David baru saja sampai di rumah sakit, tempat Keisha berobat. Padahal Keisha menghubungi nya sejak pagi, namun ia sampai pada pukul 3 sore.
Dia ingin menjaga Keisha, akan ia lakukan. Namun jika untuk kembali, David jelas akan menolak.
Yang ia inginkan sekarang hanya satu, yaitu Keisha segera operasi dan terbebas dari penyakit nya. Dengan begitu, ia tidak harus lagi menjaga Keisha.
"Sha..." Panggil David saat menemui gadis itu sedang berada di luar ruangan Dokter yang menanganinya.
Keisha langsung menoleh sambil tersenyum. "David.." Ujarnya riang lalu berdiri memeluk David.
David tak membalas pelukan Keisha, entah mengapa gadis ini seperti ini. Padahal biasanya Keisha akan berucap manja saja, tidak seperti ini.
"Sha.. Lo kenapa?" Tanya David heran.
"Aku kangen kamu Dav. Rasanya tadi nunggu kamu lama banget. Abis jalan sama Vamella ya?" Keisha merelai peluknya.
"Gue nemenin dia manggung tadi" Jawab David sambil mengusap rambut Keisha sekilas.
Keisha mengangguk anggukan kepalanya. "Tadi aku cuci darah lagi Dav. Lemes banget, aku juga udah bosen minum obat terus." Keluh Keisha.
David menarik lengan Keisha untuk membawanya pulang. "Sabar Sha, percaya proses. Nanti lo pun pasti akan sembuh"
Keisha tersenyum seraya memeluk lengan David. "Jangan pergi sebelum gue sembuh ya Dav?"
David mengangguk. "Iya Sha. Yu pulang"
Keisha benar benar menyesal meninggalkan David dulu hanya karena cowok yang tidak tahu diri. Andai saja Keisha tak terbuai pada omongan cowok itu, pasti sekarang Keisha dan David masih bersama. Andai saja waktu bisa diulang kembali.
Ia jatuh cinta pada David tepat nya 2 tahun lalu saat David menghadiri pendidikan latihan di Spanyol bersama akademi pelatihan yang mengikat nya. Saat itu Keisha adalah seorang model dan tinggal di Spanyol atas permintaan orang tua nya.
David pernah mencintai Keisha dengan sangat. Namun perasaan itu hilang begitu saja karena Keisha lebih memilih cowok lain dibanding dirinya.
Flashback on
Libur kenaikan kelas telah tiba. Meskipun Papa nya belum pulang, David tetap senang karena akan bertemu dengan pujaan hati nya.
Sekarang ia sedang berada di Spanyol, dan tak sabar untuk pergi ke rumah kekasih nya. Ia juga telah menyiapkan hadiah.
David sengaja tidak memberi tahu dulu Keisha jika ia akan datang. Agar Keisha terkesan akan kedatangannya.
Dengan menggunakan taksi online David menuju rumah Keisha dari hotel nya. Tak butuh waktu lama akhirnya ia sampai di rumah Keisha.
Pintu nya terbuka, David dengan sengaja masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Ia berjalan menaiki anak tangga. David membawa sebuket bunga dan coklat yang amat banyak.
David berdiri di depan kamar Keisha. Terdengar suara dari dalam, ia tersenyum itu berarti Keisha ada di kamar nya.
Ia membuka pintu kamar yang kebetulan tidak di kunci. Dalam hitungan detik, perasaan rindu itu tiba tiba hilang, cinta itu terhapuskan.
Ia menjatuhkan apa yang ia pegang. Pedih, sangat. Ketika David berusaha untuk bertemu dengan Keisha, namun gadis itu malah bercumbu mesra dengan laki laki lain.
Keisha melirik ke arah pintu, menarik bibir nya dari ciumannya dengan Javier. Ia kaget begitu melihat David.
"Sha.." Sapa David.
Keisha merelai pelukannya dengan Javier, ia turun dari ranjang dan menghampiri David yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Eh, kamu dari kapan?" Tanya Keisha santai, seperti tidak melakukan kesalahan apapun.
"Kenapa, Sha?" David memundurkan langkah nya.
"Aku kesini buat kamu. Tapi, inikah sambutan untuk aku? Jahat, Sha" David lagi lagi memundurkan langkah nya. Ia melihat Javier yang sedang tersenyum sinis kepadanya.
Haruskah hati nya hancur di saat yang tidak tepat? Ia merasa telah dikhianati oleh orang yang paling ia percaya. Sama hal nya dengan Andhika, keduanya telah mematahkan hati David dengan baik.
"Aku ga mau lanjutin hubungan sama orang bodoh kayak kamu." Keisha memegang dada David.
"3 tahun pacaran sama kamu, ga buat aku bahagia, apalagi selama 2 tahun kita LDR dav." Lanjut Keisha sukses membuat David tersentak. Begitukah?
"Tapi ternyata, Javier lebih baik dari kamu. Dia ga pernah memaksa kehendak aku." Keisha mendekatkan tubuhnya, menghapus jarak di antara mereka.
Keisha mencium pipi David. "Aku minta putus."
"Makasih buat semuanya, Dav." Keisha memeluk David sebentar.
David menggretakan gigi nya emosi. Dan sekarang gadis yang paling ia cinta, dalam sehari berubah menjadi gadis menjijikkan yang ia benci. David benci Keisha, tak peduli lagi. David mendorong tubuh Keisha, hingga gadis itu terhuyung ke belakang dan di tangkap dengan sigap oleh Javier.
David tersenyum pada Javier. "gracias Me ayudaste a descubrir cómo se comportaba la chica real. Aparentemente, era más o menos lo mismo que una prostituta" Ujarnya dengan fasih menggunakan bahasa Spanyol.
(Terimakasih.kamu telah membantu saya untuk mengetahui bagaimana kelakukan gadis ini yang sebenarnya. Rupanya, kurang lebih sama dengan pelacur)
"Solo relájate, no lo tomes en serio" Jawab Javier dengan kekehan.
(Santai saja, jangan menganggapnya serius)
David pergi dengan hati yang begitu kecewa. Ia menendang sebuket bunga tersebut dan lalu menutup pintu dengan kuat hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.
Ia kecewa. Benar benar kecewa.
Flashback off.
Kini gadis yang telah membuatnya kecewa berada di sampingnya. Dengan tanpa dosa, ia datang ke kehidupan David dengan alasan ingin David yang menjaga nya.
***
Terimakasih udah baca MBMR
I hope you like it.
All love
W
Jodoh dari semua pesepak bola ganteng ditambah Zayn++++
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beloved Mind Reader
Teen Fiction"Coba baca pikiran aku sekarang Dav" David tersenyum tipis menanggapi gadis didepannya ini. Gadis yang berhasil membuat nya berubah, gadis yang selalu hadir menemaninya, gadis yang selalu ada untuk menyelesaikan apapun masalah dia. Dan gadis itu a...
