[6] Pregnant?

24.8K 1K 81
                                        

Jan lupa vote 😘😘😘

Author's POV

Harry dengan bahagia membawakan Abigail makanan, dia tau bahwa Gadis itu sedang mengandung anaknya. Dia tidak berhenti sejak tadi pagi melihat Test Pack yang menunjukan garis merah dua.

Bahkan, Abigail belum tau jika dia hamil. Alat itu langsung diambil oleh Harry saat dia masuk ke Kamar Mandi dan tak memberitahukan kepada siapapun.

"Terima Kasih, Abby." Gumamnya dengan senyum yang merekah.

--

"Aku datang." Harry dengan bahagia memasuki Rumahnya. Lalu disambut dengan Mom Anne dan Marlin.

"Hallo, sayang." Kata Mom Anne menolong Harry membawakan Tas nya.

"Mom, aku membawakan Salad untuk kalian semua." Ujar Harry.

"Padahal Abigail sedang ingin memakan Pizza." Harry memutar matanya, dasar Ibu Hamil.

"Itu tidak baik untuk dia, Mom." Anne mengerutkan alisnya dan mengulum senyum.

Harry sudah berubah. Ujarnya dalam Hati.

"Memangnya kenapa?" Tanya Anne lagi.

"Rahasia, Mom. Kau akan tau nanti." Ujar Harry sambil menyolek dagu Mom Anne.

Anne tertawa dan bahagia melihat tingkah laku anaknya yang sangat berubah. Harry yang asli.

Harry adalah orang yang lembut, penyayang, tampan. Semua yang baik ada padanya.

Tapi, karena suatu hal, yang membuatnya berubah.

Harry mencium pipi Ibunya serta Merlin yang ikut bahagia dengan perubahan sikap asuhan nya itu.

--

"Abigail?" Harry masuk kedalam kamarnya dan tersenyum ketika melihat gadis itu tidur.

Perut nya sudah sedikit buncit, benarkah Perempuan itu tidak menyadari jika dia Hamil?

"Hei, bangun, Abby." Harry sedikit mengelus pipi Abigail. Hati nya sedikit bergemuruh ketika mata biru laut Abigail terbuka.

"H-harry?" Abigail segera duduk karna terkejut. "Maaf."

"Tak apa, Sayang." Harry sedikit terkikik, "aku membawakan Salad untukmu."

Abigail cemberut, padahal ia ingin Pizza. Kenapa Salad?

"Terima kasih." Abigail membukanya dan memakan mangga yang ada didalam Salad itu.

Harry memerhatikan Abigail setiap detiknya.

Wanita itu terus memakan tanpa menyadari Harry menatapnya sedari tadi, itu yang membuat Harry terkikik.

"Kenapa?" Abigail bertanya. Harry menggeleng, sambil mengulum senyum.

"Tidak ada, Mommy." Abigail mengerutkan alisnya, kenapa Harry memanggilnya Mommy?

"Kau bahkan lebih tua dariku, Harry." Ujar Abigail membuat Harry menaikkan sebelah alisnya.

"Oh ya? Kau lahir Tahun berapa?" Tanya Harry.

"1996. Dan kau kutebak...."

"Kau tidak akan bisa menebakku, Abby."

Abigail memutar bola matanya, "Baiklah, aku memang tidak tau."

Harry tertawa, dia berhasil menemukan rumahnya kembali.

"Aku 1994."

Abigail sumringah,"Nah kan, aku betul!" Harry tertawa.

Entah kenapa, jika melihat Abigail tertawa, Harry pun ikut tertawa, itu aneh.

Hard [H.S]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang