf, Mr. Horan. Tapi Kevia sudah tidak bekerja di sini lagi."

"Apa?! Tapi bukannya ia akan kembali ke sini lagi begitu kontraknya dengan kami berakhir?"

"Awalnya memang begitu. Tapi beberapa waktu yang lalu, ia mendatangiku dan mengajukan pengunduran dirinya." Niall mengerjapkan matanya. "Kapan itu terjadi?"

"Kurasa saat akhir Juni." Niall terbelalak. Juni? Apa itu artinya....

"Oh, kalau begitu. Terima kasih informasinya. Permisi." Niall langsung meninggalkan restoran itu.

Niall menghentikan sebuah taksi dan segera menumpanginya. Setelah menyebutkan alamat tujuannya, Niall duduk terdiam. Akhir Juni katanya. Dia ingat akhir Juni adalah saat konser mereka di Perancis dan Belanda. Bersamaan dengan Kevia yang meminta cuti. Apa itu artinya ia memutuskan untuk mengundurkan diri saat ia sedang cuti? Tapi kenapa?

Taksi yang ditumpangi Niall berhenti di depan sebuah rumah. Itu rumah Kevia dan bibinya. Begitu Niall turun dari taksi, dia menemun mobil yang dia kenal terparkir tidak jauh dari sana. Itu mobil Harry. Apa Harry juga berkunjung ke rumah Kevia?

"Niall?" Suara seseorang mengejutkan Niall. Ternyata itu Harry. Dia baru saja keluar dari rumah Kevia.

"Kau, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Harry. "Pertanyaan yang sama untukmu, Haz." Tukas Niall.

Harry memasukkan kedua tangannya ke saku jeansnya. "Aku berniat mengunjungi Kevia."

"Ia ada di rumah?" Harry menggeleng. "Ia sudah tidak tinggal di sini lagi."

The Noiseless AssistantTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang