[49] Extra: My Harold is Dead

13.5K 646 179
                                        

Vote sebelum membaca, komen pas lagi baca 😘😚😙

Author's POV

"Daddy...." lirih Darcy berlari dari halaman belakang menuju Ayah-nya yang sedang duduk di Ruang santai tanpa atap sambil menulis sesuatu di Buku.

Harry akhirnya melepaskan pandangannya dari Buku itu, "ada apa, Sayang?" Tanya Harry mengangkat tubuh Darcy menjadi duduk dipankuannya.

"Noah...Noah membunuh Harold, hiks. Daddy.... Harold sudah mati," lirihnya sambil menenggelamkan wajahnya didada Harry yang terbalut kaus putih tipis.

Darcy mengusapkan wajahnya di Dada Harry, "Dad, kita harus Autopsi Harold dulu! Harold mati, Dad. Hiks hiks." Dia mengelap wajah merah-nya didada Harry menyebabkan Kaos milik Harry itu basah penuh dengan Air mata anaknya dengan Ingus milik Darcy.

"Shh, Sayang. Kita beli baru, ya." Darcy menggeleng keras didada Harry.

"Tidak mau! Noah jahat! Itu adalah pemberian dari Uncle Hunter saat di Gereja dulu! Hiks Harold-ku...." lirihnya lagi. Dia meremas baju Harry dan merengek disana.

"Dad, bagaimana dengan Harold? Apakah dia akan masuk surga, Dad? Hiks..hiks...." ujarnya mendongak kearah Harry.

Noah, adiknya yang berumur 3 tahun itu sedang berjongkok memerhatikan Tokek yang isi perutnya sudah keluar akibat Mobil mainan yang ia kendarai tadi Melintas diatas Tokek milik Darcy.

"Kenapa Harold mengeluarkan lidah?" Ujarnya pada dirinya sendiri, dia mengangkat ekor Tokek itu dan menaruhnya di Telapak tangannya tanpa ada rasa jijik, padahal isi Perut Tokek itu sudah keluar. Dia berlari kearah Darcy dan Harry.

"Dad! Harold kenapa?" Tanya Noah tanpa rasa Bersalah.

"Daddy!!! Hiks hiks." Darcy melihat itu tambah menangis tersedu-sedu.

"Dee, kenapa kau menangis?" Tanya Noah melihat kakak-nya itu menangis.

Darcy akhirnya turun dari pangkuan Harry dan mengambil Tokek dari tangan Noah, "k-kata M-mom, jika ada Pasien-nya yang meninggal karena kecelakaan, ha-harus di Autopsi, Dad. Dan Harold mati karena terlindas mobil Noah. Apakah H-harold hiks harus di Autopsi juga?" Tanya Darcy dengan dramatis mengusap air matanya.

"Y-ya, nanti kita Autopsi ya, Dee." Ujar Harry.

----

"Uncle Hunter, kita harus mengambil alat Autopsi-nya dulu." Ujar Darcy lalu berlari mengambil Stetoskop mainannya dan segala alat dokter mainannya.

Hunter mengangguk malas, membiarkan ponakannya itu mengambil alat-alat sedangkan dia sudah melihat Tokek tersayang-nya yang sudah ia rela-kan untuk memberinya kepada Darcy sekarang, Mati. Mati!

Isi perut tokek itu sudah terkeluar, tubuhnya yang dulu Oranye kemerah-merahan sekarang menjadi sangat buruk dan pucat, itu sangat menjijikan.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Alleshia saat melihat Hunter berjongkok didepan Tokek mati itu.

"Harold, korban tabrak lari, pelakunya Noah. Dan sang Majikan meminta Pelaku bertanggung jawab atas yang dilakukan Noah." Ujar Hunter seperti Penyiar-penyiar berita di Televisi, wajahnya yang sangat datar membuat Wanita yang menggendong Bayi berumur satu tahun lebih didepannya itu terkekeh kecil lalu ikut berjongkok disampingnya.

"Apa perlu aku mencatat hal-hal pentingnya? Untuk barang bukti?" Tanya Alleshia.

"Ya, terdapat bekas kissmark dile---"

"Uncle! Ayo kita Autopsi," ujar Darcy membawa alat-alatnya dari dalam rumah.

------

"Harry, sakit..."

Hard [H.S]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang