Nineteen

94 8 0
                                        

Kamu pandai membuatku merasa paling istimewa. Namun, pada waktu yang sama kamu mengabaikanku bagai tak membutuhkan. :)

-------

Sejak hari itu, Vamella tidak bertemu dengan David. Padahal ada yang ingin ia sampaikan pada lelaki itu. Namun entah mengapa David tidak menunjukkan batang hidung nya.

Ketika ia menanyakan pada Dion, Dion seperti menyembunyikan sesuatu dari nya.
Dan Nichole pun agak berbeda, entah. Nichole kini lebih banyak diam dibanding mengobrol dengan Vamella.

Vamella aneh pada sikap orang orang sekarang. Memang nya dia punya salah yang menyebabkan ini semua?

Gadis itu menghirup nafas nya lalu menduduki dirinya di bangku panjang yang terletak di rooftop sekolah ini.

Dua hari lagi adalah ulang tahun Dion. Semua persiapan sudah selesai, hanya tinggal menunggu waktu saja.

Dion sama sekali tidak mengetahui rencana ini, apalagi perihal kedatangan Karin ke Indonesia dan akan menetap satu sekolah dengan nya. Selama ini yang ia tahu hanyalah soal menghilang nya Karin, dan ia berpikir jika Karin masih berada di luar negeri.

Vamella mengeluarkan ponsel nya lalu mengetik pesan pada seseorang.

Vamella
Dav?

Gadis itu memandang hampa langit. Tidak bertemu nya ia dengan David memang menyebalkan apalagi dengan rindu yang tiba tiba datang.

Apakah David melihat kejadian itu dan ia berpikir bahwa Vamella menerima Ned. Oh tidak. Vamella menggelengkan kepala nya.

Gadis itu kembali meraih ponsel nya.

David
What?

Anjir singkat.

Vamella menghela nafas nya mendapati pesan dari David yang terkesan singkat. Padahal pesan nya tadi pada David pun tak kalah singkat, dasar cewe:(

Vamella
Ke rooftop bisa?

David
Sorry, gue ada tes abis
istirahat sekarang

Vamella
Oh, padahal tadinya gue mau
ngomong sesuatu sama lo:).

David
Nanti aja ya, kalo gue
ada waktu.

Vamella
Oh iya, sans.

Vamella mengerucutkan bibir nya kesal. Jika benar David mengira ia berpacaran dengan Ned. Ia mesti menjelaskan semua itu pada David. Tapi, jika David menjauh seperti ini mana ada ruang untuk ia menjelaskan.

****

Gio

Setelah ia menyatakan hal itu pada Nichole, jelas saja ia merasa bingung hendak apa. Apalagi kemarin pasti Nichole merasa sakit hati, meski Gio tidak bisa memastikan itu.

Ditatap nya Ned yang tengah asik makan bersama teman kelas nya. Tanpa babibu dirinya langsung menghampiri Ned dengan cara yang tidak santai.

My Beloved Mind ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang