Twenty

99 10 0
                                        

"Col tunggu dulu"

Nichole sengaja berjalan agak cepat untuk menghindari temannya. Ia tak ingin jika bersama temannya itu ia akan mengatakan hal yang tidak tidak.

"Nichole ih"  Vamella mencengkal lengan Nichole agar menghentikan langkah nya.

Nichole tampak tersenyum meski sedikit dipaksa kan. "Apa mel?"

"Gue mau ngomong, lo dengerin gue dulu ya" Vamella terus memegang lengan Nichole. Dirinya tidak ingin terus berperang dingin dengan Nichole.

"Sorry mel, tapi gue sibuk hari ini" Alibi Nichole seraya berusaha melepaskan tangannya.

Vamella memutar bola matanya mendengar alasan yang diberikan temannya itu. "Kenapa Col? Kenapa lo sembunyiin ini semua?"

Nichole menoleh. "Ma-maksud lo gimana?"
"Kenapa lo harus jadiin Gio alasan?" Ujar Vamella sukses membuat Nichole mencelos.

"Kenapa ga dari dulu aja lo bilang kalo bukan Gio yang lo cinta, tapi Ned" Kali ini perkataan Vamella benar benar memohok hati Nichole.

Selama ini ia selalu menutupi perasaannya, namun kenapa sekarang Vamella bisa mengetahui nya. Sungguh, ia tidak ingin ada satupun yang tahu akan perasaan itu.

Terutama Ned.

"Lo, em tau darimana?" Tanya Nichole memberanikan untuk mengeluarkan suara nya.

"Gapenting Col gue tau darimana. Yang terpenting adalah lo anggap gue udah jadian kan sama Ned?" Jawab Vamella cepat.

Nichole menunduk lalu mengangguk pelan.

"Gue minta maaf Col"

"Ga seharusnya gue ambil dia dari lo" Ucap Vamella dan langsung dihadiahi tatapan oleh Nichole.

Berarti dugaan nya benar. Vamella dan Ned memang sudah bersama. Dirinya tak mungkin mendapatkan hati dari Ned yang menganggap nya tak lebih dari sahabat.

Bagaimanapun juga ia harus menerima kenyataan.

Dimana cinta tak selamanya harus memiliki.

Dirinya harus membuka mata pada seseorang yang tulus padanya. Bukan yang sekedar ada menemani.

Karena yang selalu ada belum tentu memiliki perasaan yang sama.

*****

Dion melempar bantal ke arah Vamella yang semenjak pulang sekolah hanya berleha leha di atas ranjang.

"Apaan sih bang?" Tanya Vamella geram seraya membalas melempar bantal tersebut.

"Ngapa sih lo dari kemarin kemarin beda?" Dion menghampiri Vamella dan duduk di tepian ranjang tempat Vamella menidurkan diri.

Vamella memutar bola matanya malas. "Keluar sana gue lagi males liat muka lo"

Dion mengernyitkan dahi nya bingung lalu menggoyangkan badan Vamella. "Lah? Perasaan gue gaada salah sama lo"

Vamella membalikkan tubuh nya. "Banyak salah ko ke gue. Udah balik ke kamar lo, gue juga butuh privacy"

"Sombong amat lo. Mentang mentang udah punya pacar. Lupa sama abang sendiri"

Mendengar perkataan Dion, sontak Vamella bangun dan memukul Dion agak keras. Sudah berapa banyak kah orang yang menganggap dirinya telah berpacaran.  Ia ingin merutuki diri nya sendiri mengapa ia harus memeluk Ned saat itu.

"Kalau ngomong tuh difilter dulu"

Dion tersenyum sinis.

Gadis itu mendorong tubuh Dion agar keluar dari kamar nya segera. "Udah sana lo ngeselin lama lama"

"Kasian David deh, deket lama lama eh jadian nya sama yang lain. Sadis sistt" Ujar Dion ketika dirinya didorong paksa oleh Vamella.

Gadis itu memutar bola matanya jengah lalu memegang knop pintu setelah Dion keluar dari kamar nya. "Hidup hidup gue ngapain lo yang repot"

Setelah berkata itu Vamella menutup pintu agak keras hingga menimbulkan suara yang nyaring.

Besok adalah tepat hari Dion ulang tahun. Dia, Karin dan Carra telah membeli dress untuk dipakai besok. Marshall pun senantiasa membantu nya untuk membagikan invitation cards untuk semua teman teman Dion tanpa sepengetahuan nya.

Namun, David.

Padahal Vamella ingin dirinya memberikan surprise itu bersama David. Dengan David. Tetapi, cowok itu terlanjur salah kira. Dan Vamella merasa akan susah untuk menjelaskan semua.

Jujur saja.

Hanya beberapa hari saja tidak mengobrol dengan David, rasa rindu itu muncul dengan sendirinya malah bertambah setiap harinya.

"Gue kangen lo David" Vamella mengusap foto nya bersama David saat mengunjungi suatu mall tempo hari.

David yang posesif
David yang menyebalkan
David yang menyenangkan
David yang ganteng
David yang aah rasanya semua yanga ada dalam diri David, Vamella suka.

Vamella suka semua dari David.

----

Ini sih part terpendek
Tapi di part selanjut nya bakalan panjang ko kalo niat wkwk.

Happy reading semuanya.
Hope you like it.

All love W





My Beloved Mind ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang