"Bentar lagi abang gue ulang tahun, gue harus kasih dia apa ya?"
Vamella tak henti memikirkan kado apa yang pantas ia berikan untuk Dion yang selama ini sudah sangat baik kepadanya.
Rasanya tak cukup jika ia hanya membelikan suatu barang.
"Apa aja lah, sepatu kek, jam tangan, jersey atau yang lainnya yang abang lo suka" Jawab Nichole sembari memainkan kuku indahnya.
"Itu mah terlalu biasa Col"
Nichole tampak berpikir, "Emm, oh gue tau lo kasih birthday party aja gimana? Ntar lo undang semua temen temennya dan yang terpenting orang tersayangnya"
Vamella tersenyum mengangguk angguk mendengar masukan dari temannya itu. Ia akan berusaha agar Dion merasa bahagia karenanya, seperti apa yang Dion lakukan untuk membuat Vamella bahagia.
"Parah padahal gue tadi kerumah lo dulu Col, tapi kata bunda lo udah pergi sama cowo laen. Pedih hati abang jauh jauh taunya sama yang laen" Vamella dan Nichole menoleh ke arah seorang cowok yang masih terengah engah karena capek.
"Kasian lo cacing kutu, besok besok mending jemput gue" Ujar Vamella mengingat rencana kejutan ulang tahun untuk Dion yang pastinya ia harus sedikit memusuhi atau menjauhi Dion.
"Enak aja lo," Balas Nichole tak terima.
"Lahh, lo kan sama Ka Gio gimana sih" Vamella mengangkat alis nya bingung.
Ned tersenyum jahil. "Senangnya dalam hati diperebutkan dua cewe cantik" Ujarnya lalu mencubit gemas kedua teman ceweknya.
Nichole dan vamella hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Yaudah Col, lo udah sama si kaka kelas itu biarin gue sama Mella" Ned memasang tampang imut pada sahabatnya yang sejak kecil masih orok sudah bersama.
Nichole terkekeh. "Ahaha yaudah sono"
Vamella tersenyum seraya mengangkat alis nya berbarengan dengan Ned yang melakukan hal yang sama seperti dirinya.
"Udah bel tuh, balik ke kandang sono" Usir Nichole ketika mendengar bel masuk sudah berbunyi. Ned mengangguk patuh lalu melambaikan tangannya seraya pergi dari kelas Nichole dan Vamella.
"WOI PA BUDI GAADA DAN GAADA TUGAS KATANYA KALIAN PELAJARI AJA BAB 2" Teriak si ketua murid langsung disambut meriah oleh seisi kelas juga Vamella yang jengah terhadap materi kimia yang diberikan pa Budi, selama ia belajar ia masih tidak mengerti. Entah Pa Budi yang kurang mengajarnya, atau emang otak Vamella tidak kesampaian.
"Asik dong Col," Seru nya pada Nichole yang tengah memasukkan kembali buku kimia yang tadi ia keluarkan.
"Akhirnya setelah sekian lama gue menunggu momen ini Mell. Ahaha" Momen yang dimaksud oleh Nichole adalah ketidakhadiran Pa Budi yang biasanya tidak pernah absen.
"Oh iya Col, lo mau kan bantuin gue?" Tanya Vamella.
Seakan mengerti apa yang dimaksud oleh temannya itu, Nichole mengacungkan jempol nya sebagai balasan.
"Asiik" Vamella memeluk erat Nichole.
"Lepasin gue gabisa napas ogeb" Nichole menepis tangan Vamella yang memeluk tubuhnya. Vamella tertawa seraya meleraikan pelukannya.
"Jangan ngambek dong, yaudah gue pergi dulu ya baiii" Seakan tak memberi kesempatan Nichole untuk bertanya ia mau kemana, Vamella langsung ngacir dengan ponsel dan headphone yang ia bawa.
Vamella berjalan menyusuri koridor sekolah yang tampak lenggang. Sesekali bibirnya komat kamit ikut menyanyikan lagu yang ia dengar. Entah mengapa sekarang ia ingin mengunjungi tempat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beloved Mind Reader
Teen Fiction"Coba baca pikiran aku sekarang Dav" David tersenyum tipis menanggapi gadis didepannya ini. Gadis yang berhasil membuat nya berubah, gadis yang selalu hadir menemaninya, gadis yang selalu ada untuk menyelesaikan apapun masalah dia. Dan gadis itu a...
