Selamat membaca cerita My Beloved Mind Reader
-----------------------------------------------------------------
"Yah, kenapa Ned sampai sekarang belum bertemu sama anak nya om Andhika?"
Pria paruh baya itu menoleh ke anak nya yang telah duduk manis di sofa di ruang kerja nya.
"Kenapa? Penasaran siapa anak nya?" Tanya Hans- ayah Ned.
Ned mengangguk cepat. "Iyalah, Ned sudah 16 tahun dan belum pernah bertemu sama sepupu sendiri. Kan aneh"
Hans tertawa. "Sepupu kamu itu satu sekolah dengan kamu. Tinggal cari aja nama cowok yang belakang nya Assensio"
"Oh iya"
Hans kembali melanjutkan pekerjaan nya. "Eh yah, nama ayah Hans Assensio nama si om Andhika Assensio dan anak nya ada Assensio nya."
Ned tampak berpikir. "Tapi, kenapa nama Ned Ned Alarcon Malik ya? Gak ada Assensio nya."
Hans terdiam ketika anak nya bertanya hal itu. Ia tidak tahu harus menjawab apa, ia tidak ingin terus berbohong pada Ned. Namun bagaimana lagi, keadaan yang memaksa dirinya harus terus berbohong agar semua baik baik saja dan tidak terbongkar apa yang selama ini dirahasiakan.
"Eh iya juga ya." Jawab Hans.
"Kenapa yah? Apa jangan jangan Ned bukan anak kandung ayah, tapi ayah ambil karena Ned adalah anak hilang atau ayah ambil dari panti asuhan"
Hans menatap tajam Ned. "Jaga kalau kamu bicara Ned"
"Ya kan Ned cuma bertanya" Jawab Ned dengan suara yang dipelankan.
"Sudahlah tidak usah kamu pikirkan. Itu hanya keinginan ibu yang memberi nama kamu" Ujar Hans dan kembali fokus ke layar laptop nya.
Ned mendengus kesal tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Hans. Mana mungkin orang tua nya menghapus nama Assensio dari nama nya padahal jelas nama Assensio sudah menjadi marga dari keluarga ini.
****
Ned benar benar ingin mengetahui sepupu nya itu, makanya sekarang ia datang ke ruang tata usaha hanya untuk melihat daftar nama siswa siswi disini.
Dia mendecak sebal tak menemui nama Assensio di kelas X dan XI. Tinggal kelas XII yang belum ia cari dan sekarang juga akan ia cari sampai ketemu!
Ia bebas membuka daftar siswa tersebut karena tadi telah sedikit menggoda Ibu TU yang masih muda juga cantik. Hanya dengan dikatai 'Cantik dan lucu' akhirnya ibu itu menyerahkan daftar nama siswa itu.
Kini ia membuka lembaran kelas XII Ipa 5. Matanya membulat sempurna membaca nama seseorang itu. Benarkah?
"HAH MASA SEPUPU GUE ADALAH ORANG YANG PACARAN SAMA GADIS YANG GUE CINTA?!"
Ibu itu menoleh dan memberikan tatapan tajam. "Ned disini tidak diperbolehkan berisik. Sudah kan urusan kamu? Jadi silahkan keluar"
Ned tersenyum malu. "Iya maaf ibu, urusan saya sudah selesai kok. Terimakasih banyak ya bu"
Tanpa menunggu jawaban dari Ibu itu, Ned langsung ngacir keluar dari ruangan tersebut. Mengapa ia tidak pernah bertemu dengan sepupu nya itu? Lagipula ia sering bertemu dengan Om Andhika tapi sama sekali tidak dengan sepupu nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Beloved Mind Reader
Genç Kurgu"Coba baca pikiran aku sekarang Dav" David tersenyum tipis menanggapi gadis didepannya ini. Gadis yang berhasil membuat nya berubah, gadis yang selalu hadir menemaninya, gadis yang selalu ada untuk menyelesaikan apapun masalah dia. Dan gadis itu a...
