Vote sebelum membaca, komen pas lg baca 😄😉
Abigail's POV
Aku menenangkan Tubuh-ku disini.
Dee?
Alleshia?
Mereka.... ini asli?
Benarkah?
Aku mengusap wajahku dan menghapus bekas air mata yang sedari tadi menyucur.
Pengalaman terburuk di Tempat-ku bekerja. Ini buruk, sekali.
Aku tak menyangka jika akan bertemu Alleshia disana. Dan, siapa Balita tadi? Apakah Anak Alleshia? Tapi tak mungkin, Alleshia belum menikah. Dan, dia memanggil Alleshia dengan sebutan Aunty!
Kau juga belum menikah tapi telah memiliki anak, bodoh! Dewi batinku berujar.
Aku menggelengkan kepalaku, tidak mungkin Anak Cantik tadi adalah anakku.
Dee, Darcy? Jadi, benarkah?
Apa yang harus kulakukan, Tuhan. Aku lelah, aku trauma.
Jika itu benar-benar anakku, Harry dimana?
Oh, apakah dia telah meninggalkan Darcy juga?
Aku memerosotkan tubuhku, tak mungkin ini terjadi begitu cepat.
Ku berdoa selalu jika Alleshia tadi tidak menyadariku, Amin.
"Abby, kenapa kau menangis?" Tanya Jane saat melihat aku bersandar di Pintu ini.
Aku segera menghapus air mata-ku dan menggeleng, "tidak, hanya kelilipan."
"Kata Aunty Alleshia dulu, itu adalah Alasan yang selalu orang bilang jika dia menangis. Berarti kau menangis, Abby. Jangan berbohong. Huuu." Ujar Jane, aku menggelengkan kepalaku lagi.
"Tidak, Jane. Sudahlah, kerjakan Tugas Rumah-mu yang diberi Guru baru-mu, okay?" Ujarku sambil tersenyum dipaksakan. Dia mengangguk sambil cemberut.
Lalu, dia kembali ketempat dia belajar.
Aku tak tau harus melakukan apalagi, apa aku akan mengambil Cuti saja, ya? Untuk beberapa hari hingga Dee sembuh.
Tapi, aku merasa sangat jahat. Kepada--anak-ku sendiri.
Tapi, benarkah dia anakku? Jika bukan?
----------
Aku kembali menghampiri Dee diruangannya, dan mengecek tubuhnya apakah dia sudah benar-benar sembuh atau belum dan juga, sekalian mengantarkan dia Sarapan.
Aku memasuki Ruangannya dan syukurlah tidak ada Alleshia atau siapapun disini, dan hanya ada perempuan berambut cokelat disana yang setahu aku dia itu Babysitter Dee.
"Dokter?" Matanya berbinar setelah melihat aku, dia bangkit dari duduknya dan terlihat excited?
"Selamat Pagi, Dee." Sapa-ku. Melihat Darcy yang tersenyum lebar.
"Pagi, Ms. Aku senang Miss kembali bisa menemani aku saat Aunty Alle pergi bekerja." Ujar Balita ini, aku kembali memejamkan mataku dendengarnya.
Alle? Benarkan, ini semua tidak mimpi. Alle yang aku lihat benar-benar Alleshia adik sepupu-ku itu? Yang aku titip Anakku padanya, dan berarti Dee---?
"Y-ya, Dee. Aku juga senang." Ujarku dan memaksakan senyumku. "Kau sudah sarapan?" Tanyaku.
Dia menggeleng, "aunty Alle tidak sempat menyuapiku, tadi ia berkata jika ia buru-buru. Dia baru saja pergi." Ujar Balita menggemaskan dan cantik ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hard [H.S]
Fiksyen PeminatRahim adalah salah satu organ spesial dan salah satu organ penting bagi wanita, Wanita diberikan kelebihan itu dan patut nya di jaga dengan sangat baik. Tuhan sangat memberkati makhluk yang bernama Wanita, makhluk kuat dengan kelebihan-kelebihan nya...
![Hard [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/132333779-64-k99837.jpg)